• Latest

Kekuatan Kreativitas dan Sejarah Kelam Manusia Indonesia

Oktober 1, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kekuatan Kreativitas dan Sejarah Kelam Manusia Indonesia

Redaksiby Redaksi
Oktober 2, 2025
Reading Time: 3 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Novita Sari Yahya

Bayangkan: Mesin menguasai data, tapi hanya imajinasi manusia yang ciptakan wayang dan batik. Di Indonesia, kekuatan itu ada—tapi sering terkubur luka sejarah. Saatnya gali, sebelum terlambat.

Warisan Artistik: Kekuatan Utama Bangsa

Bangsa Indonesia memiliki keunggulan artistik, seperti diungkap Mochtar Lubis, tercermin dalam seni tari, folklore, ukiran, batik, dan wayang yang menjadi warisan UNESCO. Dalam pidato kebudayaannya di Taman Ismail Marzuki tahun 1977, Lubis menekankan sifat artistik sebagai kekuatan utama bangsa, meski kerap tertutupi kelemahan lain seperti kemalasan atau suka meratap.

Era Digital: Imajinasi yang Terancam

Di era digital, imajinasi manusia menjadi kunci, karena mesin unggul pada data rutin, bukan kreativitas orisinal. Namun, sejarah berdarah kerap mengekang potensi ini. Pemberontakan PRRI 1958 di Sumatera Barat menewaskan ribuan anak muda Minang, sedangkan tragedi G30S/PKI 1965 menewaskan 500.000–1 juta jiwa secara nasional, termasuk 80.000 di Bali, meninggalkan trauma kolektif yang masih terasa. Mahasiswa Indonesia di Eropa Timur pasca-1965 juga banyak yang diasingkan, kehilangan hak pulang dan status kewarganegaraan.

Kapitalisme dan Trauma: Tekanan pada Kreativitas

Dominasi kapitalisme dan sistem industri berisiko menekan kreativitas manusia Indonesia. Sejarah menunjukkan, karya nyata seperti Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer berhasil diakui dunia meski sempat dilarang Orde Baru. Setiap generasi Indonesia perlu dibesarkan dengan kesadaran sejarah dan etika, mengenal kehebatan kerajaan Nusantara seperti Majapahit dan Sriwijaya.

Ubah Mental: Dari Rendah Diri ke Mandiri

Mental merendahkan diri, seperti yang dianalisis Rosihan Anwar, masih tertanam dalam budaya kita. Mental ini harus diganti dengan sikap terhormat dan mandiri, seperti yang dicontohkan Jahja Datoek Kajo dalam perjuangannya di Volksraad 1927–1939. Budaya feodalisme yang membuat rakyat membungkuk, seperti dikritik Sutan Sjahrir, juga harus diubah agar tercipta bangsa kreatif, etis, dan mandiri.

Bangga pada Karya Nyata: Langkah Menuju Kekuatan

Manusia Indonesia perlu bangga pada karya nyata yang diakui internasional, bukan sekadar popularitas semu. Pemikiran, ucapan, dan tindakan harus selaras, membentuk bangsa yang kuat di tengah tantangan global. Dari kelam sejarah, ciptakan cahaya kreativitas baru.

Daftar Referensi

Lubis, Mochtar. Pidato Kebudayaan di Taman Ismail Marzuki, 1977.

Tempo. “Sejarah Singkat G30S, Kronologi, dan Tokoh yang Gugur,” diakses 2025.

Anwar, Rosihan. Sejarah Kecil Petite Bourgeois, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2005.

Pramoedya Ananta Toer. Tetralogi Buru, Jakarta: Hasta Mitra, 1980–1988.

Sjahrir, Sutan. Diplomasi dan Politik Indonesia, Jakarta: Penerbit Mizan, 1999.

ADVERTISEMENT

Jahja Datoek Kajo. Pidato di Volksraad 1927–1939, Arsip Nasional Indonesia.

UNESCO. Wayang (2003) dan Batik (2009) sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Novita sari yahya

Kegiatan sehari-hari penulis dan peneliti.

Penulis buku

1..Romansa Cinta 

2.Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Makna di setiap rasa antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

5. Siluet cinta, pelangi rindu

6. Self Love : Rumah Perlindungan Diri.

Kontak pembelian buku : 089520018812

Instagram: @novita.kebangsaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Membaca Ulang Machiavelli Di Era Kuasa Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com