• Latest

Rumah Sahroni pun Jadi Amukan Rakyat

Agustus 30, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rumah Sahroni pun Jadi Amukan Rakyat

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Agustus 30, 2025
Reading Time: 3 mins read
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani Mulutmu harimaumu, katanya. Tapi Ahmad Sahroni berhasil membuktikan, mulut bisa lebih ganas dari harimau, lebih tajam dari gergaji mesin, dan lebih meledak-ledak dari petasan cabe rawit. “Pendemo yang ingin membubarkan DPR adalah orang tolol sedunia” Ucapan legend, membuatnya seperti menerima karma instant. Gara-gara lidahnya, berhasil menyalakan kompor rakyat yang selama ini sudah […]

Oleh Rosadi Jamani

Mulutmu harimaumu, katanya. Tapi Ahmad Sahroni berhasil membuktikan, mulut bisa lebih ganas dari harimau, lebih tajam dari gergaji mesin, dan lebih meledak-ledak dari petasan cabe rawit. “Pendemo yang ingin membubarkan DPR adalah orang tolol sedunia” Ucapan legend, membuatnya seperti menerima karma instant.

Gara-gara lidahnya, berhasil menyalakan kompor rakyat yang selama ini sudah penuh dengan minyak tanah, solar subsidi, dan minyak jelantah keputusasaan. Boom! Jadilah ia buronan rakyat Indonesia. Bukan karena kasus korupsi miliaran, tapi karena mulutnya yang kelewat nyinyir.

Partai NasDem pun langsung pasang mode “silent treatment”. Dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Sahrini, eh salah, Sahroni diturunkan jadi anggota biasa. Ibarat raja pesta yang tiba-tiba disuruh jadi tukang parkir, degradasi ini begitu indah dalam absurditasnya. Namun karma belum selesai. Rumah mewahnya di Tanjung Priok yang biasa dipajang di Instagram sebagai bukti “kerja keras” kini berubah jadi lokasi diskon besar-besaran. Ratusan orang datang, bukan untuk open house, tapi open lemari. Ada yang bawa koper, ada yang bawa televisi, ada pula yang sekadar bawa kenangan. Barang-barang berpindah tangan, kaca mobil pecah, pagar rumah jebol.

Yang paling lucu, warga sekitar sempat melerai dengan kalimat paling bijak sedunia, “Tolong jangan dibakar woi, kasihan warga sini!” Begitu rakyat, selalu penuh empati, bahkan saat menjarah. Rumah boleh diobok-obok, tapi jangan sampai kebakar, karena tetangga juga butuh oksigen. Solidaritas kelas bawah memang ajaib, merusak boleh, tapi jangan merugikan yang tak bersalah.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Sahroni sendiri jadi bahan tontonan di TikTok. Akun @cukupsatu_selamanya menyiarkan langsung aksi itu dan ditonton 1,5 juta orang. Jadi influencer dadakan, meski bukan dia yang siaran, melainkan rumahnya yang viral. Siapa sangka rumah DPR bisa lebih laku ditonton dari sinetron jam tujuh malam?

Ucapan Sahroni yang menyebut pembubaran DPR sebagai ide “tolol” jelas jadi bensin di tengah bara. Rakyat yang sedang geram dengan tunjangan DPR Rp 10 triliun per tahun, sementara harga beras naik, listrik naik, pajak naik, mendengar kata “tolol” itu seperti dilempar cabai rawit ke mata. Lucunya, dia berusaha menyelamatkan diri dengan retorika filsafat kelas warung kopi, “Kita semua bodoh kok, gak ada yang pintar.” Wah, kalau begitu, DPR isinya memang orang tolol semua? Terima kasih, sudah jujur akhirnya.

Ironi makin lengkap ketika tragedi ojol Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob menambah bara. Dari sekadar naik tunjangan jadi naik darah, dari sekadar caci maki jadi bakar Polres. Bahkan pemulung pun ikut pesta, bukan demo politik, tapi pesta bongkar bangkai mobil terbakar. Ajaib, Indonesia memang negeri yang selalu menemukan kegembiraan dalam tragedi.

Influencer Salsa Hutagalung menambahkan garam ke luka Sahroni. Ia menertawakan DPR sebagai “karyawan rakyat” yang gajinya kelewat mewah. Bukan hanya itu, ketika ditanya soal transparansi anggaran Rp 10 triliun, DPR memilih blokir, bukan jawab. Bayangkan, bos bertanya soal gaji, karyawan malah ngeblokir WhatsApp. Kalau ini kantor beneran, karyawan macam begitu sudah dipecat lewat email spam.

Sahroni kini bukan lagi politisi glamor NasDem, tapi stand-up comedy berjalan. Semua orang ikut menertawakan tragedinya. Betapa ironis, mulutnya yang dulu sok bijak kini membuat rakyat menemukan hiburan di tengah penderitaan.

Moral ceritanya sederhana, jangan pernah menganggap rakyat tolol, sebab rakyat bisa lebih kreatif dari yang kalian kira. Mereka bisa menjadikan penjarahan sebagai tontonan, tragedi sebagai tawa, dan karma politisi sebagai pesta rakyat. Mulutmu harimaumu, dan kadang harimau itu tidak cuma menggigit, tapi juga viral di TikTok.

Seharian ini, kopi tanpa gula sudah tiga gelas. Pahit…wak!

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Arsip, Memori Bangsa yang Terancam Bara

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com