POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Relasi Kuasa di Balik Kisah Cinta Publik Figur

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
October 26, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

.
Oleh : Novita sari yahya.

Belakangan ini, warganet ramai memperbincangkan perceraian pasangan selebritas populer seperti Raisa Andriana dan Hamish Daud, yang mengakhiri pernikahan setelah delapan tahun dengan gugatan cerai

Saat menikah, kisah cinta mereka digambarkan sebagai “hari patah hati sedunia.” Namun, di balik kemesraan yang dulu menghiasi media sosial, kini tersingkap kabar keretakan rumah tangga. Isu perselingkuhan, kontrol emosional, dan dominasi dalam relasi kembali menjadi sorotan publik.

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari cara masyarakat memandang relasi antara laki-laki dan perempuan (Suryakusuma, 2011). Di balik kisah asmara modern, masih hidup struktur sosial lama yang dikenal sebagai bapak-ibuisme. Konsep yang diperkenalkan oleh Julia Suryakusuma untuk menjelaskan ideologi gender Orde Baru yang masih memengaruhi hingga kini.

Bapak-Ibuisme: Ideologi Kekuasaan dalam Rumah Tangga dan Negara

Menurut Suryakusuma (2011), bapak-ibuisme adalah sistem sosial yang memadukan patriarki tradisional dengan birokrasi modern.

“Bapak” (laki-laki) dianggap kepala keluarga, pelindung, dan pengambil keputusan merupakan representasi negara di tingkat rumah tangga.
“Ibu” (perempuan) didefinisikan melalui peran melayani dan mendukung, bukan sebagai individu otonom.

Dalam praktiknya, ideologi ini membentuk relasi hierarkis, bukan setara (Heryanto, 2014). Di era digital, nilai-nilai tersebut terus direproduksi oleh media, pendidikan.

Dominasi simbolik “bapak” dan subordinasi “ibu” masih tampak dalam narasi pernikahan modern, di mana kepemimpinan dan keputusan sering diidentikkan dengan maskulinitas (Flood, 2020).

Analisis Psikologis: Maskulinitas, Dominasi, dan Luka Relasi Kuasa.

Dari perspektif psikologi sosial, ketimpangan relasi berakar pada maskulinitas hegemonik. Keyakinan bahwa laki-laki harus kuat, rasional, dan dominan (Flood, 2020).

Menurut American Psychological Association (2018), pria dengan ciri toxic masculinity (kontrol emosi rendah, dorongan dominasi, resistensi terhadap kesetaraan) berisiko dua kali lipat mengalami konflik.

Penelitian Nilan & Utomo (2018) di Asia Tenggara menunjukkan bahwa sekitar 60% pasangan dengan relasi kuasa tidak seimbang mengalami kelelahan emosional dan gaslighting (interpretatif dari deskripsi kualitatif penelitian). Hasilnya menunjukkan bahwa ketidakseimbangan kuasa sering memperburuk konflik interpersonal.

Cinta, dalam konteks ini, bukan lagi ruang pertumbuhan bersama retapi arena kekuasaan yang memperkuat superioritas salah satu pihak.

Sejarah Relasi Kuasa atas Tubuh Perempuan

Ketimpangan relasi gender memiliki akar sejarah panjang (Suryakusuma, 2011). Pasca-1965, banyak perempuan yang dituduh terlibat dalam Gerwani menjadi korban kekerasan seksual dan sosial oleh oknum aparat negara (Komnas Perempuan, 2012).

Dalam analisis feminis politik, tubuh perempuan dijadikan alat kontrol moral dan politik diposisikan sebagai simbol kesucian bangsa, tetapi kehilangan hak otonominya. Fenomena serupa juga ditemukan secara global, misalnya pada perempuan Vietnam yang ditinggalkan tentara Amerika pasca-perang.

📚 Artikel Terkait

Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan

Memek, Makanan Nan Menggoda Lidah

Perdamaian di Atas Reruntuhan: Gaza Dihancurkan, Dunia Menormalisasi Kekejaman

Nada-Nada Alam yang Membentuk Kekuatan

Sebagaimana ditulis Suryakusuma, perempuan kerap “dimuliakan sebagai simbol negara, namun dikorbankan sebagai individu.”

Relasi Kuasa di Balik Kisah Cinta Publik Figur.

Untuk memutus siklus ketimpangan dan kekerasan simbolik, Permenkes RI No. 21 Tahun 2021 tentang pemeriksaan kesehatan calon pengantin merupakan langkah progresif. Program ini mencakup: pemeriksaan fisik, konseling psikologis,
dan bimbingan komunikasi pasangan minimal tiga bulan sebelum menikah.

Namun, menurut Evaluasi Kemenkes (berdasarkan data 2019 dari laporan internal serta liputan Kemenkes.go.id dan Antara News; lihat juga Jurnal Sehat Mandiri, 2020). Partisipasi masyarakat urban baru sekitar 40%, dengan keberhasilan tertinggi di daerah seperti Bukittinggi. Fokus utama program masih pada kesehatan reproduksi, belum menyentuh kedewasaan emosional calon pengantin.

Pertanyaan penting pun muncul: apakah pasangan publik figur menjalankan proses ini secara penuh, atau pernikahan masih digerakkan oleh euforia dan citra publik semata?

Penutup: Cinta Bukan Relasi Kuasa

Hubungan sehat tidak dibangun di atas dominasi satu pihak atas pihak lain. Dalam masyarakat yang masih dipengaruhi oleh bapak-ibuisme, tugas kita bukan sekadar mengkritik struktur lama, tetapi membangun kesadaran baru . Bahwa cinta, keintiman, dan pernikahan seharusnya menjadi ruang kesetaraan dan pertumbuhan bersama.

Ketika dua individu bertemu dalam kesadaran penuh dan saling menghormati. Cinta bukan lagi alat legitimasi sosial tapi jalan kesetaraan.

Daftar Pustaka

American Psychological Association. (2018). Guidelines for Psychological Practice with Boys and Men. APA.

CNN Indonesia. (2025, 26 Oktober). Raisa dan Hamish Daud Buka Suara Soal Perceraian.

Komnas Perempuan. (2012). Laporan Pemantauan HAM Perempuan: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Berbasis Gender – Peristiwa 1965.

Flood, M. (2020). Attitudes Towards Men and Masculinities in Australia. VicHealth.

Heryanto, A. (2014). Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture. NUS Press / Kyoto University Press.

Jurnal Sehat Mandiri. (2020). “Evaluasi Pelaksanaan Program Kesehatan Reproduksi dan Seksual pada Calon Pengantin di Kota Bukittinggi Tahun 2019,” Vol. 15, No. 1, pp. 62–78.

Kemenkes RI. (2019/2023). Evaluasi Pelaksanaan Program Kesehatan Reproduksi dan Seksual pada Calon Pengantin. Laporan internal & siaran Kemenkes.go.id.

Nilan, P., & Utomo, I. D. (Eds.). (2018). Men and Masculinities in Southeast Asia. Routledge.

Permenkes RI No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Pengantin.

Suryakusuma, J. I. (2011). State Ibuism: The Social Construction of Womanhood in the Indonesian New Order. Komunitas Bambu.

Tentang Penulis

Novita Sari Yahya adalah penulis dan pemerhati isu anak, pendidikan, dan perempuan. Dalam satu tahun, ia telah menerbitkan delapan buku bertema literasi dan kemanusiaan. Aktif menulis di berbagai media nasional, Novita juga terlibat dalam kampanye “Stop Bullying” dan gerakan literasi sekolah.

📞 Kontak & Pemesanan Buku: 0895-2001-8812

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Wanita Pujaan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00