• Latest

Kajian Seni Jalanan

September 13, 2025
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kajian Seni Jalanan

Redaksiby Redaksi
September 13, 2025
Reading Time: 3 mins read
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr. Rasyidin

Syekh Ahmad bin Rifa’i dan Syekh Hamzah Fansuri dua tokoh pemikir dan penyebar Islam dengan seni di Aceh.

Pengalaman Hamzah Fansuri,  kita bisa melihat bahwa semua Syair-syair Hamzah Fansuri adalah puisi-puisi sufistik yang mengandung ajaran tasawuf tentang pencarian Tuhan, penyerahan diri, dan pemahaman tentang realitas hidup. Karya-karya yang terkenal meliputi Syair Perahu, Syair Dagang, Syair Burung Pinggai (atau Unggas), dan Syair Burung Pungguk. 

Ciri khasnya adalah penggunaan rima a-a-a-a, pengaruh sastra Arab dan Persia, penggunaan metafora seperti anak dagang dan laut, serta pengenalan individualitas dalam sastra Melayu lama. 

Penelusuran Syekh Ahmad bin Rifa’i bisa kita teliti lebih jauh bahwa Rapa’i yang dijadikan alat musik untuk Syair-syair dan Ayat-ayat Al-Qur’an menjadi lebih indah. Dengan sebuah alat musik pukul yang berasal dari Aceh, Syekh Rifa’i menjalankan misi penyebaran Agama Islam dengan tanpa penolakan yang signifikan dari masyarakat Aceh. Menurut kepercayaan masyarakat Aceh, alat musik ini diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Rifa’i yang merupakan pendiri tarikat Rifa’iyyah.

Kemudian kita merujuk kepada Al-Quran ada Frasa “Aku ciptakan langit dan bumi” merujuk pada pernyataan Allah SWT yang terdapat dalam berbagai ayat Al-Qur’an, seperti dalam Surat Hud ayat 7 dan Surat Al-Ankabut ayat 44, yang menjelaskan bahwa Dia adalah Pencipta alam semesta ini dalam enam masa. Bukan main-main, dan ada banyak tanda kekuasaan-Nya bagi orang mukmin. 

Baca Juga

0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026

Pernyataan ini juga ditemukan dalam Alkitab pada Kejadian 1:1 yang menyatakan bahwa “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”, serta dalam Pengakuan Iman Rasuli yang menyatakan “Pencipta langit dan bumi”. 

Pernyataan “aku ciptakan langit dan bumi untuk dinikmati” merujuk pada konsep bahwa Allah menciptakan alam semesta, termasuk langit dan bumi, sebagai sarana untuk dinikmati dan diambil manfaatnya oleh manusia. 

Beberapa ayat Al-Qur’an menjelaskan tujuan ini, seperti dalam Surah Ibrahim ayat 32-34, yang menyatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan, menundukkan kapal dan sungai, serta mengatur matahari dan bulan untuk menjadi rezeki dan sumber nikmat bagi manusia. Selain itu, penciptaan alam ini juga bertujuan sebagai tanda kebesaran Allah dan untuk menguji amalan manusia.

Dan pada statemen ini yang paling menarik, Kesenian Islam di Aceh telah berlangsung hampir delapan abad, yang artinya sama dengan separuh lebih dari usia seni Islam itu sendiri, tapi objek dan aspek keseluruhannya masih banyak yang belum tergali. 

Studi khusus tentangnya sangat minim. Kajian yang muncul dari meja para akademisi selama seratus tahun belakangan, juga belum seperseratus dari yang seharusnya. Namun, dengan keterbatasan dan minimnya kajian di bidang ini, tidak serta merta menjadikan seni Islam di Aceh dipandang sebagai seni pinggiran, seperti yang lebih dulu dialami dalam studi historiografinya.(Arya Purbaya)

Sementara bagi peneliti bahwa ada analisis dan kajian yang belum terjawab dengan baik sampai detik ini. Fenomena Politik sektoral yang pragmatis dalam kurun waktu yang panjang telah menghancurkan seluruh komponen sejarah yang sudah terjadi. 

Hari ini antitesisnya adalah kita bukan Aceh, tapi kita Arab yang berada di Aceh. Kalau Syech-Syech dari Al Baghdadi dan Gujarat berteman dengan seni untuk memudahkan pengaruh dan penyebaran Agama Islam lebih mudah masuk ke Aceh. Justru pemikiran Tengku-tengku jaman sekarang tidak kuat dengan analisis dan sosiologis literasi sejarah dan pada akhirnya berimprovisasi pragmatis meminggirkan seni dari kehidupan manusia di Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Nepal Dalam Transisi: Darurat Militer, Pembentukan Pemerintahan Sementara dan Tantangan Geopolitik

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com