• Latest
Generalisasi Pendidikan Aceh - generalisasi_11zon | Lensa | Potret Online

Generalisasi Pendidikan Aceh

Maret 20, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Generalisasi Pendidikan Aceh - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Lensa | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Generalisasi Pendidikan Aceh - generalisasi_11zon | Lensa | Potret Online

Generalisasi Pendidikan Aceh

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Maret 20, 2025
in Lensa, Pendidikan, pendidikan Aceh
Reading Time: 5 mins read
0
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Bagian kedua

Pagi ini, Kamis 20 Maret 2025, saya diajak ikut berbicara dalam acara Selebrasi pagi, yang merupakan program dari radio Antero, Banda Aceh. Kali ini radio ini mengangkat tema tentang Rapor Pendidikan Aceh dengan menghadirkan beberapa narasumber secara online. Saya salah satunya.

Nah, ketika menerima undangan lewat WhatsApp yang mengangkat tema rapor pendidikan Aceh, ingatan saya kembali kepada sebuah tulisan saya yang belum tuntas atau selesai saya tulis. Ya, tulisan yang sudah lama ingin diselesaikan, namun masih tetap terbengkalai.Tulisan itu, pun ingin ditulis sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Tulisan bagian pertama yang merupakan tulisan awal, untuk melanjutkan telaahan terhadap kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2024, Sektor Pendidikan Aceh, yang dimuat di Potretonline, pada Hari Rabu, 24 Desember 2024. Tulisan itu telah mendapat respon beragam dari para pembaca. 

Kala itu, respon-respon yang penulis terima secara langsung di meja- meja Warung Kopi, ketika menikmati sajian, Arabica Gayo High land coffee dan juga lewat pesan di Whatsapp usai membaca tulisan itu. Ada yang komentar singkat, seperti mantap kali tulisannya. Ada pula yang menambahkan informasi lain yang mengayakan perspektif penulis terkait masalah yang dibicarakan.

Sayangnya tulisan kedua untuk keberlanjutannya tertunda-tunda karena, kegiatan lain, membaca, mengedit tulisan-tulisan yang masuk ke meja redaksi Majalah POTRET (Potretonline.com) dan Majalah Anak Cerdas (majalahanakcerdas.com), yang semakin hari terus bertambah banyak tulisan masuk. Tulisan-tulisan yang harus didahulukan pemuatannya, agar bisa mempercepat kebahagiaan para penulis di POTRET dan Majalah Anak Cerdas.

Nah, pagi ini ketika sedang duduk sejenak di sebuah bangku Panjang, terbuat dari Kayu, di depan POTRET Gallery yang berada di jalan Prof. Ali Hasyimi, Banda Aceh, penulis diingatkan kembali oleh acara selebrasi pagi pada kegiatan yang bertajuk “Refleksi Akhir tahun Pendidikan Aceh” yang menghentak keluarnya pertanyaan di benak.

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Generalisasi Pendidikan Aceh - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Lensa | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Generalisasi Pendidikan Aceh - IMG_0355 | Lensa | Potret Online

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026

Apa yang menghentak, reaksi saya dengan kedua acara tersebut? Ada yang membuat saja jengah ketika kegiatan  Refleksi Akhir tahun pendidikan Aceh dan acara selebrasi pagi tentang rapor pendidikan Aceh adalah terkait penggunaan frasa Pendidikan Aceh. Walau sebenarnya ini diangagp masalah kecil atau remeh temeh. Bagi saya, penggunaan frasa Pendidikan Aceh itu sangat rancu dan keliru. Kerancuan itu, terasa ketika adas klaim tentang kualitas Pendidikan, misalnya. Kita sering sekali mendengar atau membaca berita atau ulasan yang menyebutkan kualitas Pendidikan Aceh rendah.

Tentu ketika mendengar ungkapan tersebut, muncul pertanyaan lanjutan, Pendidikan yang mana? Formal, informasl atau non formal? Lalu, adakah disebutkan Pendidikan Aceh di dalam qanun nomor 11 tahun 2014 tentang penyelenggaraan Pendidikan  di Aceh?  Sebaiknya diamati. Maka,  pertanyaan lanjutan adalah adakah system Pendidikan Aceh? Kalau ada seperti apa konsep Pendidikan Aceh tersebut. 

Semoga saya tidak silap, sebab setelah diamati, tidak ditemukan frasa Pendidikan Aceh. Oleh sebab itu, ketika membaca berita dan juga tulisan di spanduk bertuliskan refleksi akhir tahun pendidikan Aceh di acara yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh ini, frasa itu terasa begitu mengganjal. Bagaimana Dinas Pendidikan Aceh melakukan refleksi akhir tahun pendidikan Aceh yang saya fahami itu, tidak mungkin. Saya bertanya, apa yang dimaksudkan dengan Pendidikan Aceh, mengapa Dinas Pendidikan yang wilayah atau tupoksinya membawahi insitusi Pendidikan setingkat SMA/SMK dan SLB melakukan refleksi Pendidikan Aceh yang seharusnya merefleksikan secara holistic tentang system Pendidikan Aceh? Lalu, pagi ini, pada acara selebrasi pagi di radion Antero 102 FM, mengangkat tema rapor Pendidikan Aceh. Lalu muncul pertanyaan baru, apakah rapor Pendidikan Aceh tersebut memuat semua hasil evaluasi terhadap semua institusi dan jenjang Pendidikan Pendidikan di Aceh dari jenjang Pendidikan dasar (SD), Mengengah Pertama (SMP), Menengah Atas (SMA/SMK) serta Perguruan Tinggi yang ada di Aceh? Ternyata dalam penjelasan Kadisdik provinsi Aceh, hanya mengcover jenjang SMA/SMK, sementara rapor adalah Pendidikan Aceh. Bukankah ini sebuah kerancuan?

