HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

MUSIBAH DI 13.03.2011

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2017
in Bidik, Musibah
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel


OLEH: Beny Rosano
Aktivitasku sebagai pengurus salah satu Partai Politik dan penulis lepas di media cetak tak mengubah perjalanan hidupku.  Tidak seperti teman-temanku yang lain di antara mereka, ada menjadi anggota DPR, ada pula yang menduduki posisi manager di media cetak yang cukup ternama .
Setelah direnungkan pada akhirnya aku mendapatkan  jawabannya !  Yah . . . . . aku sadar pendidikan formalku hanya sampai sekolah lanjutan saja. Tidak seperti yang lain. Mereka mengantongi ijazah S1 dan S2.
Bersyukur. Hanya itu yang aku ucapkan. Bagaimana tidak!  Keberuntungan rupanya berpihak kepadaku. Aku diberi kesempatan untuk bekerja pada salah satu institusi Pemerintah Daerah (Pemda). Aku bangga dengan statusku yang baru ini, yakni sebagai Abdi Negara, walau hanya tenaga honorer.
Waktu terus meniti jalannya ke depan. Tak terasa satu tahun sudah aku bekerja di instansi ini. Lagi-lagi aku bersyukur, atasanku sangat baik. Beliau adalah salah satu perempuan pejabat Negara di instansi tersebut.  Aku sendiri adalah sebagai driver beliau
Semangat kerjapun sangatlah tinggi. Aku merasa nyaman dengan statusku sebagai sopir beliau, namun itulah tiada yang kekal abadi, atasanku  yang sudah ku anggap ibundaku sendiri di saat rotasi jabatan beliau dimutasi ke Dinas lain dengan jabatan yang sama .
Kepergian beliau membuat aku sedih yang berkepanjangan. Semangat kerjaku mengendur, namun tak beberapa lama  rupanya keberuntungan tidak sampai di situ. Aku kembali  mendapatkan atasan perempuan dengan jabatan lebih tinggi dari pejabat  terdahulu.
Sebagai driver, pada hari-hari aktif  pagi pukul 6.00 aku menjemput beliau. Setelah itu, dengan kendaraan Dinas, kami berdua berangkat menuju kantor  dinas dimana kami bekerja. Keesokannya begitu juga dan seterusnya itulah tugas aku sebagai driver atasan.
MIMPI ANEH
Namun inilah hidup.  Bagaikan sebuah pelayaran. Terkadang bisa berjalan lancar tanpa hambatan,  namun di saat lain bisa oleng karena dihadang badai.  Begitulah yang terjadi padaku di saat segalanya seperti bisa berjalan dengan  lancer.  Tiba-tiba Tuhan memberi cobaan yang berat bagiku.
Tanggal 12.03.2011, begitu yang terekam di benakku, dimana aku merasa keheranan. Pada malam harinya aku bermimpi seperti tidur nyenyak dan melayang, tetapi sebentar.  Mulanya mimpi tersebut aku anggap sebagai bunga tidur belaka, tetapi anggapan itu salah. Ternyata merupakan satu pertanda buruk
Pada tanggal itu, di saat aku dan atasanku berangkat menuju kantor dinas, mobil yang aku kendarai menyerempet sepeda motor seorang ibu hingga merengut nyawanya yang pada akhirnya aku berurusan dengan aparat kepolisian .
Alhamdulillah !  Keluarga korban yang taat beragama ini tidak menuntut apapun.  Menurutnya, apa yang terjadi pada keluarganya merupakan suatu musibah. Karena setiap manusia tidak akan mau menerima peristiwa ini kalo bukan kehendak illahi. Hal ini dikatakan salah satu keluarga korban kepadaku.
Meski kabar ini menyejukan, namun batinku tetap bergejolak dan dihantui oleh rasa bersalah yang sangat teramat. Hari demi hari, aku lebih banyak  merenung dan  merenung. Seiring dengan itu, di setiap aku tidur selalu diwarnai dengan mimpi – mimpi aneh. Satu persatu orang–orang yang belum kukenal bermunculan dalam mimpiku.
Didorong oleh rasa penasaran perihal mimpi-mimpiku dan keyakinanku bahwa mimpi tersebut memiliki pertanda tersendiri, seperti halnya mimpi aneh yang aku alami di atas yang pada akhirnya musibah itu terjadi.
“ Oh . . . .  itu hanya menggambarkan bahwa rohani kamu sedang sakit, dampak peristiwa yang kamu alami untuk terapi penyembuhannya cukup dengan mendekatkan diripada Allah ” ujar sang Kyai ketika aku menanyakan perihal mimpi tersebut.
SEPEDA MAUT
