• Latest
Bullying: Luka yang Tak Terlihat, Dampak yang Nyata

Bullying: Luka yang Tak Terlihat, Dampak yang Nyata

Januari 28, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bullying: Luka yang Tak Terlihat, Dampak yang Nyata

Redaksiby Redaksi
Januari 28, 2026
Reading Time: 2 mins read
Bullying: Luka yang Tak Terlihat, Dampak yang Nyata
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Mawardatul Husna 

Siswi Kelas 1 SMA Negeri Suka Nakmur, Aceh Besar

Bullying merupakan salah satu masalah sosial, yang hingga kini masih sering terjadi, terutama di lingkungan sekolah. Bullying dapat diartikan sebagai tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap individu lain yang dianggap lebih lemah. 

Tindakan ini bisa berupa kekerasan fisik, verbal, psikologis, maupun melalui media digital. Meskipun sering dianggap sebagai hal sepele atau bagian dari “candaan”, bullying sesungguhnya meninggalkan luka yang dalam dan berdampak panjang bagi korban.

Bentuk-bentuk bullying sangat beragam. Bullying fisik meliputi tindakan memukul, menendang, mendorong, atau merusak barang milik korban. Bullying verbal biasanya berupa ejekan, hinaan, panggilan nama yang merendahkan, serta ancaman. Sementara itu, bullying psikologis atau sosial dilakukan dengan cara mengucilkan, menyebarkan rumor, atau mempermalukan korban di depan umum. 

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Di era digital, muncul pula cyberbullying, yaitu perundungan yang dilakukan melalui media sosial, pesan singkat, atau platform daring lainnya. Cyberbullying sering kali lebih berbahaya karena dapat menyebar luas dan sulit dihentikan.

Penyebab bullying tidak berdiri sendiri. Banyak faktor yang mendorong seseorang menjadi pelaku bullying, seperti lingkungan keluarga yang kurang harmonis, kurangnya perhatian orang tua, pengaruh teman sebaya, hingga budaya kekerasan yang dianggap wajar. 

Selain itu, perbedaan fisik, latar belakang ekonomi, prestasi akademik, atau kepribadian sering menjadi alasan seseorang dijadikan target bullying. Kurangnya empati dan pemahaman tentang dampak perundungan juga memperparah masalah ini.

Dampak bullying terhadap korban sangat serius. Secara psikologis, korban dapat mengalami rasa takut, cemas, rendah diri, dan kehilangan kepercayaan diri. Tidak sedikit korban yang merasa terisolasi dan enggan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dalam jangka panjang, bullying dapat memengaruhi prestasi belajar, kesehatan mental, dan perkembangan kepribadian korban. Luka akibat bullying tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi bekasnya dapat tertanam lama dalam ingatan dan perasaan korban.

Oleh sebab itu, aksi bullying tidak boleh tumbuh dan bersemi di dalam kehidupan kita, termasuk di lingkungan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didik membangun masa depan yang lebih baik. Di sinilah perlu upaya nyata dari setiap pihak untuk mencegah sejak awal munculnya aksi atau tindakan bully di mana saja dan kapan saja terhadap siapa saja. 

Kita akan mampu mencegah terjadinya aksi bullying, ketika kita saling peduli, peka dan mau bertindak mencegahnya. Selayaknya semua pihak selalu waspada terhadap aksi atau tindakan bullying di sekitar kita. Mari kita saling peduli, bahu-membahu mencegah bully:

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Smartphone addiction among the young is undeniably real

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com