• Latest
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - fccb7291 fa7f 4e32 8ed8 1e7b3cb5e361 | #Gaza | Potret Online

Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka

Februari 19, 2026
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Gaza | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | #Gaza | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - fccb7291 fa7f 4e32 8ed8 1e7b3cb5e361 | #Gaza | Potret Online

Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka

Redaksi by Redaksi
Februari 19, 2026
in #Gaza, Artikel, Gaza, Israel, Palestina
Reading Time: 8 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
  • Di mana sebaiknya posisi Indonesia?

Oleh Denny JA

Suatu pagi yang lama ditunggu akhirnya tiba.

Di Ramallah, lonceng gereja berdentang bersahut-sahutan dengan azan Subuh. Di Gaza, anak-anak berlari bukan menuju bunker, melainkan ke sekolah yang jendelanya utuh dan pintunya terbuka.

Di Yerusalem Timur, dua bendera berkibar berdampingan. Dua warna berbeda. Dua sejarah luka. Kini berdiri dalam satu pengakuan bahwa keduanya berhak hidup.

Seorang ibu tua di Khan Younis menggenggam tanah dan berbisik, “Akhirnya.” Ia kehilangan dua anak dalam perang. Ia tidak meminta balas. Ia hanya ingin negaranya diakui, paspornya dihormati, masa depan cucunya tidak lagi ditentukan oleh blokade.

Di Tel Aviv, seorang ayah memeluk putranya yang akan memasuki dinas militer. Ia berharap generasi berikutnya tidak lagi tumbuh dalam sirene dan ruang perlindungan.

Kemerdekaan Palestina bukan sekadar kelahiran sebuah negara. Ia adalah akhir dari ketidakpastian panjang. Ia adalah hak untuk hidup tanpa rasa takut yang diwariskan turun-temurun.

Darah tidak pernah bisa menjadi fondasi permanen bagi peradaban.

Perdamaian sejati bukan hanya senjata yang terdiam. Perdamaian adalah pengakuan timbal balik. Dua negara berdiri sejajar dalam martabat yang sama.

Itulah yang dirumuskan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, lalu ditegaskan kembali dalam berbagai resolusi berikutnya yang menjadikan visi dua negara sebagai jalan damai.

Di titik inilah Board of Peace diuji.

Ia akan menjadi jembatan sejarah jika mengantar pada kedaulatan.
Ia akan menjadi jebakan sejarah jika mengganti kemerdekaan dengan administrasi sementara yang tak pernah berakhir.

-000-

Apa itu Board of Peace dan apa misinya?

Board of Peace adalah inisiatif yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengoordinasikan stabilisasi, rekonstruksi, dan tata kelola sementara pasca konflik dengan fokus awal pada Gaza.

Forum ini berupaya menyatukan pendanaan, pengamanan wilayah, serta desain masa transisi.

Di atas kertas, tujuannya mendesak dan manusiawi. Menghentikan kekerasan. Memulihkan infrastruktur. Menyelamatkan kehidupan sipil. Membuka kembali rumah sakit, sekolah, listrik, dan distribusi pangan.

Dalam kondisi kehancuran total, kecepatan sering menjadi penyelamat.

Di sinilah kelebihan BoP. Ia mencoba memecah kebuntuan yang selama puluhan tahun gagal ditembus melalui jalur formal PBB. Bisa saja pendekatan yang lebih ringkas dan terpusat ini justru mempercepat stabilisasi yang selama ini tersendat oleh prosedur panjang.

Namun sejarah mengajarkan bahwa kecepatan tanpa legitimasi dapat menghasilkan stabilitas yang rapuh.

Pertanyaan mendasarnya bukan sekadar siapa yang membangun kembali Gaza. Pertanyaannya adalah, untuk masa depan politik seperti apa Gaza itu dibangun.

Apakah rekonstruksi ini menjadi jembatan menuju negara Palestina yang berdaulat?
Ataukah ia menjadi ruang tunggu yang menunda keputusan paling mendasar dalam konflik ini?

Stabilitas tanpa keadilan mungkin bertahan sebentar.
Tetapi hanya legitimasi yang bertahan lama.

