POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kajian Seni Jalanan

RedaksiOleh Redaksi
September 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dr. Rasyidin

Syekh Ahmad bin Rifa’i dan Syekh Hamzah Fansuri dua tokoh pemikir dan penyebar Islam dengan seni di Aceh.

Pengalaman Hamzah Fansuri,  kita bisa melihat bahwa semua Syair-syair Hamzah Fansuri adalah puisi-puisi sufistik yang mengandung ajaran tasawuf tentang pencarian Tuhan, penyerahan diri, dan pemahaman tentang realitas hidup. Karya-karya yang terkenal meliputi Syair Perahu, Syair Dagang, Syair Burung Pinggai (atau Unggas), dan Syair Burung Pungguk. 

Ciri khasnya adalah penggunaan rima a-a-a-a, pengaruh sastra Arab dan Persia, penggunaan metafora seperti anak dagang dan laut, serta pengenalan individualitas dalam sastra Melayu lama. 

Penelusuran Syekh Ahmad bin Rifa’i bisa kita teliti lebih jauh bahwa Rapa’i yang dijadikan alat musik untuk Syair-syair dan Ayat-ayat Al-Qur’an menjadi lebih indah. Dengan sebuah alat musik pukul yang berasal dari Aceh, Syekh Rifa’i menjalankan misi penyebaran Agama Islam dengan tanpa penolakan yang signifikan dari masyarakat Aceh. Menurut kepercayaan masyarakat Aceh, alat musik ini diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Rifa’i yang merupakan pendiri tarikat Rifa’iyyah.

Kemudian kita merujuk kepada Al-Quran ada Frasa “Aku ciptakan langit dan bumi” merujuk pada pernyataan Allah SWT yang terdapat dalam berbagai ayat Al-Qur’an, seperti dalam Surat Hud ayat 7 dan Surat Al-Ankabut ayat 44, yang menjelaskan bahwa Dia adalah Pencipta alam semesta ini dalam enam masa. Bukan main-main, dan ada banyak tanda kekuasaan-Nya bagi orang mukmin. 

📚 Artikel Terkait

Puisi Alami

Keluarkan Anak-Anak Pengemis dari Lingkaran Kemiskinan

Kerahasiaan RUU Sisdiknas

Beginilah Cara Kami

Pernyataan ini juga ditemukan dalam Alkitab pada Kejadian 1:1 yang menyatakan bahwa “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”, serta dalam Pengakuan Iman Rasuli yang menyatakan “Pencipta langit dan bumi”. 

Pernyataan “aku ciptakan langit dan bumi untuk dinikmati” merujuk pada konsep bahwa Allah menciptakan alam semesta, termasuk langit dan bumi, sebagai sarana untuk dinikmati dan diambil manfaatnya oleh manusia. 

Beberapa ayat Al-Qur’an menjelaskan tujuan ini, seperti dalam Surah Ibrahim ayat 32-34, yang menyatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan, menundukkan kapal dan sungai, serta mengatur matahari dan bulan untuk menjadi rezeki dan sumber nikmat bagi manusia. Selain itu, penciptaan alam ini juga bertujuan sebagai tanda kebesaran Allah dan untuk menguji amalan manusia.

Dan pada statemen ini yang paling menarik, Kesenian Islam di Aceh telah berlangsung hampir delapan abad, yang artinya sama dengan separuh lebih dari usia seni Islam itu sendiri, tapi objek dan aspek keseluruhannya masih banyak yang belum tergali. 

Studi khusus tentangnya sangat minim. Kajian yang muncul dari meja para akademisi selama seratus tahun belakangan, juga belum seperseratus dari yang seharusnya. Namun, dengan keterbatasan dan minimnya kajian di bidang ini, tidak serta merta menjadikan seni Islam di Aceh dipandang sebagai seni pinggiran, seperti yang lebih dulu dialami dalam studi historiografinya.(Arya Purbaya)

Sementara bagi peneliti bahwa ada analisis dan kajian yang belum terjawab dengan baik sampai detik ini. Fenomena Politik sektoral yang pragmatis dalam kurun waktu yang panjang telah menghancurkan seluruh komponen sejarah yang sudah terjadi. 

Hari ini antitesisnya adalah kita bukan Aceh, tapi kita Arab yang berada di Aceh. Kalau Syech-Syech dari Al Baghdadi dan Gujarat berteman dengan seni untuk memudahkan pengaruh dan penyebaran Agama Islam lebih mudah masuk ke Aceh. Justru pemikiran Tengku-tengku jaman sekarang tidak kuat dengan analisis dan sosiologis literasi sejarah dan pada akhirnya berimprovisasi pragmatis meminggirkan seni dari kehidupan manusia di Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Nepal Dalam Transisi: Darurat Militer, Pembentukan Pemerintahan Sementara dan Tantangan Geopolitik

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00