POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Proliga Dimulai, Aksi Megawati Paling Ditunggu di Pontianak

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 10, 2026
Proliga Dimulai, Aksi Megawati Paling Ditunggu di Pontianak
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Proliga Dimulai, Aksi Megawati Paling Ditunggu di Pontianak

Kaget juga, ternyata pembukaan Proliga 2026 dimulai di Kota Pontianak, kota saya, wak. Yang membuat bangga, ada Megawati. Hari ini liga dibuka, dan kawan si ehem Nohran ini pun akan tampil. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Pontianak seperti menemukan titik pusat gravitasinya sendiri saat Proliga 2026 dibuka. Bukan kebetulan kota ini punya Tugu Khatulistiwa, karena pada momen ini, Megawati Hangestri Pertiwi berdiri persis di garis nol perhatian publik. Ke mana kamera mengarah, ke sanalah Mega berada. Di GOR Terpadu A. Yani, ia bukan sekadar opposite hitter Jakarta Pertamina Enduro, tapi poros pertandingan, seperti patok bumi yang membuat arah utara dan selatan sepakat untuk tunduk.

Megawati datang ke Proliga 2026 dengan status bintang Asia. Dua musim ia mengarungi liga Korea Selatan, sempat singgah ke Thailand dan Vietnam, terakhir di Turki, lalu pulang dengan aura matang. Smash-nya mengalir seperti Sungai Kapuas, panjang, konsisten, dan kalau sudah menghantam, tak ada yang bisa melawan arus. Jakarta Pertamina Enduro, juara bertahan Proliga, langsung menjelma seperti Istana Kadariah yang berwibawa, kokoh, dan seolah sudah tahu takdirnya akan selalu jadi pusat kekuasaan.

Proliga 2026 sendiri diikuti 12 tim, lima tim putra dan tujuh tim putri. Di sektor putra, ada Jakarta LavAni Allo Bank, Bhayangkara Presisi, Surabaya Samator, Jakarta Garuda Jaya, dan pendatang baru Medan Falcons. Mereka bertanding gagah, serius, penuh strategi, tapi jujur saja, sorotan publik lebih sering melompat ke sektor putri, tempat Megawati berdiri seperti Jembatan Kapuas, menghubungkan antusiasme penonton dan kualitas permainan.

Sektor putri diisi tujuh tim: Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta BIN, Bandung bjb Tandamata, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Jakarta Popsivo Polwan, Electric PLN, dan satu lagi kekuatan lama yang selalu siap bikin kejutan. Namun sejak Mega resmi berseragam JPE, peta persaingan berubah. Satu lompatan Mega terasa seperti orang berdiri di Water Front Pontianak saat senja, hening sejenak, lalu riuh bersamaan. Penonton berdiri, teriak, dan merasa menjadi bagian dari sejarah kecil yang sedang terjadi.

📚 Artikel Terkait

RIZAL RAMLI DALAM KENANGAN

Hisab Azab

MELUKIS POTRET TAHUN BAHARU

Dari Ruang Kelas ke Dunia Maya: Strategi Pendidikan untuk Membangun Kesadaran Kritis di Era Post-Truth

Di lapangan, Mega tenang seperti warung kopi Pontianak di pagi hari. Tidak banyak gaya, tidak banyak selebrasi. Ia mengamati, menunggu, lalu menghantam tepat sasaran. Smash-nya kadang berdentum seperti Meriam Karbit yang keras, mengejutkan, dan disambut sorak yang menggema. Lawan bukan hanya kehilangan poin, tapi kehilangan arah. Blok tinggi pun sering kali cuma jadi ornamen, seperti pagar taman yang tak menghalangi siapa pun untuk masuk.

Kompetisi Proliga 2026 akan berlangsung hingga April, digelar di beberapa kota seperti Pontianak, Medan, Bandung, dan Gresik. Namun seri pembuka di Pontianak terasa istimewa. Taman Alun Kapuas mungkin tak masuk ke dalam gor, tapi suasana kebersamaan itu terasa sama, penuh orang, penuh cerita, dan penuh kebanggaan. Kota ini seperti Tugu Digulis, diam, tapi menyimpan makna perlawanan dan keteguhan.

Di tengah semua data, tim, dan jadwal, satu hal paling jelas, Proliga 2026 punya wajah, dan wajah itu bernama Megawati. Selama ia berdiri di lapangan, pertandingan punya arah, kota punya cerita, dan penonton punya alasan untuk pulang dengan suara serak tapi hati penuh. Di Pontianak, Mega bukan sekadar pemain. Ia sudah menjadi metafora kota itu sendiri.

Aura Kasih membeli melati
Sudah kembang dinoda kuntilanak
Terima kasih buat Megawati
Sudah datang di Kota Pontianak

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Penangkapan Nicolas Maduro dan Wajah Baru Geopolitik Global

Penangkapan Nicolas Maduro dan Wajah Baru Geopolitik Global

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00