• Latest
Harapan Besar Sri Eko Sriyanto Galgendu Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto Dapat Segera Memulihkan Ekonomi Indonesia Yang Terpuruk

Ekspresi Kemarahan Warga Masyarakat Solo Karena Mentoknya Sikap Sabar dan Unggah-Ungguh Yang Membentur Tembok Kekuasaan

Februari 8, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ekspresi Kemarahan Warga Masyarakat Solo Karena Mentoknya Sikap Sabar dan Unggah-Ungguh Yang Membentur Tembok Kekuasaan

Jacob Eresteby Jacob Ereste
Februari 8, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: Aksi
Harapan Besar Sri Eko Sriyanto Galgendu Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto Dapat Segera Memulihkan Ekonomi Indonesia Yang Terpuruk
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Jacob Ereste

Aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut Joko Widodo untuk diadili akan dilakukan para mahasiswa dari berbagai kampus dan warga masyarakat Solo. Aksi itu berpusat di kediaman mantan Presiden Indonesia ke 8 bersama peserta car free day sepanjang utama menuju kampus Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. sutami Solo, pada hari Ahad, 9 Februari 2025.

Pemberitahuan yang sudah tersebar sejak Jum’at, 7 Februari 2025 membuat tercengang berbagai pihak, mengingat aksi dan unjuk rasa itu dilakukan dan dimulai oleh warga Solo juga, sekampung halaman dengan Joko Widodo.

Diinformasikan juga titik kumpul para peserta aksi dan unjuk rasa besar-besaran ini dipusatkan di depan Balai Kota, Solo. Aksi akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari anak-anak, siswa serta kaum ibu se Surakarta dan sekitarnya yang telah muak dan marah meminta keadilan untuk ditegakkan atas perbuatan sewenang-wenang selama menjabat Presiden dia periode di Indonesia.

Reaksi dari berbagai kalangan aktivis khususnya yang ada di Jakarta merasa kecolongan meski dalam ekspresi yang lain di antaranya menunjukkan kegembiraan, karena Solo merupakan tempat yang paling strategis untuk melakukan aksi dan unjuk rasa terhadap rezim yang telah tercatat membuat banyak kerusakan dan merugikan bangsa dan negara Indonesia yang tidak terkira bilangannya.

Sejumlah aktivis Jakarta lainnya justru menyatakan akan ikut segera aksi dan unjuk rasa di Solo untuk menandai kemarahan rakyat yang telah mencapai titik nadir.Kesabaran yang tidak lagi bisa ditahan. Kecuali menangkap dan memenjarakan Joko Widodo yang dianggap sebagai biang dari kerusakan di negeri ini secara terstruktur, sistematis dan masif.

Artinya memang, semua kerusakan yang dilakukan Joko Widodo selama menjadi penguasa dilakukan dengan kesadaran serta maksud yang tidak baik bagi bangsa dan negara Indonesia, sehingga kondisinya sekarang mengalami kerusakan yang sangat parah dari luar dan dalam yang meliputi lahir maupun batin.

Kemarahan warga masyarakat Solo yang terkenal santun, sabar serta penuh unggah-ungguh serta pemaaf ini, dalam kajian Atlantiks Institut Nusantara, secara psikologis maupun filosofis jelas menggambarkan telah mentok. Semua itu karena tidak lagi mampu menemukan cara yang lebih baik kecuali hanya dalam bentuk aksi dan unjuk rasa sebagai pilihan terakhir.

Lantaran merasa harus ikut menanggung dosa, rasa malu serta tekanan dari harga diri yang direndahkan sebagai warga masyarakat yang melekat dengan tradisi priyayi yang halus, ramah serta tepo seliro yang tinggi untuk selalu menjaga budaya dan tradisi warisan leluhur.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Artinya, ekspresi kemarahan untuk menyeret sendiri Joko Widodo yang dianggap sebagai sumber dari kerusakan dan kebobrokan yang terjadi selama ini, terpaksa harus dilakukan sendiri oleh rakyat.

Karena sangat mungkin dari kekebalan hukum yang tidak mampu dijamah oleh aparat di negeri ini, lantaran mereka pun adalah bagian dari kaki tangannya yang membuat onar dan kerusakan yang sungguh sangat mengkhawatirkan kelangsungan hidup bagi bangsa dan negara Indonesia yang kelak harus diwariskan kepada generasi penerus dengan baik dan sehat, tanpa dibebani oleh sejarah kelam yang memalukan.

Dalam versi kajian Atlantika Institut Nusantara, ekspresi dari kemarahan warga masyarakat dan mahasiswa Solo dan sekitarnya, akibat telah mentoknya kesabaran serta budaya dan tradisi unggah-ungguh yang santun telah membentuk tembok kekuasaan yang dingin dan membeku, tidak memberi jalan keluar yang adil dan bijaksana.

Maka itu pilihan terbaik bagi warga masyarakat Solo dan sekitarnya adalah melakukan aksi dan unjuk rasa untuk mengeksekusi sendiri hukum dan keadilan seperti yang mereka kehendaki juga.

Banten, 8 Februari 2025

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ie Jok Montasik with Drama

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com