Keberhasilan BoP menuntut rekonsiliasi internal Palestina. Tanpa kesatuan politik antara Gaza dan Ramallah, rekonstruksi hanyalah fasad rapuh yang gagal menopang kedaulatan penuh di atas puing sejarah yang belum tuntas sepenuhnya.

-000-

Two State Solution dan Jalan Panjangnya

Two state solution adalah gagasan sederhana namun berat konsekuensinya. Dua bangsa. Dua negara berdaulat. Hidup berdampingan dalam batas yang aman dan diakui.

Gagasan ini berakar pada Resolusi Majelis Umum PBB 181 tahun 1947. Ia dipertegas melalui Resolusi 242 dan 338 yang menekankan prinsip tanah untuk perdamaian. Ia diteguhkan kembali dalam Resolusi 1397 dan 1515 yang secara eksplisit mengakui visi dua negara sebagai solusi akhir.

Di luar PBB, Oslo Accords membuka pengakuan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Arab Peace Initiative menawarkan normalisasi regional sebagai imbalan kedaulatan Palestina. Geneva Initiative merancang parameter kompromi yang realistis.

Namun generasi demi generasi berlalu. Anak-anak yang lahir saat Oslo kini telah menjadi orang tua.

Mengapa solusi ini tak kunjung terwujud?

Pertama, fakta di lapangan bergerak lebih cepat daripada negosiasi. Fragmentasi wilayah dan dinamika keamanan membuat gambaran negara Palestina yang utuh semakin kompleks.

Kedua, politik domestik kedua pihak sering terbelah. Kepemimpinan silih berganti. Trauma kolektif mempersempit ruang kompromi. Ketakutan kerap lebih kuat daripada visi jangka panjang.

Ketiga, asimetri kekuatan dan arus ideologi one state membuat status quo terasa lebih aman bagi sebagian pihak dibanding risiko kompromi besar.

Di sinilah dilema moral dan politik bertemu.

Perdamaian menuntut keberanian untuk kehilangan sebagian demi masa depan bersama.
Tetapi politik sering mengajarkan untuk mempertahankan semuanya, bahkan jika itu berarti kehilangan masa depan.

-000-

Apa yang Baru dari Board of Peace?

Yang baru dari Board of Peace bukanlah gagasan dua negara.
Yang baru adalah pendekatan terhadap masa transisi.

BoP mencoba menggabungkan keamanan dan rekonstruksi dalam satu kerangka terpusat. Ia bergerak cepat. Ia menjanjikan dana. Ia menawarkan koordinasi yang lebih efisien.

Dalam situasi krisis, efisiensi adalah daya tarik yang besar.

Namun rekonstruksi dapat berubah menjadi substitusi kedaulatan jika tidak diikat secara eksplisit pada peta jalan menuju negara Palestina yang berdaulat.

Gaza bisa dibangun kembali. Jalan bisa diperbaiki. Gedung bisa berdiri lagi. Tetapi tanpa pengakuan politik, pembangunan hanya memperindah ketidakpastian.

Apakah perdamaian lahir dari kontrol keamanan?
Ataukah dari pengakuan hak menentukan nasib sendiri?

Jika BoP berani mengikat dirinya secara jelas pada two state solution dan menempatkan kedaulatan Palestina sebagai tujuan akhir yang terukur, ia dapat menjadi akselerator sejarah.

Jika tidak, ia hanya akan menjadi jeda panjang dalam konflik yang terus diwariskan.

-000-

Posisi Indonesia

Indonesia memilih hadir. Itu keputusan yang realistis. Namun kehadiran harus disertai batas yang tegas. Indonesia perlu memastikan empat prinsip.

Mandat harus berbasis hukum internasional. Persetujuan otoritas Palestina harus menjadi fondasi moral dan politik.

Peran Indonesia harus berfokus pada perlindungan sipil dan kemanusiaan. Rekonstruksi harus secara eksplisit ditautkan pada visi dua negara.

Indonesia tidak boleh terseret menjadi bagian dari arsitektur yang secara tidak sadar membekukan konflik.

