• Latest

Menangguh Politik Hukum Ijazah Palsu

November 14, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menangguh Politik Hukum Ijazah Palsu

Redaksi by Redaksi
November 14, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh ReO Fiksiwan

“Keputusan yang baik tidak memerlukan jawaban yang baik; melainkan memerlukan pertanyaan yang baik.” — Malcolm Gladwell(62), What the Dog Saw: And Other Adventures(2009).

Di negeri yang gemar menertawakan dirinya sendiri, politik hukum sering kali tampil sebagai panggung satire yang lebih menghibur daripada teater rakyat.

Penetapan delapan tersangka oleh Polda Metro Jaya atas kasus “penuduh” ijazah palsu Presiden Joko Widodo (2014–2024) adalah salah satu babak paling absurd dalam drama hukum kontemporer. Trio RRT—Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma—menjadi tokoh utama dalam lakon ini, menjalani pemeriksaan maraton selama sembilan jam pada 13 November 2025, lalu pulang tanpa penahanan.

Sebuah ironi yang membuat publik bertanya: siapa sebenarnya yang sedang diadili, kebenaran atau keberanian?

Tekanan publik yang disebut “silent majority” justru semakin bising dalam diam.

Namun, tekanan publik diam ini, bisa diacu sebagai „uji diam“ pada dukungan kuat dan besar dari metapolitik dan daya tarik legitimasi kekuasaan rezim Presiden Prabowo — dalam penggerogotan luar-dalam, ekstenal-internal — dengan daya rusak legasi kuasa rezim sebelumnya.

Komentar Mahfud MD dan Amien Rais di kanal YouTube dan Instagram mereka menambah lapisan semiotik dalam drama ini, seolah mengundang respon metapolitik dari kepemimpinan Presiden Prabowo.

Algoritme media sosial bekerja seperti doa malam di pekuburan: gaib, sunyi, tetapi penuh resonansi.

Publik diam, tetapi diam itu bukan kosong; ia adalah operasi senyap yang menggerakkan opini, membentuk narasi, dan menunggu momentum.

Siaran pers dr. Tifa di laman Facebooknya menegaskan bahwa inti perjuangan bukanlah ditahan atau dibebaskan, melainkan menegakkan kebenaran berbasis keilmuan. Ia menulis dengan nada religius sekaligus reflektif, bahwa proses panjang mencari kebenaran tidak berhenti pada kenyamanan pribadi.

Pernyataan ini, jika dibaca dengan kacamata John Rawls, adalah seruan untuk menegakkan prinsip keadilan sebagai fairness: bahwa hukum harus melayani kebenaran, bukan sekadar melayani kekuasaan.

Namun, dalam praktiknya, bias kognitif ala Daniel Kahneman dan bias konfirmasi yang diulas Rolf Dobelli tampak mendominasi: publik dan aparat sama-sama terjebak dalam narasi yang mereka ingin percayai, bukan pada fakta yang harus diuji.

Malcolm Gladwell, penulis dan jurnalis, dikenal karena gaya naratifnya yang menggabungkan psikologi, sosiologi, dan analisis budaya, dalam What the Dog Saw mengingatkan bahwa sering kali kita lebih sibuk melihat apa yang ingin kita lihat daripada memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Hakikat kebenaran faktual menurut Gladwell adalah bahwa fakta sering kali tidak berbicara sendiri; ia membutuhkan konteks, interpretasi, dan pertanyaan kritis.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Dalam konteks hukum, hal ini relevan: kebenaran hukum bukan sekadar kumpulan fakta, tetapi hasil dari proses interpretasi, argumentasi, dan pembuktian.

Gladwell menekankan bahwa keputusan yang baik lahir dari kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga membuka ruang bagi fakta untuk berbicara dengan jernih.

Dengan demikian, What the Dog Saw memberi pelajaran bahwa dalam menghadapi politik hukum atau perdebatan publik, kita tidak boleh hanya terpaku pada jawaban yang sudah ada.

Kita harus berani mempertanyakan, menggali, dan menafsirkan ulang fakta agar kebenaran hukum tidak menjadi sekadar formalitas, melainkan benar-benar mencerminkan keadilan.

Kasus ijazah palsu ini menjadi cermin betapa politik hukum di Indonesia bisa berubah menjadi arena persepsi, bukan arena verifikasi.

Polisi bekerja dengan prosedur, publik bekerja dengan prasangka, elit bekerja dengan komentar, dan algoritme bekerja dengan diam yang berisik.

Semua bergerak dalam orbit masing-masing, tetapi jarang bertemu pada titik kebenaran.
Satire politik hukum ini akhirnya menyingkap daya rusak sistem hukum yang terlalu mudah dijadikan alat legitimasi.

ADVERTISEMENT

Menangguhinya berarti menertawakan absurditasnya, sekaligus mengingatkan bahwa hukum seharusnya menjadi pranata keadilan, bukan panggung sandiwara.

Dalam diam “silent majority”, dalam doa malam yang gaib, dalam algoritme yang tak terlihat, publik sebenarnya sedang menunggu: apakah hukum akan kembali menjadi jalan menuju kebenaran, atau sekadar menjadi panggung komedi yang terus dipentaskan tanpa akhir.

coversongs: Lagu Nikita dirilis oleh Elton John pada 4 Oktober 1985 sebagai single utama dari album Ice on Fire.

Pesan lagu berkisah tentang cinta terlarang dan kerinduan yang terhalang oleh batas politik, menggambarkan seorang pria yang jatuh cinta pada penjaga perbatasan (Nikita) di balik Tirai Besi era Perang Dingin, namun tak bisa bersatu karena tembok ideologi dan politik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 301x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 249x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

‎Lukisan Sepasang Bangau, Cerita Pendek dan Puisi Dua Larik di Warung Kopi

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com