POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

“Pria dari Tanah Zamrud”: Refleksi Karakter, Etika, dan Kesadaran Lingkungan

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
December 29, 2025
“Pria dari Tanah Zamrud”: Refleksi Karakter, Etika, dan Kesadaran Lingkungan
🔊

Dengarkan Artikel

“Pria dari Tanah Zamrud”: Refleksi Karakter, Etika, dan Kesadaran Lingkungan

Lagu Pria dari Tanah Zamrud merupakan karya yang lahir dari perenungan mendalam atas kondisi Indonesia hari ini. Lagu ini diciptakan oleh Gede Jerson, dengan lirik yang berangkat dari puisi karya Novita Sari Yahya.

Lagu kolaborasi dengan pencipta lagu Gede Jerson

 Kolaborasi antara musik dan puisi tersebut melahirkan sebuah narasi reflektif tentang sosok pria Indonesia, bukan sekadar sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan zaman.

Indonesia saat ini berada di tengah ketidakpastian. Kerusakan lingkungan yang semakin nyata, perubahan iklim yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, serta hiruk pikuk sosial dan politik yang sering kali memecah perhatian publik, menjadi latar sosial yang kuat bagi lahirnya lagu ini. Dalam situasi seperti itu, Pria dari Tanah Zamrud hadir bukan sebagai hiburan semata, melainkan sebagai ajakan untuk kembali merenungkan nilai-nilai dasar tentang karakter, tanggung jawab, dan kesadaran kolektif.

Istilah “tanah zamrud” merujuk pada Indonesia sebagai negeri yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal. Namun, kekayaan tersebut tidak akan bermakna tanpa manusia yang memiliki kesadaran etis dan logis dalam menjaganya. Lagu ini memotret pria Indonesia bukan dalam pengertian maskulinitas yang sempit, melainkan sebagai sosok yang berakar pada nilai moral, keberanian bersikap, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

Melalui liriknya, Pria dari Tanah Zamrud mengajak pendengar untuk melihat kembali esensi pembangunan karakter. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, teknologi, atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang pembentukan manusia yang memiliki integritas. Pria Indonesia digambarkan sebagai individu yang mampu berpikir jernih, bertindak adil, dan tidak abai terhadap dampak perbuatannya bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Kesadaran lingkungan menjadi salah satu pesan utama dalam lagu ini. Kerusakan alam yang terjadi hari ini bukanlah peristiwa yang datang tiba-tiba, melainkan akumulasi dari sikap manusia yang sering kali mengabaikan keseimbangan alam. Melalui refleksi ini, pria dari tanah zamrud diposisikan sebagai subjek perubahan, bukan penonton pasif. Ia diharapkan mampu mengambil peran nyata, mulai dari tindakan sederhana hingga kontribusi yang lebih luas bagi keberlanjutan lingkungan.

📚 Artikel Terkait

Layanan Kring-Kring

Apis, Penjaga Cahaya di Jalan Sunyi

Secuil Kisah Driver Ojol

Kuflet Berikan Plakat Apresiasi kepada Pendukung Teater “Sayap-Sayap Proklamasi”

Selain isu lingkungan, lagu ini juga merefleksikan situasi sosial dan politik yang kompleks. Di tengah perbedaan pandangan dan kepentingan, pria Indonesia diingatkan untuk tetap berpijak pada nilai etika dan logika. Rasionalitas tanpa etika dapat melahirkan ketidakadilan, sementara idealisme tanpa nalar dapat menimbulkan konflik. Oleh karena itu, keseimbangan antara keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun karakter bangsa.

Makna Pria dari Tanah Zamrud tidak berhenti pada ranah musikal. Refleksi yang terkandung di dalamnya diwujudkan secara konkret dalam ajang pemilihan Miss dan Mister Nusantara Archipelago Nusantara. Ajang ini tidak semata-mata menampilkan estetika atau pencitraan, tetapi dirancang sebagai ruang pembentukan karakter, kesadaran sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, pria dari tanah zamrud menjadi simbol nilai yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.

Melalui ajang tersebut, konsep pria Indonesia diperluas maknanya. Ia tidak hanya dinilai dari penampilan luar, tetapi dari cara berpikir, sikap terhadap lingkungan, serta komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Seni, dalam hal ini musik dan pageant, menjadi medium pendidikan karakter yang halus namun bermakna, menyentuh emosi sekaligus mengajak untuk berpikir.

Lagu ini juga menunjukkan bahwa seni memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik. Puisi yang diolah menjadi lirik lagu mampu menjangkau ruang batin pendengar, sementara musik memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Dalam situasi bangsa yang penuh dinamika, pendekatan kultural semacam ini menjadi penting untuk menjaga kepekaan sosial dan rasa memiliki terhadap Indonesia.

Pada akhirnya, Pria dari Tanah Zamrud adalah cermin sekaligus harapan. Ia mencerminkan realitas Indonesia hari ini dengan segala tantangannya, sekaligus menawarkan harapan tentang sosok pria yang berkarakter, beretika, dan bertanggung jawab. Lagu ini mengingatkan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan sistem, tetapi oleh manusia yang menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam tindakan nyata.

Melalui refleksi ini, pria dari tanah zamrud bukan sekadar simbol artistik, melainkan panggilan moral bagi setiap individu untuk menjaga alam, merawat persatuan, dan berkontribusi secara nyata bagi Indonesia. Seni, karakter, dan kesadaran kolektif berpadu menjadi satu pesan: bahwa membangun bangsa dimulai dari membangun manusia.

KONTAK RESMI

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Miss & Mister Nusantara Archipelago International, silakan menghubungi:

Nusantara Archipelago International

📞 +62 889-5540-226

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Panggung Anak, Tumbuh Kembang, dan Tanggung Jawab Pendidikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00