Kiranya, walau pertanyaan yang remeh temeh dan adanya kerancuan berfikir tentang Pendidikan Aceh, pertanyaan konfirmatif tersebut perlu dijawab agar kita tidak salah persepsi, kalau tidak dikatakan sesat pikir. Dikatakan demikian, karena sesungguhnya selama ini, kita selalu disuguhkan dengan berita-berita atau kabar yang tidak pas mengenai pendidikan yang selama ini cenderung mengejar status citra dengan cara-cara yang tidak menjawab persoalan dasar atau akar masalah pendidikan di Aceh, khususnya.

Sehingga apa yang terjadi di tengah masayarakat dan juga pemerintahan Aceh salah dalam menilai Pendidikan di Aceh. Misalnya, ketika angka kelulusan tamatan SMA/ SMK ke perguruan tinggi, yang disalahkan adalah Pendidikan Aceh. Padahal yang bermasalah adalah jenjang SMA/SMK, tetapi yang tertuduh adalah Pendidikan Aceh secara keseluruhan. Akibatnya, seperti kata pepatah lama, gara-gara nila setitik, rusak gulai sebelanga. Ya, gara-gara kualitas SMA/SMK yang rendah, semua sektor dan jenjang Pendidikan di Aceh dikatakan rendah. Inilah satu dari sekian banyak dampak buruk menggunakan frasa Pendidikan Aceh dan Pendidikan di Aceh. 

Padahal, saat ini salah satu perguruan tinggi negeri yang menjadi jantong hate rakyat Aceh, mendapat pengakuan sebagai Universitas terbaik di luar Jawa. Walau masih kita lakukan verifikasi, apanya yang terbaik? Apakah terbaik karena banyak memiliki professor tersohor, atau karena lulusan USK mampu bersaing dengan lulusan Universitas ternama di Indonesia, seperti UI, UGM, dan lain-lain?

Jadi, sekali lagi selama ini penggunaan frasa pendidikan Aceh dalam konteks tupoksi Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, merupakan tindakan yang menggeneralisasi pendidikan Aceh. Padahal, kita tidak bisa mengklaim bahwa rapor pendidikan Aceh tahun 2025 ini menunjukan tren positif, bila yang dinilai hanya pada level dan ruang lingkup kerja Dinas Pendidikan Provinsi Aceh pada jenjang pendidikan SMA/SMK dan SLB itu. Lalu disebut sebagai rapor Pendidikan Aceh. Bagaimana dengan Madrasah dari MIN, MTsN, MAN yang dikelola oleh Kemenag, apakah masuk dalam rapor tersebut?  Bagaimana dengan SMK yang dikelola oleh Dinas lain?

ADVERTISEMENT

Ya, yang harus diingat juga bahwa selain, persoalan jenjang pendidikan, pengelola atau penyelenggara pendidikan di Aceh bukan hanya dinas pendidikan provinsi, tetapi ada lagi badan dayah yang mengelola dayah di Aceh, serta dinas lain yang mengelola pendidikan seperti dinas perindustrian, dinas pertanian dan lain. Bagaimana melakukan refleksi pendidikan Aceh, apabila semua dinas dan badan yang mengelola pendidikan di Aceh tidak terlibat kala dinas pendidikan provinsi Aceh melakukan refleksi akhir tahun pendidikan Aceh?  Selayaknya kita, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang selama ini juga menggunakan frasa Dinas Pendidikan Aceh, harus segera mengubah cara pandang dan pemahaman mengenai frasa Pendidikan Aceh tersebut. Jangan melakukan tindakan generalisasi terhadap Pendidikan di Aceh.Kesalahan ini akan berakibat buruk terhadap citra Lembaga-lembaga dan jenjang penidikan  lainnya di Aceh gara-gara, rendahnya kualitas satu jenjang Pendidikan yang ada di Aceh semisal jenjang SMA dan SMK tersebut.

Oleh sebab itu, pemhaman dan tindakan yang keliru dalam penggunaan dua frasa Pendidikan di Aceh dan kekeliriuan mengguankan frasa Pendidikan Aceh itu, harus segera diluruskan, agar tidak menimbulkan sesat pikir dalam melihat dan menilai Pendidikan di Aceh. Untuk itu, Dinas Pendidikan sendiri harus menggantikan papan nama yang terpampang di depan kantor yang bertuliskan Dinas Pendidikan Aceh dengan nama yang benar, Dinas Pendidikan Provinsi, Aceh. Bila ini dilakukan, akan ikut mengubah persepsi Masyarakat tentang tata Kelola Pendidikan di Aceh yang lebih benar. Sehingga tidak mewariskan pemahaman yang salah tentang pendidikan di Aceh kepada para generasi berikutnya. Semoga–

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238Tweet149
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Generalisasi Pendidikan Aceh - 1000436328 | Lensa | Potret Online

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com