• Latest

Keberanian KDM Menutup 26 Tambang Ilegal Patut Diacungi Jempol

Oktober 31, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Keberanian KDM Menutup 26 Tambang Ilegal Patut Diacungi Jempol

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Oktober 31, 2025
Reading Time: 3 mins read
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Keberanian KDM Menutup 26 Tambang Ilegal Patut Diacungi Jempol

Tulisan ini bagi para pekerja tambang ilegal pasti tidak disenangi. Bisa-bisa diludahi, dan bilang preet. Tapi, bagi para pecinta lingkungan, pasti diapresiasi. Terutama buat KDM dengan keberanian tingkat dewa menutup 26 tambang ilegal. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Di pagi berdebu Parung Panjang, matahari tampak enggan terbit. Jalan-jalan retak, udara menggigit, dan suara truk tambang bergemuruh seperti marching band neraka. Setiap roda yang berputar seakan menulis satu nama korban baru di batu nisan bumi Jawa Barat. 115 jiwa sudah melayang, 150 lebih luka-luka, dan tanah pun menangis pelan di bawah roda kekuasaan ekonomi. Namun di tengah kabut abu dan kepalsuan, Kang KDM Mulyadi (KDM) berdiri tegak, tanpa tameng partai, tanpa pelindung lobi. Ia hanya membawa satu hal: keberanian.

Dengan satu tarikan pena, ia menandatangani Surat Nomor 7920/ES.09/PEREK, menutup 26 tambang di Parung Panjang. Sebuah tindakan yang di negeri ini setara dengan melawan dewa uang. Ia tahu risikonya, demo, tekanan, mungkin juga pengkhianatan. Tapi bagi KDM, diam adalah kejahatan. “Ekonomi harus jalan, tapi rakyat harus dilindungi,” katanya, tenang seperti mata air di tengah gurun debu.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Benar, badai pun datang. Puluhan warga turun ke jalan, membawa poster dan protes. Mereka berteriak, perut mereka dikorbankan. Tapi KDM tahu, yang sebenarnya dikorbankan selama ini adalah tanah, udara, dan nyawa. Mereka yang dulu diam saat korban jatuh, kini marah saat tambang ditutup. Ironi sosial yang menohok, seperti panggung sandiwara tanpa naskah.

“Saya tidak takut,” ucap KDM, menatap kamera seolah menatap masa depan. “Yang marah itu biasanya yang terganggu kepentingannya.” Kalimat sederhana itu terdengar seperti petir yang mengguncang gunung-gunung batu dan menampar meja-meja rapat.

Di Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia hanya tersenyum tipis dan berkata, “Saya belum tahu, belum baca.” Entah kenapa, seluruh rakyat mendadak paham kenapa tambang ilegal bisa beranak-pinak seperti cendawan birokrasi.

Dari catatan resmi, ada 176 tambang ilegal yang beroperasi di Jawa Barat. Sebarannya meliputi 16 kabupaten dan 1 kota, yakni Cirebon, Sukabumi, Bogor, hingga Geopark Ciletuh. Mereka menggali 11 jenis komoditas, pasir, batu, tanah uruk, emas, dengan semangat yang bahkan batu pun mungkin sudah muak. Ada 130 pelaku perseorangan dan 46 badan usaha, semuanya merasa bumi adalah toko grosir yang bisa ditambang tanpa kasir.

Namun, sepanjang semester pertama 2025, KDM sudah menutup 118 tambang ilegal. Ia seperti pahlawan mitologi yang bertarung dengan naga berkepala sebelas bernama “izin”, “investor”, dan “intervensi”. Bahkan di Gunung Halimun Salak, tempat hutan berkabut masih menyimpan mitos kuno, berdiri 250 tenda biru penambang emas ilegal, sebuah kamp yang lebih mirip koloni di planet tandus daripada permukiman manusia.

KDM tahu ini bukan perang singkat. Ia bicara tentang ekonomi hijau, tentang transisi pekerjaan, konservasi, dan ekowisata. Ia tak menutup mata terhadap rakyat, tapi ia menolak menutup telinga terhadap jeritan bumi.

Lucunya, di tengah hiruk-pikuk tambang, kabar lain berhembus. PSSI akan umumkan pelatih baru Timnas Indonesia sebelum FIFA Match Day Maret 2026. Seolah selaras dengan semangat itu, KDM juga sedang memilih “pelatih” baru, bukan untuk sepak bola, tapi untuk moral publik. Ia sedang melatih rakyatnya agar tahu, keberanian tak lahir dari izin, melainkan dari nurani.

Keputusannya dianggap gila. Tapi, di negeri yang menganggap waras itu tunduk, kegilaan adalah bentuk tertinggi keberanian. KDM bukan sekadar gubernur, ia adalah manusia yang berdiri sendirian di tengah tambang, menatap langit yang abu-abu, dan berkata dengan suara lantang, “Kalau bumi ini harus diselamatkan, biarlah saya yang memulainya.”

Foto Ai hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Setiap Aktivitas Ibadah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com