Dengarkan Artikel
Oleh Audry Varadisya Martin
Foto Bersama Peserta Bedah Buku Novita Sari Yahya
“Mencintai berarti berkorban dan melakukan yang terbaik untuk yang dicintai,” tulis Novita Sari Yahya melalui cerpen Kesetiaan Lelakimu dalam antologi Romansa Cinta.
Pandangan tersebut menjadi pengantar diskusi dalam kegiatan bedah buku antologi Romansa Cinta yang digelar di Kabupaten Tangerang, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pegiat literasi, pegiat sosial, serta pegiat seni yang tertarik membahas persoalan cinta dan relasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi diskusi, Novita memaparkan bahwa cinta merupakan pengalaman yang dekat dengan kehidupan manusia, namun tidak selalu berakhir dengan kebahagiaan. Dari kegagalan dalam percintaan, seseorang dapat belajar mengenali serta menyembuhkan luka yang kerap tidak disadari maupun diterima.
“Menemani seseorang saat terluka juga merupakan bentuk cinta. Saya mengutip ulasan dari Kyai Husein Muhammad. Setiap orang pernah jatuh cinta, terluka, dikhianati, atau berada di posisi yang tersakiti. Mereka yang tidak memiliki ruang untuk mengolah pengalaman tersebut dapat menemukan masukan-masukan positif melalui membaca,” ujar Novita.
Ia menambahkan bahwa menulis tidak hanya menjadi sarana untuk merajut luka pribadi, tetapi juga untuk menceritakan luka orang lain. Hal tersebut, menurutnya, dapat menyentuh pembaca karena merasa memiliki pengalaman yang serupa.
Diskusi kemudian berkembang dari pertanyaan peserta mengenai target pembaca hingga keterkaitan erat antara cinta dan luka. Novita menjelaskan bahwa antologi Romansa Cinta tidak semata-mata ditujukan bagi mereka yang terluka, melainkan juga bagi individu yang membentengi diri dengan ego terhadap realitas hidup yang dialaminya.
“Ada pembaca yang mengulas buku ini dan mengaku egonya runtuh, lalu melebur ke dalam cerita,” tambahnya, mengisyaratkan bagaimana pembaca dapat terilhami dan hanyut dalam untaian kisah yang disajikan.
Selain Romansa Cinta, Novita juga telah menerbitkan karya lain, di antaranya Ibu Bangsa Wajah Bangsa dan Padusi. Melalui karya-karyanya, ia mengajak pembaca untuk kembali menyuburkan nilai-nilai cinta, tidak hanya dalam relasi pasangan, tetapi juga dalam menegakkan kemanusiaan.
Antologi Romansa Cinta tidak berhenti pada teks. Puisi-puisi karya Novita turut digarap menjadi lagu pengantar di setiap karyanya. Khusus untuk antologi ini, saat ini tengah berada dalam tahap perencanaan untuk diadaptasi ke dalam film.
Melalui kegiatan bedah buku tersebut, diharapkan dapat menjadi langkah awal kontribusi nyata bagi masyarakat. Pembelian buku antologi Romansa Cinta juga menjadi bagian dari donasi untuk mendukung operasional Rumah Pengasuhan Anak dan Pendidikan Keluarga yang digagas oleh Novita Sari Yahya.
📚 Artikel Terkait
Profil Singkat:
Penulis dan Peneliti
Karya yang Telah Diterbitkan:
Romansa Cinta (Antologi 23 Cerpen)
Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
Novita & Kebangsaan
Ibu Bangsa, Wajah Bangsa
Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
Self Love: Rumah Perlindungan Diri
Makna di Setiap Rasa (Antologi Puisi)
Siluet Cinta, Pelangi Rindu
Pemesanan Buku: 0895-2001-8812
Segera peluncuran pemilihan Miss, Mrs dan Mister Zamrud khatulistiwa
Lagu Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
Pencipta lagu Gede Jerson
Berdasarkan puisi Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa karya Novita sari yahya
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






