POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perjuangan Rakyat Samalanga Menghadapi Penjajahan

RedaksiOleh Redaksi
October 2, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Muhammad Fahri

Siswa SMA Negeri 2 Samalanga, Kabupaten Bireun, Aceh

Di masa penjajahan Belanda, rakyat Samalanga berdiri teguh mempertahankan tanah leluhur mereka.Mereka tidak gentar meski senjata lawan jauh lebih modern dan kuat.

Para ulama dan pejuang bahu-membahu mengobarkan semangat jihad fi sabilillah.

Dari surau dan meunasah, lahir keberanian yang menyala di dada rakyat.

Pertempuran demi pertempuran tercatat dengan darah dan air mata. Namun semangat rakyat Samalanga tidak pernah padam, meski banyak yang gugur.

Akhirnya, perjuangan itu menjadi tonggak sejarah keberanian. Warisan semangat mereka kini hidup dalam hati generasi penerus.

Rakyat Samalanga tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga dengan doa.

Mereka percaya bahwa setiap tetes keringat adalah amal untuk membela agama dan bangsa.

Kaum ibu turut berperan dengan memasak dan merawat para pejuang yang terluka.

Anak-anak muda menjadi kurir, membawa kabar perjuangan di tengah bahaya.

Belanda berulang kali mencoba menaklukkan Samalanga, tetapi selalu mendapat perlawanan. Hutan, bukit, dan sungai menjadi saksi keberanian rakyat yang tak pernah menyerah.

📚 Artikel Terkait

Sepeda

DIA YANG MELINTASI BADAI

Cari Judul Skripsi Dulu Pak

Belum ada Judul

Nama-nama pejuang Samalanga harum dikenang hingga kini, menjadi teladan sepanjang masa. Mereka membuktikan bahwa cinta tanah air lebih kuat daripada rasa takut.

Kini, semangat perjuangan itu diwariskan untuk membangun pendidikan dan perdamaian. Generasi muda Samalanga diingatkan agar menjaga sejarah dan tidak melupakan pengorbanan leluhur.

Tun Sri Lanang (nama asli Tun Muhammad) adalah bangsawan Johor yang diangkat sebagai Uleebalang (penguasa lokal) Samalanga oleh Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1613. 

Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Bendahara di Johor. Setelah Johor ditaklukkan oleh Aceh, ia dibawa ke Aceh dan kemudian diperintahkan memimpin wilayah Samalanga. 

Di masa pemerintahan Tun Sri Lanang (1615–1659), Samalanga menjadi pusat pengembangan Islam di kawasan timur Aceh, selain memiliki peran administratif dan budaya Melayu. 

Istana Tun Sri Lanang (“Rumoh Krueng”) dan makamnya di Desa Lueng, Kecamatan Samalanga, masih ada sebagai situs sejarah

Masjid Raya Samalanga (PoTeumeureuhom) adalah salah satu masjid tertua di Aceh. Pendidikan keagamaan (pengajian) sudah berlaku sejak zaman Sultan Iskandar Muda. Masyarakat dari berbagai daerah mendatangi masjid ini pada hari Jumat dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. 

Dayah MUDI Mesra adalah pesantren besar di Samalanga. Dirintis sejak era pemerintahan Sultan Iskandar Muda, dengan pimpinan pertama dikenal sebagai Faqeh Abdul Ghani. 

Ada juga Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, yang asalnya Meunasah Subueng Cot Meurak, didirikan 1703 oleh seorang ulama dari Mekkah, Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi. Pesantren ini pernah dihancurkan pemerintahan Belanda dan kemudian diaktifkan kembali pada tahun 2012. 

Gampong Batee Iliek dalam Kecamatan Samalanga pernah menjadi benteng penting dalam Perang Aceh. Sebelum akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada 3 Februari 1901, Batee Iliek dianggap sebagai pusat spiritual dan tempat perekrutan pejuang gerilya. 

Samalanga dikenal dengan banyak tokoh ulama dan pejuang, termasuk Pocut Meuligoe, seorang perempuan dari gampong Baro yang memimpin pemuda Samalanga menyerang Belanda di Batee Iliek.

Samalanga dijuluki “Kota Santri” karena banyaknya dayah/pesantren dan tradisi keagamaan yang sangat hidup di sana. 

Dayah‐dayah di Samalanga tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pengajian, tetapi juga sebagai pusat pembentukan kader ulama dan pemimpin lokal. Contohnya, Dayah MUDI Mesra telah melahirkan banyak ulama yang memiliki pengaruh di Aceh. 

Pemerintah setempat juga telah mengembangkan situs-situs sejarah menjadi tempat wisata sejarah, seperti Kawasan Wisata Sejarah Melayu di sekitar makam Tun Sri Lanang. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00