Puisi
Akaha Taufan Aminudin
Kami tidak datang membawa caci,
hanya doa sederhana dari bibir ibu,
dari keringat ayah,
dari langkah anak-anak sekolah.
Wakil rakyat,
semoga nurani kalian tidak tertutup
oleh tebalnya gaji dan tunjangan.
Semoga telinga kalian tidak pekak
oleh dentum musik pesta.
Kami hanya berharap,
dalam setiap keputusan yang kalian tanda tangani,
ada sedikit air mata rakyat yang kalian pahami.
Dalam setiap kata yang kalian ucapkan,
ada suara doa yang kalian dengar.
Kami tahu, negeri ini tidak mudah.
Tapi jika hati kalian jujur,
rakyat akan menjadi bentengmu.
Jangan biarkan kami kehilangan percaya.
Senin Wage 29 September 2025
Sisir Gemilang Kota Batu Wisata Sastra Budaya Jawa Timur
SatuPenaJawaTimur #HP3NKreatifBatu #KotaBatuLiterasiSastra #PuisiUntukRakyat #SastraSebagaiPengadilan
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post