• Latest
Arsip Nestapa di Panggung Malam

Arsip Nestapa di Panggung Malam

Maret 9, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Arsip Nestapa di Panggung Malam

Redaksiby Redaksi
Maret 9, 2026
Reading Time: 4 mins read
Tags: Puisi
Arsip Nestapa di Panggung Malam
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Aziz 

untuk seorang Ksatria

Di belantara sunyi bernama asrama
Seorang lelaki muda menapakkan takdirnya
Dengan langkah yang masih gamang
Lorong-lorong panjang bergaung lirih
Menyimpan gema rindu yang tak sempat pulang

Pada malam-malam mula,
Ia menekuri jendela langit yang jauh
Menitipkan doa pada gugus bintang yang pucat
Di lembar buku yang sepi

Ia mengarsipkan nestapa
Tentang rumah yang tertinggal di belakang waktu
Tentang ibu yang kini hanya hadir dalam ingatan hangat
Tentang ayah yang suaranya hidup
Di sela-sela desir angin malam

Hari-hari menjelma labirin yang melelahkan
Disiplin berdiri seperti tembok batu
Dan hatinya sering hampir runtuh
seperti lilin rapuh di hadapan angin takdir
Putus asa pernah singgah
seperti hujan panjang di musim batin

Pelan-pelan ia menumbuhkan keberanian
Mengikat tekad pada tiap halaman buku
Menyulut pikirannya di meja belajar yang panjang
Menjadikan malam sebagai saksi
Bahwa kegigihan adalah doa yang bekerja diam-diam

Waktu pun bergulir seperti sungai yang tabah
Pada suatu pagi yang penuh gema
Namanya dipanggil di hadapan banyak wajah
Sebuah amanah disematkan di pundaknya
ketua OSIM
Panggung besar baginya mimpi yang pernah hampir tenggelam.

Di ruang debat
Kata-katanya menjelma bara yang menyala
Di medan olimpiade
Akalnya menari lincah melampaui keraguan
Prestasi demi prestasi tumbuh perlahan
Seperti konstelasi bintang
Yang lahir dari malam paling gelap

Dan tibalah suatu malam yang gemilang
Panggung cahaya membuka tirainya
Ia berdiri tegak di sana
Bukan lagi anak yang menyimpan luka di dada
Melainkan pemuda yang mengubah nestapa
menjadi mahkota ksatria

Di kejauhan
Sepasang mata orang tuanya berkilau haru
Mereka membaca kisahnya tanpa kata
Bahwa dari arsip nestapa yang pernah ditulis malam
Lahir cahaya yang kini mereka banggakan

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Dan kini
Gerbang sekolah itu telah ia lewati
Dengan langkah yang matang
Ijazah di tangannya
laksana peta menuju cakrawala yang lebih luas

Ia akan berlayar ke negeri orang
Menggapai mimpi yang menjulang di ufuk masa depan
Dalam dadanya bersemayam keyakinan sunyi
Bahwa tanah asing itu
akan menjadi taman bagi cita-citanya berbunga

Sebab ia telah belajar
Dari malam-malam panjang dan lorong-lorong sepi
bahwa mereka yang pernah retak oleh luka
Namun bangkit dengan keteguhan
Adalah mereka
Yang kelak menulis takdirnya sendiri di langit dunia

Dari arsip nestapa
Yang dahulu disimpan rapat oleh malam
Telah lahir cahaya
Yang kini berlayar menuju cita cita yang gemilang

Demikian puisi ini ditulis untuk seorang ksatri tangguh yang kisah hidupnya di abadikan dalam puisi ini.

Naufal Aziz, seorang pemuda yang akrab dipanggil Nopallahir di kota Langsa pada tanggal 19 Februari 2006. Ia merupakan salah seorang mahasiswa aktif di Universitas Syiah Kuala. Ia saat ini sedang menempuh S1 Pendidikan Bahasa Indonesia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Ia Dilahirkan dari rahim seorangWanita yang sangat hebat bernama Nurmaiah Harahap, berpasangan dengan seorang pria bernama Mahlil Sadli S.pd. Ia merupakan alumni MAN INSAN CENDEKIA Aceh Timur (2024), MTSs MUQ Langsa (2021), dan SDN Alue Merbau(2018).

Menulis bukanlah keahlian yang dimiliki, namun kalautidak mencoba takkan tahu hasilnya. Karena “takutmu adalahkemenanganmu”. Beberapa buku yang telah ditulis dan terbitdiantaranya: Antologi Puisi: Nelangsa Di Bawah Senja (dalambuku simfoni tahun 2023), Serenade Moderasi (dalam bukukanvas rencong tahun 2024), Sang Penguasa Jenaka (dalambuku antalogi puisi serumpun 2024.4). Senyap DOM RintihanBumi Aceh yang diterbitkan di dalam website milik Negeri Kertas (https://www.negerikertas.com/2024/02/puisi-puisi-naufal-aziz.html). Ia bisa dihubungi melalui narahubungWA/HP: 081263191975 dan dapat dijumpai pada akun media sosial, Instagram: @nopalazxz__, Facebook: Naufal aziz, dan email: na1296711@gmail.com.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com