Hadir, tetapi mengikat.
Ikut, tetapi memberi syarat.
Membantu, tetapi tidak larut.

Diplomasi yang matang bukan sekadar keberanian hadir.
Diplomasi yang matang memastikan arah sejarah tidak tersesat.

-000-

Dua Buku ini Memperkaya Diskusi soal konflik Palestina- Israel. Pertama, The Missing Peace, karya Dennis Ross (2004).

Dennis Ross memperlihatkan bahwa perdamaian bukan sekadar soal formula politik. Ia adalah soal kesiapan psikologis dan keberanian pemimpin untuk mengambil risiko yang tidak populer.

Proses yang tampak menjanjikan dapat runtuh ketika kepercayaan tidak cukup kuat menopang kompromi.

Buku ini mengingatkan bahwa stabilitas administratif tanpa kesepakatan final hanya memperpanjang ketidakpastian. Mesin diplomasi harus digerakkan oleh legitimasi politik yang nyata.

Kedua, buku The Hundred Years’ War on Palestine, ditulis oleh Rashid Khalidi, 2020

ADVERTISEMENT

Rashid Khalidi menunjukkan bagaimana konflik Palestina berulang dalam pola yang sama ketika administrasi sementara menggantikan solusi final. Ia mengajarkan bahwa pembangunan fisik tidak identik dengan kebebasan politik.

Tanpa pengakuan kedaulatan, stabilitas bisa menjadi bentuk lain dari pembekuan konflik.

Dua buku ini memberi satu pelajaran yang sama.
Rekonstruksi harus berjalan bersama legitimasi.
Jika tidak, sejarah hanya akan berputar di tempat yang sama.

-000-

Karena itu, Board of Peace harus transparan dan akuntabel: setiap mandat, pendanaan, dan keputusan keamanan wajib diuji dengan satu pertanyaan pokok—apakah ia mendekatkan, atau menjauhkan, Palestina dari kedaulatan.

Palestina merdeka berdiri di atas dua pilar: moral dan hukum.

Moral berkata bahwa tidak ada bangsa yang pantas hidup selamanya dalam ketidakpastian.
Hukum berkata bahwa dunia telah berulang kali menegaskan visi dua negara sebagai solusi yang sah.

Board of Peace adalah jalan baru yang berliku. Ia bisa menjadi tangga menuju kemerdekaan. Ia juga bisa menjadi labirin yang menunda.

Indonesia harus memastikan bahwa langkahnya bukan sekadar hadir dalam forum, tetapi hadir dalam arah sejarah.

Karena pada akhirnya, kita kembali pada gambar yang paling sederhana.

Seorang ibu tua menggenggam tanah di Khan Younis.
Ia tidak meminta balas.
Ia meminta negaranya diakui.

Jika Board of Peace mampu mengantar doa itu menjadi paspor dan bendera, maka ia adalah jembatan.

Jika tidak, ia hanya akan menambah satu nama lembaga, sementara kuburan tetap bertambah.

Jakarta, 18 Februari 2026

Baca Juga

85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Gaza | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

REFERENSI

The Missing Peace: The Inside Story of the Fight for Middle East Peace

(Penulis: Dennis Ross
Penerbit: Farrar, Straus and Giroux
Tahun Terbit: 2004)

The Hundred Years’ War on Palestine: A History of Settler Colonialism and Resistance, 1917–2017

(Penulis: Rashid Khalidi
Penerbit: Metropolitan Books
Tahun Terbit: 2020)

-000-

Ratusan esai Denny JA soal filsafat hidup, political economy, sastra, agama dan spiritualitas, politik demokrasi, sejarah, positive psychology, catatan perjalanan, review buku, film dan lagu, bisa dilihat di FaceBook Denny JA’s World

https://www.facebook.com/share/17Fg7cvUpc/?mibextid=wwXIfr

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 327x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 316x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 211x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Gaza | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka - IMG_9974 | #Gaza | Potret Online

Ramadan dan Rekonstruksi Kekuatan Umat: Integrasi Ritualitas dan Intelektualitas Menuju Umat yang Kuat Secara Spiritual dan Struktural

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com