POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Noel dan Luka Demokrasi Kita

RedaksiOleh Redaksi
August 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Albertus M. Patty

Ada ironi besar dalam diri Immanuel Ebenezer. Sebenarnya dalam namanya ada makna yang sangat dalam. Immanuel artinya Allah beserta kita. Ebenezer, batu pertolongan. Saat kedua kata digabung berarti Allah beserta kita, Dialah batu pertolongan! Pelakon drama politik ini dipanggil: Noel.

Ironis bahwa sosok yang dulu dielu-elukan sebagai relawan merakyat, pembela buruh, dan pengusung moral anti-korupsi, kini jatuh dalam pelukan KPK. Noel ditelanjangi oleh fakta: kekuasaan bukan dipakai untuk melayani, melainkan untuk memperkaya diri.

Machiavellian


Machiavelli pernah menulis bahwa seorang penguasa harus mampu menyulap wajahnya: tampak penuh kasih, tetapi keras di dalam; tampak bermoral, tetapi siap mengkhianati moralitas saat kekuasaan terancam. Noel mempraktikkan itu dengan telanjang. Dari Jokowi Mania, beralih ke Ganjar Mania, lalu mendirikan Prabowo Mania. Jelas, Noel bukanlah pejuang garis lurus. Dia seperti pengendara Gojek yang berjalan zig-zag mencari ‘jalan tikus’ untuk menemukan jalur tercepat menuju lingkaran kuasa.

Dalam perspektif Machiavelli, Noel bukanlah pengkhianat. Ia justru murid yang patuh: memahami bahwa loyalitas sejati bukan pada rakyat, melainkan pada peluang dan pada kekuasaan itu sendiri. Ia tahu, rakyat mudah dipikat dengan retorika moral, tetapi kuasa hanya bisa diraih lewat kedekatan dengan mereka yang sedang berkuasa. Noel seorang realis tulen, tetapi yang dalam bahasa nurani disebut oportunis.

Pedagang Politik

📚 Artikel Terkait

Perawan Desa

Kemunafikan dan Budaya Feodalisme dalam Karakter Masyarakat Indonesia

Tak Sempat Menulis – Ulasan Artikel

Manisnya Cerita Keutapang Mameh


Noel bukan hanya pemain individual. Ia adalah bagian dari orkestra besar para politisi opportunis yang memanfaatkan narasi ‘relawan’ sebagai alat hegemoni. Saya teringat pada Gramsci yang menyatakan bahwa kekuasaan tidak hanya berdiri di atas paksaan, tetapi juga pada kemampuan membangun persetujuan rakyat melalui bahasa dan simbol.

Relawan adalah simbol itu: suara rakyat jelata, suara keadilan, suara perubahan. Noel memainkannya dengan mahir. Dia membentuk JoMan, Ganjar Mania, hingga Prabowo Mania. Setiap kali nama “mania” itu digelorakan, rakyat merasa sedang berbicara.

Elite penguasa pun dikelabui karena merasa telah berhasil menggenggam suara ‘akar rumput’. Padahal, suara itu hanyalah gema dari ruang kosong. Relawan bukan lagi gerakan moral, melainkan kendaraan dagang politik. Noel tahu itu, dan ia menjualnya dengan cerdas.

Narasi yang seolah pro-rakyat itu akhirnya runtuh di hadapan barang bukti mobil-mobil mewah dan motor Ducati. Di sinilah wajah asli hegemoni terkuak: yang disebut “suara rakyat” ternyata hanyalah topeng bagi transaksi elite.

Demokrasi yang Luka


Fenomena Noel bukan sekadar kisah seorang individu yang terjerat korupsi. Ia adalah cermin buram demokrasi kita. Presiden gagal memilih pembantu yang bermoral. Partai gagal melahirkan kader berintegritas, relawan berubah jadi broker kekuasaan, dan pejabat publik menjadikan jabatan sebagai pasar gelap rente. Parah sudah luka demokrasi kita!

Saya bayangkan, Machiavelli akan tersenyum dan berkata: begitulah hukum besi politik, tujuan selalu menghalalkan cara! Saat yang sama, Gramsci mungkin menghela napas: hegemoni berhasil membius rakyat, hingga mereka bertepuk tangan ketika kekuasaan sedang mencuri.

Bagi kita, yang tersisa adalah luka yang makin busuk dan bernanah, serta sebuah tanya: sampai kapan kita membiarkan suara rakyat dijadikan topeng, dan kekuasaan dijadikan alat memperkaya diri?

Bandung,
22 Agustus 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00