POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Revolusi Gen Z, Kekuasaan Bisa Mereka Tumbangkan

RedaksiOleh Redaksi
September 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Gen Z jangan dikira hanya main games atau rebahan. Mereka memang jago bikin konten POV: “Aku vs dunia,” tapi jangan salah, ketika kesenangan mereka diusik, mereka bisa berubah jadi mesin revolusi paling kreatif yang pernah diciptakan sejarah. Jangan panggil “aku anak kecil, paman” inilah yang terjadi di Nepal. Simak narasinya, wak!

Begitulah yang terjadi di negeri pegunungan Himalaya yang biasanya kita kenal lewat poster wisata “tempatnya Sherpa dan Gunung Everest.” Semua tampak damai, sampai satu pagi pemerintah iseng-iseng menutup media sosial: Facebook, Instagram, X, Tiktok, YouTube. Pokoknya semua aplikasi yang jadi tempat Gen Z mengungkapkan kegalauan, flexing outfit, atau sekadar upload video kucing. Itu sama saja seperti mencabut Wi-Fi dari kos-kosan mahasiswa menjelang ujian, tindakan kriminal terhadap eksistensi.

Apa yang terjadi kemudian? Jalan-jalan Kathmandu meledak jadi catwalk revolusi. Anak-anak muda berbondong-bondong keluar, bukan dengan senjata, tapi dengan poster, ponsel, dan mental “kita lawan, wak!” Mereka datang seperti pasukan Avatar gabungan. Ada yang pakai outfit retro, ada yang live TikTok sambil demo, ada juga yang bikin koreografi protes. Polisi? Mereka malah kebingungan, karena bukannya menakutkan, protes ini awalnya mirip festival musik indie.

Tapi jangan salah, lama-lama tensinya naik. Gas air mata ditembakkan, peluru karet berdenting, dan bahkan peluru tajam ikut hadir. Tiba-tiba drama berubah jadi tragedi. Ada 19 nyawa melayang, ratusan terluka. Itu bukan lagi demo lucu-lucuan, itu jadi testimoni bahwa kalau negara main-main dengan generasi yang terbiasa marah via comment section, mereka bisa ngamuk langsung di jalanan.

Lalu, tuntutannya meluas. Dari “balikin Instagram gue” jadi “balikin harga diri rakyat.” Dari “gue cuma mau buka YouTube” jadi “turunkan korupsi, hapus nepotisme, tolong kasih gue masa depan.” Hingar bingar #NepoKids viral, isinya sindiran pada anak-anak pejabat yang hidup mewah, sementara pengangguran makin menumpuk. Ironi terbesar, pemerintah menutup platform yang dipakai untuk bersuara, tapi justru di situlah suara jadi lebih keras. Mereka lupa, Gen Z sudah terbiasa main game level hard mode. Ketika dinding kekuasaan ditutup, mereka malah nyari cheat code, turun ke jalan.

📚 Artikel Terkait

Kamu dan Hujan

Menguak Fakta Keren Hidup Sehat Rasulullah

CATATAN HARIAN DI AKHIR TAHUN

Membaca adalah Karakter Kenabian

Di balik layar, muncul satu nama, Sudan Gurung. Bukan superhero Marvel, bukan juga idol K-pop, tapi pemimpin NGO Hami Nepal yang sukses bikin protes ini terorganisir lewat Discord dan Instagram. Ya, pemerintah nge-ban medsos, tapi para demonstran justru menjadikannya senjata utama. Mereka belajar dari sejarah, revolusi butuh ide, tapi di zaman ini revolusi juga butuh Wi-Fi. Hasilnya? Dalam hitungan hari, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli menyerah. Beliau mundur dengan alasan “demi ketenangan negara,” Padahal jelas sekali karena kalah duel sama generasi yang senjatanya cuma meme dan hastag.

Absurdnya, dunia politik Nepal mendadak seperti episode parodi. Pemerintah sempat cabut larangan medsos, kasih kompensasi pada korban, janji investigasi, tapi rakyat sudah terlanjur sadar, kalau sekali saja mereka bisa bikin perdana menteri resign, apa lagi yang tidak mungkin? Itu seperti gamer yang pertama kali menang melawan boss level terakhir, percaya diri langsung meningkat 300 persen.

Pelajaran besarnya sederhana, jangan pernah remehkan generasi yang kelihatannya cuma sibuk bikin dance challenge. Karena di balik lirik lagu remix itu, ada kemarahan filosofis, “Kami juga manusia, kami juga butuh masa depan, kami juga muak jadi korban nepotisme.” Gen Z Nepal telah menunjukkan bahwa scroll tanpa henti di layar kecil bisa berubah jadi gulungan ombak besar yang meruntuhkan istana kekuasaan. Lain kali ada pejabat yang sok-sokan nge-ban media sosial, ingatlah, kekuatan “like, share, comment” ternyata bisa lebih mematikan dari bom molotov.

Foto Ai, hanya ilustrasi saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Dari Kabupatèn Menuju Ruang Prestasi Nasional.

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00