Sampailah pada suatu malam aku bermimpi melihat cahaya meteor jatuh ke pinggir jalan dengan menggelar dan mengeluarkan percikan api. Aku pun berlari menuju dimana meteor itu jatuh sesampainya.  Aku terkejut !  Seorang anak laki-laki berusia belasan tahun telah lebih dulu berada di tempat tersebut, sembari mengepal sebongkah batu. Kalo diamati batu tersebut lebih mirip dengan bongkahan batu karang .
Di malam berikutnya yang bertepatan dengan bulan suci, diceritakan aku dan anakku berniat pergi ke surau yang jaraknya sekitar 200 meter dengan berjalan kaki . Di tengah perjalanan, kami melihat sesuatu bercahaya,  sebesar bola tenis lapang di atas langit dengan terbang datar tidak seperti jatuhnya meteor yakni dari atas ke bawah.
Kedua peristiwa ganjil yang aku alami  yakni bermimpi meteor jatuh dan melihat cahaya terbang datar merupakan peristiwa atau firasat buruk, hal ini terjawab setelah musibah kembali menimpaku
Diceritakan pada hari jum’at di bulan Ramadhan yang bertepatan akan digelarnya seratus hari korban seorang ibu hingga tewas di atas.  Ayahanda yang pada saat itu akan melaksanakan shalat Jum’at dengan menaiki sepeda ontel bermaksud menuju masjid, dari arah belakang ditabrak sebuah sepeda motor. Pada akhirnya ayahanda wafat. Penyebabnya, stir sepeda ontel mengahantam lambung ayahanda yang mengakibatkan pecah salah satu ususnya.
Pelaku si penabrak tak lain adalah seorang anak laki-laki berusia belasan tahun. Anak tersebut masih duduk di bangku kelas dua SMP. Jelas sudah dari fisik ,jenis kelamin dan usia pelaku sama persis dengan sosok yang ada pada mimpi yang aku alami, yakni yang menggenggam sebongkah batu yang mirip batu karang .
Dua peristiwa besar yang aku alami di tahun yang sama dengan waktu yang berdekatan membuat aku semakiin terpuruk. “ Ya Tuhan,  apakah ini ujian , cobaan ,teguran atau hukuman buatku?  Kalau memang ia akhiri sudah ya Allah “ pintaku hanya itu yang ada dalam batinku .
Masih berkaitan dengan musibah ini, di suatu malam aku bermimpi seakan ada suara bisikan  dengan jelas sekali dengan suara paraunya lebih mirip dengan suara nenek-nenek. “ Ingat tanggal 27 hari Sabtu “. Demikian bisikan tersebut ke tilangaku dengan tanpa memberi tahu kapan bulan berapa dan tahun berapa. Suara parau tersebut sekaligus membangunkan aku dari tidur
Peristiwa mimpi tersebut menyimpan misteri tersendiri. Akan ada apa tanggal dan hari tersebut? Hal ini mendasari aku untuk selalu dan terus memonitor kalender setiap tahunnya, namun tidak ada kejadian – kejadian aneh yang ketara.
Kini aku sudah lama mengundurkan diri sebagai tenaga honorer di instansi pemerintah daerah tersebut, namun bisikan sang nenek itu masih terngiang di telingaku dan aku sampai pada saat ini aku tidak mengabaikannya.  Seperti sudah kewajiban, jikalau tahun berganti yang aku  pantau adalah tanggal 27 dan hari Sabtu seperti pada tahun 2017  jatuh pada bulan Mei.
Bulan Mei tahun 2017 sudah aku lalui dan aku beserta keluarga sehat selalu.  Kini aku pasrah di tahun-tahun berikutnya apakah tanggal dan hari tersebut aku akan mendapatkan kebaikan ataukah keburukan,  namun   apapun yang akan terima nanti mungkin itulah yang terbaik buatku .

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 257x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 237x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 191x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 162x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 132x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Munasabah dari Tanah yang Terendam: Iman, Amanah, dan Luka Ekologi Aceh

Januari 18, 2026
Banjir Lumpur, Karena Tidak Bersyukur?

Aceh Kembali Menangis: Pengkhianatan Ekologis di Tanah Rencong

Desember 30, 2025
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

Mei 9, 2025
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post

Belajar dari Proses KKN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com