• Latest
AI dan Embrio Liberalisme

AI dan Embrio Liberalisme

Maret 8, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

AI dan Embrio Liberalisme

Feri Irawan by Feri Irawan
Maret 8, 2026
in Artificial Intelligence, Guru, Opini
Reading Time: 4 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Feri Irawan*

Maraknya merubah foto menjadi kartun menggunakan kecerdasan buatan lalu meng-upload-nya ke media sosial menjadi mainan baru bagi guru, terutama bagi guru yang haus teknologi. Seolah-olah terprovokasi dengan hasil kreasi teman-teman guru, penulis pun mencoba membuat pemanfaatan kecerdasan buatan. Asyik memang belajar sesuatu yang baru apalagi berbasis tehnologi.

Menurut Jon Darmawan, doktor dari Unimed, dalam penjelasannya saat saya mengadakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk guru di sekolah pertengahan September 2025, teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan saat ini menjadi salah satu inovasi paling penting dalam dunia teknologi.

AI telah membawa transformasi yang mengesankan dalam berbagai sektor kehidupan kita. Dengan kemampuannya untuk memproses data besar-besaran dan belajar dari pengalaman, AI telah mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Kini banyak Alat kecerdasan buatan generatif yang canggih memungkinkan siapa pun membuat gambar, video, audio, dan kloning suara manusia yang sangat realistis dalam hitungan detik, dengan biaya minimal.

Menurutnya, AI adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Menekankan pengembangan intelijen mesin, pola berpikir dan bekerja seperti manusia. Misalnya, pengenalan suara, pemecahan masalah, pembelajaran, dan perencanaan.

Secara harfiah AI adalah kecerdasan atau teknologi yang dibuat dan diciptakan oleh manusia di dalam suatu mesin yang hakikatnya mempermudah kerja manusia.

Sebagai contoh, Deutch Bank melakukan PHK ribuan karyawannya dan mengganti dengan mesin AI. Drone-drone militer dibuat dengan kandungan AI. Di dalam Google Maps dan game on line juga memiliki AI.

Baca Juga

Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026
Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Maret 25, 2026
Ketika Minyak Juga Menjadi Senjata Geopolitik

Ketika Minyak Juga Menjadi Senjata Geopolitik

Maret 22, 2026

Seperti teknologi lainnya, AI dapat digunakan untuk tujuan yang sah dan tidak sah. Oleh sebab itu, teknologi AI juga perlu disikapi dengan bijak, tanggung jawab dan beretika, sehingga dampaknya tidak saling berbenturan dengan nilai-nilai lainnya dalam kehidupan. Penting bagi masyarakat dan regulator untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan ini dan memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan bersama.

Sebagai contoh, AI bisa meretakkan hubungan kekeluargaan yang merupakan sendi dasar sosial Islam. Di tempat tidur suami-istri saling membelakangi sambil larut dalam HP masing-masing. Satu keluarga di ruang tamu tanpa berbincang karena semuanya asyik dengan HP masing-masing. AI bisa mendorong individualisme. Dan individualisme merupakan embrio liberalisme.

Kehilangan Keterampilan

Kehadiran teknologi AI telah membawa dampak negatif yang signifikan, yaitu kemampuan manusia untuk dengan mudah melewati hambatan pertanyaan dan bentuk kesulitan apa pun.

Saat kita memiliki akses mudah ke AI yang dapat memberikan jawaban instan, tentu ini mengancam kreativitas, kehilangan motivasi, dan kemampuan berpikir kritis serta kemandirian dalam membuat sesuatu.

Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengevaluasi informasi dengan kritis, mengidentifikasi argumen yang valid, dan membuat keputusan yang berdasarkan pada bukti yang kuat.

Selain itu, teknologi AI juga dapat dengan mudah digunakan untuk menghasilkan konten yang menyesatkan atau merugikan. Banyak orang telah memanfaatkan kemampuan AI untuk menyebarkan informasi palsu atau memanipulasi opini publik dengan cepat.

Apalagi jelang pemilu 2024, banyak konten palsu dibuat secara digital menyebar jauh dan cepat sehingga berpotensi membawa tipu muslihat kampanye ke titik terendah

Ketika mencari jawaban dari berbagai persoalan, seseorang tidak lagi bertemu dengan pakar atau ahli dalam bidang tertentu, tapi jawabannya datang dari mesin, hal inilah yang sangat penting untuk kita sikapi bersama. Hal ini dapat merusak kepercayaan masyarakat pada informasi yang diterima dan mengganggu proses pengambilan keputusan yang rasional.

Namun dibalik itu, AI memiliki sejumlah dampak positif. Berbeda dengan manusia, AI dapat bekerja tanpa henti 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Dengan AI, keputusan diambil berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya dengan menggunakan algoritma tertentu dapat mengurangi kesalahan, meningkatkan akurasi (mengurangi human error), lebih efisiensi dan produktivitas.

ADVERTISEMENT

Selain itu, AI telah membuktikan kemampuannya menganalisis data dalam jumlah besar dan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat di berbagai bidang (pengambilan keputusan yang cepat)

Oleh karena itu, untuk melindungi pekerjaan dan kreatvitas, serta tetap relevan di tengah perkembangan AI yang sangat pesat, kita perlu inovatif, terus belajar, dan beradaptasi.

AI sebagai Teman

Tak lupa, penting juga untuk memahami AI itu sendiri dan berpikir kreatif dalam memaksimalkan penggunaan AI. Jangan jadikan AI sebagai lawan, namun jadikanlah sebagai teman. Sebagai manusia, kita memiliki keunggulan dalam kreativitas, pemikiran strategis, dan kemampuan beradaptasi yang sulit ditiru oleh AI. Mengapa demikian? Karena mesin paling cerdas di dunia adalah otak manusia dan kita tidak akan membangun AI yang lebih pintar dari otak manusia.

AI bukanlah makhluk hidup, ia tidak sadar, dan ia tidak akan menjadi lebih pintar dari kita. Tidak ada kecerdasan buatan tanpa manusia. Orang-orang yang menciptakan algoritma dan informasi yang membentuk AI untuk mengambil keputusan lebih cepat dibandingkan manusia. Ini tidak berarti keputusan yang diambil selalu benar atau bijaksana atau selalu memberikan hasil yang benar.

Secara keseluruhan, teknologi AI memiliki potensi besar sebagai sebuah peluang dan juga menghadirkan tantangan yang perlu diatasi. Kendati beberapa pekerjaan mungkin akan tergantikan oleh AI, tetapi peluang profesi baru juga akan muncul.

Dalam menghadapi tantangan di masa depan, kolaborasi antara manusia dan AI menjadi kunci keberhasilan. Dengan sikap yang positif, kemauan untuk terus belajar, dan kemampuan beradaptasi, kita dapat memanfaatkan potensi AI dengan bijak dan membangun masa depan yang lebih baik.

Penulis adalah Kepala SMKN 1 Gandapura, Bireuen

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 288x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 257x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 220x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 205x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 166x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Baca Juga

IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818
Esai

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888
Catatan Perjalanan

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Next Post
Ketika Sumatera Menangis, Sastra Menjadi Saksi

Ketika Sumatera Menangis, Sastra Menjadi Saksi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com