• Latest

114 Tahun Sawit Aceh Ramah Anak

Agustus 28, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

114 Tahun Sawit Aceh Ramah Anak

Redaksiby Redaksi
September 3, 2025
Reading Time: 3 mins read
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Sumarjono Saragih

Aceh tidak saja menyumbang pesawat Seulawah dalam awal kemerdekaan Indonesia. Yang tak boleh dilupakan, bahwa Aceh adalah juga rumah leluhur industri sawit. Dan kini turut membawa Indonesia juara produksi sawit dunia.

Pengusaha Eropa yang dibawa kolonial, memulai perkebunan sawit komersil tahun 1911 di Sei Liput Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah dan stakeholders sawit kemudian sepakat menetapkan tanggal 18 Nopember sebagai Hari Sawit Nasional. Artinya, jejak sawit di Aceh sudah berumur 114 tahun. Dan selama itu pula sawit mengiringi perjalanan Aceh dari heroik, konflik dan kini damai dan menatap kemajuan dan kesejahteraan.

Laju ekspansi sawit di Aceh memang kalah dari provinsi lain. Tercatat sawit Aceh ada 500 ribu hektar. Bandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan yang berkembang belakangan. Disebutkan lebih 1.9 juta hektar kebun sawit di provinsi Kalimantan Tengah. Ketimpangan ini tidak terlepas akibat konflik panjang Aceh. Konflik membuat investasi tidak bertumbuh. Padahal tanah Aceh yang subur pasti memberi produktivitas sawit yang lebih tinggi dari daerah lain.

Perkebunan sawit Aceh tentu tidak hanya soal ekonomi dan bisnis. Sawit juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam mempersiapkan anak dan generasi untuk menyambut Aceh Emas 2045. Industri sawit mempunyai praktik baik dan menjadi bagian integral dalam proses bisnis sawit berkelanjutan. Disain perkebunan sawit menjamin, melindungi dan menghormati hak anak. Tuduhan sawit mempekerjakan anak tidak benar dan sangat merugikan sawit. Malah sebaliknya, sawit Indonesia ramah anak (SIRA).

Seperti apa itu sawit Indonesia ramah anak? Ada banyak bukti jadi alasan. Perkebunan sawit hanya mempekerjakan dengan usia minimun 18 tahun. Untuk pendidikan, ada perusahaan membangun sekolah di tengah kebun. Bila sekolah sudah ada di sekitar kebun, perusahaan membantu peningkatan fisik dan non fisiknya. Demikian pula fasilitas kesehatan. Tersedia klinik bahkan ada yang membangun rumah sakit. Ada bus mengantar anak ke sekolah. Rumah perlindungan pekerja perempuan dan anak dibangun. Bila orang tua bekerja, perusahaan juga menyediakan rumah pengasuhan anak (day care) dengan tempat bermain aman dan nyaman.

Dengan dukungan BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) terus bergerak melalui sejumlah inisiatif. Tanggal 27-28 Agustus 2025 di Kyriad Hotel Banda Aceh, melaksanakan seminar dan workshop “Membangun Aceh Bersama Sawit Ramah Anak”. Melibatkan peserta 120 orang dari berbagai pihak. Perusahan, Petani, NGO, Serikat Buruh dan Pemerintah. Tujuanya untuk mempromosikan praktik baik SIRA. Ada buku panduan SIRA sebagai rujukan yang dipublikasikan oleh GAPKI tahun 2021.

Inisiatif dan cara ini mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah provinsi Aceh melalui kehadiran dan sambutan Kepala Dinas PPPA Meutia Juliana. Bahkan di akhir acara ditanda tangani deklarasi dan komitmen aksi bersama (Pemprov Aceh, GAPKI dan PAACLA) mewujudkan sawit Aceh ramah anak dan diperluas ke sektor usaha lainnya.

Baca Juga

Ketika Anak Luput dari Kebijakan

Maret 25, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Maret 13, 2026

Melalui acara ini, diharapkan semua pihak menyadari dan memahami pentingnya bisnis yang ramah anak. Dan itu bisa. Sudah dibuktikan dan contohnya dapat dilihat di perkebunan sawit. Jadi tidak berlebihan bila sawit punya peran yang nyata dan maha penting mempersiapkan generasi Aceh. Oleh karena itu kita harapkan pemerintah Aceh menjadi penopang. Tidak turut menggoyang sawit. Jejak Aceh sebagai rumah leluhur sawit harus bagian narasi baru. Bahkan waktunya secara kolaboratif, pemerintah Aceh secara cerdik mengoptimalkan keberadaan industri sawit. Sawit ramah anak sebagai modal dan akselerator mempersiapkan Anak Aceh Emas 2045. Semoga.//

ADVERTISEMENT

Sumarjono Saragih
○ Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM

○ Chairman Founder WISPO (Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Puisi-Puisi Agus Yulianto

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com