• Latest

Perjuangan Rakyat Samalanga Menghadapi Penjajahan

Oktober 2, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perjuangan Rakyat Samalanga Menghadapi Penjajahan

Redaksiby Redaksi
Oktober 2, 2025
Reading Time: 3 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Muhammad Fahri

Siswa SMA Negeri 2 Samalanga, Kabupaten Bireun, Aceh

Di masa penjajahan Belanda, rakyat Samalanga berdiri teguh mempertahankan tanah leluhur mereka.Mereka tidak gentar meski senjata lawan jauh lebih modern dan kuat.

Para ulama dan pejuang bahu-membahu mengobarkan semangat jihad fi sabilillah.

Dari surau dan meunasah, lahir keberanian yang menyala di dada rakyat.

Pertempuran demi pertempuran tercatat dengan darah dan air mata. Namun semangat rakyat Samalanga tidak pernah padam, meski banyak yang gugur.

Akhirnya, perjuangan itu menjadi tonggak sejarah keberanian. Warisan semangat mereka kini hidup dalam hati generasi penerus.

Rakyat Samalanga tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga dengan doa.

Mereka percaya bahwa setiap tetes keringat adalah amal untuk membela agama dan bangsa.

Kaum ibu turut berperan dengan memasak dan merawat para pejuang yang terluka.

Anak-anak muda menjadi kurir, membawa kabar perjuangan di tengah bahaya.

Belanda berulang kali mencoba menaklukkan Samalanga, tetapi selalu mendapat perlawanan. Hutan, bukit, dan sungai menjadi saksi keberanian rakyat yang tak pernah menyerah.

Nama-nama pejuang Samalanga harum dikenang hingga kini, menjadi teladan sepanjang masa. Mereka membuktikan bahwa cinta tanah air lebih kuat daripada rasa takut.

Kini, semangat perjuangan itu diwariskan untuk membangun pendidikan dan perdamaian. Generasi muda Samalanga diingatkan agar menjaga sejarah dan tidak melupakan pengorbanan leluhur.

Tun Sri Lanang (nama asli Tun Muhammad) adalah bangsawan Johor yang diangkat sebagai Uleebalang (penguasa lokal) Samalanga oleh Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1613. 

Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Bendahara di Johor. Setelah Johor ditaklukkan oleh Aceh, ia dibawa ke Aceh dan kemudian diperintahkan memimpin wilayah Samalanga. 

Di masa pemerintahan Tun Sri Lanang (1615–1659), Samalanga menjadi pusat pengembangan Islam di kawasan timur Aceh, selain memiliki peran administratif dan budaya Melayu. 

Istana Tun Sri Lanang (“Rumoh Krueng”) dan makamnya di Desa Lueng, Kecamatan Samalanga, masih ada sebagai situs sejarah

Masjid Raya Samalanga (PoTeumeureuhom) adalah salah satu masjid tertua di Aceh. Pendidikan keagamaan (pengajian) sudah berlaku sejak zaman Sultan Iskandar Muda. Masyarakat dari berbagai daerah mendatangi masjid ini pada hari Jumat dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. 

Dayah MUDI Mesra adalah pesantren besar di Samalanga. Dirintis sejak era pemerintahan Sultan Iskandar Muda, dengan pimpinan pertama dikenal sebagai Faqeh Abdul Ghani. 

Ada juga Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, yang asalnya Meunasah Subueng Cot Meurak, didirikan 1703 oleh seorang ulama dari Mekkah, Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi. Pesantren ini pernah dihancurkan pemerintahan Belanda dan kemudian diaktifkan kembali pada tahun 2012. 

Gampong Batee Iliek dalam Kecamatan Samalanga pernah menjadi benteng penting dalam Perang Aceh. Sebelum akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada 3 Februari 1901, Batee Iliek dianggap sebagai pusat spiritual dan tempat perekrutan pejuang gerilya. 

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026
ADVERTISEMENT

Samalanga dikenal dengan banyak tokoh ulama dan pejuang, termasuk Pocut Meuligoe, seorang perempuan dari gampong Baro yang memimpin pemuda Samalanga menyerang Belanda di Batee Iliek.

Samalanga dijuluki “Kota Santri” karena banyaknya dayah/pesantren dan tradisi keagamaan yang sangat hidup di sana. 

Dayah‐dayah di Samalanga tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pengajian, tetapi juga sebagai pusat pembentukan kader ulama dan pemimpin lokal. Contohnya, Dayah MUDI Mesra telah melahirkan banyak ulama yang memiliki pengaruh di Aceh. 

Pemerintah setempat juga telah mengembangkan situs-situs sejarah menjadi tempat wisata sejarah, seperti Kawasan Wisata Sejarah Melayu di sekitar makam Tun Sri Lanang. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com