• Latest

Menguatkan Pendidikan Praktik: Refleksi atas Penyerahan Mahasiswa Magang UNISAI ke Mahkamah Syar’iyah Bireuen

Agustus 25, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menguatkan Pendidikan Praktik: Refleksi atas Penyerahan Mahasiswa Magang UNISAI ke Mahkamah Syar’iyah Bireuen

Redaksiby Redaksi
Agustus 26, 2025
Reading Time: 3 mins read
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Mahmudi Hanafiah

Pendidikan tinggi di bidang hukum tidak dapat dilepaskan dari pentingnya praktik langsung di lapangan. Di tengah kompleksitas hukum modern dan kebutuhan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teoritis, tetapi juga kompeten dalam dunia nyata. Program magang menjadi jembatan penting antara ruang kuliah dan medan praktik. Hal inilah yang menjadi semangat dari kegiatan penyerahan mahasiswa magang Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga ke Mahkamah Syar’iyah Bireuen pada Senin, 25 Agustus 2025.


Kegiatan ini tidak sekadar seremoni formal, melainkan menjadi simbol dari hubungan yang erat antara institusi pendidikan dan lembaga peradilan syar’iyah. Bertempat di ruang Media Center Mahkamah Syar’iyah Bireuen, suasana hangat dan bersahabat menyelimuti prosesi penyerahan yang turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UNISAI, serta pimpinan Mahkamah Syar’iyah.


Dr. Tgk. Mustafa Kamal, MA., selaku Pembantu Dekan I, hadir memberikan sambutan mewakili pihak fakultas. Dalam kata pengantarnya, beliau menegaskan pentingnya pengalaman praktis sebagai bagian dari pembentukan karakter dan integritas mahasiswa hukum. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kesempatan yang diberikan oleh Mahkamah Syar’iyah Bireuen untuk menerima mahasiswa UNISAI sebagai peserta magang. Sekaligus menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya pelengkap kurikulum, tetapi merupakan bagian dari pembelajaran nilai, tanggung jawab, dan profesionalitas.


Dalam sambutannya, Dr. Mustafa menekankan bahwa mahasiswa harus bersikap disiplin, menjunjung tinggi etika, dan mampu menunjukkan dedikasi sebagai cerminan dari nilai-nilai akademik yang telah mereka pelajari. Menurutnya, magang bukan hanya tentang menyaksikan proses persidangan atau mengarsipkan dokumen, melainkan tentang menyerap budaya kerja, memahami mekanisme pelayanan hukum kepada masyarakat, dan melihat bagaimana hukum syar’i dijalankan dalam realitas sosial masyarakat Aceh.


Dukungan dan sambutan hangat datang dari Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen, Bapak M. Syauqi, S.H.I., S.H., M.H., yang hadir bersama jajaran hakim dan pejabat struktural. Dalam pesannya, beliau menyampaikan rasa senang atas keberlanjutan kerja sama ini dan menekankan bahwa kehadiran mahasiswa magang adalah bagian penting dalam mencetak calon penegak hukum syari’ah di masa depan. Mahkamah, menurutnya, bukan hanya tempat untuk menerapkan hukum, tetapi juga menjadi ruang pendidikan moral dan pelayanan publik.


Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya menjaga adab, menunjukkan kedisiplinan, dan menghormati setiap proses hukum yang berlangsung di Mahkamah. Mahasiswa diharapkan bukan hanya menjadi pengamat, tetapi juga pembelajar aktif yang siap bertanya, memahami, dan terlibat dalam tugas-tugas yang sesuai dengan kapasitas mereka. Beliau juga menyatakan bahwa seluruh jajaran Mahkamah terbuka untuk mendampingi dan membimbing mahasiswa selama masa magang berlangsung.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026


Menariknya, suasana keakraban tidak hanya tampak dalam sambutan-sambutan yang disampaikan, tetapi juga dalam interaksi langsung antara mahasiswa dan staf Mahkamah. Para hakim, panitera, dan staf turut hadir menyambut para peserta magang dengan semangat membina. Di antaranya hadir dua orang hakim, yakni Siti Salwa, S.H.I., M.H., dan Ibnu Mujahid, S.H., M.H., serta Panmud Jinayat dan staf Panmud Hukum, Tgk. Fadhilah, M.Ag., yang menyampaikan kesiapannya mendukung program ini.


Kegiatan ini juga memberi ruang bagi salah satu mahasiswa untuk menyampaikan kesan awal dan harapannya. Dengan penuh semangat, ia mengungkapkan rasa bangga bisa menjalani magang di Mahkamah Syar’iyah Bireuen. Ia mewakili rekannya yang lain menyampaikan komitmen untuk menjaga nama baik UNISAI dan menjadikan kesempatan ini sebagai wadah belajar yang berharga.


Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga simbol kolaborasi antara dunia akademik dan institusi peradilan. Mahasiswa akan menjalani magang selama satu bulan penuh, dengan harapan dapat memahami lebih dalam proses administrasi perkara, prosedur persidangan, serta pelayanan hukum kepada masyarakat.


Program magang ini menjadi representasi nyata dari semangat UNISAI dalam memperkuat kualitas lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), lulusan yang bukan hanya memahami hukum dalam teks, tetapi juga mampu menerapkannya dengan etis dan humanis di tengah masyarakat.

Sinergi ini diharapkan terus terjalin, dan menjadi model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan institusi hukum dalam membentuk generasi profesional hukum Islam yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Menyiapkan Pemimpin Politeknik Aceh yang Visioner

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com