POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

‎Lukisan Sepasang Bangau, Cerita Pendek dan Puisi Dua Larik di Warung Kopi

RedaksiOleh Redaksi
November 14, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


‎Oleh Anies Septivirawan

Penulis
‎
‎
‎
‎”Langit berpayung temaram
‎bilik hati sepoi bergumam”,  dua larik puisi ini adalah kiriman teman sekolah pada saat pagi yang diselimuti mendung dan ditemani rinai, gerimis.
‎
‎Memang pas dan klop situasinya. Dan entah siapa yang hadir lebih dulu.  Berawal dari mendung dan gerimis  lalu hadir puisi dua larik itu, atau, puisi dua larik yang lahir lebih dulu lalu  tiba -tiba apakah kemudian langit melukis mendung dan menuntun gerimis ke pundak bumi?  Entahlah, hanya skenario semesta yang mengerti.
‎
‎Dua larik puisi naratif itu bukanlah yang pertama kali berpijak di laman WhatsAppku. Ia hadir di WhatsAppku setiap hari. Kadang kubaca, namun lebih sering belum kubaca karena kesibukanku.
‎
‎Dan pagi ini, entah malaikat turun dari langit ke berapa seolah menuntun sepasang mata tuaku menuju notifikasi senyap. Kubaca rangkaian huruf itu membentuk serpihan puisi yang belum usai disulam. Ya, disulam demi menambal lembar batin yang robek nan gelisah.
‎
‎Pengirim puisi dua larik belum rampung di beranda medsosku itu bernama Sarimun Effendi. Teman sekolah SD hingga SMP. Ia pegiat seni lukis sejak SD hingga sekarang. Dan kini beraktivitas di warung kopi yang dikelolanya sendiri, modal sendiri. Ia pengusaha kecil mandiri.
‎
‎Ia lahir dan bersekolah, besar dan dewasa di Situbondo. Setamat SMA sempat hijrah sebentar di kota Atlas, Semarang, Jawa Tengah.
‎
‎Berbekal bakat bawaan dari rahim sang ibu, melukis ia coba kembangkan di kota langganan banjir itu. Lalu terjun di tengah komunitas para pelukis dan perupa.
‎
‎Sebelum meninggalkan kota kelahirannya untuk sementara, ia pun pernah meng-hadiahi berupa lukisan “Sepasang Bangau” di hari ulang tahunku. Aku memajang lukisannya di dinding ruang tamu saat aku jomblo kala itu. Setahun kemudian, aku menikah dan hidup berdua bersama istri. Lukisan “Sepasang Bangau” itu seperti mantra di atas kanvas. Obyek lukisan itu seolah memanjatkan doa dan doa itu terkabul: aku menjadi sepasang suami istri, seperti “Sepasang Bangau” di lukisan karya Sarimun Effendi.
‎
‎Karya-karya goresan kuas di atas kanvas miliknya, pun tidak jarang menghiasi dinding – dinding event pameran. Setelah sekian tahun, aku tidak mendengar kabar tentang ia lagi.
‎
‎Syahdan, pasca era pandemi Covid -19, aku bertemu kembali di kota kelahiran kami dan tali silaturahmi secara langsung ataupun via layanan pesan WhatsApp pun mulai intensif kembali.
‎
‎Bahkan kini rumah leluhurnya disulap menjadi warung kopi yang selalu beraksi bisu atas pertemuan kami berdua beserta seluruh teman lain alumni sekolah, hadir setiap pagi atau malam, menyeduh kopi hitam, wedang kuwuh, teh bunga telang dan aneka minuman herbal lainnya. 
‎
‎Selain berbakat mengarsir cat minyak di atas kanvas, ia juga pernah menulis cerita pendek yang pernah dimuat di sebuah media cetak mainstream kala itu, tahun 90-an.
‎
‎”Sekali itu saja, sampai sekarang saya tidak menulis lagi. Sekali berarti, sudah itu mati,”  ujarnya, mengutip penggalan puisi Chairil Anwar, seraya tertawa kecil.
‎
‎
‎Situbondo, Kamis malam (13/11/25).
‎

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Satu Tamparan di Sekolah: Hukuman atau Kejahatan? Membedah Dilema Pendidikan Kita

Terkurung Tanpa Suara

Aceh Tidak Bangkit Memberontak, Aceh Sedang Berduka

Menyiapkan Pemimpin Politeknik Aceh yang Visioner

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ketika Tsunami Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00