• Latest

Noel Terlihat Sedih Memakai Rompi Oranye

Agustus 22, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Noel Terlihat Sedih Memakai Rompi Oranye

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Agustus 23, 2025
Reading Time: 3 mins read
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

KPK gerak cepat. Tak ada takut lagi. Noel beserta kroninya dipamerkan ke publik. Si pemeras perusahaan itu terlihat gagah setelah dipakaikan rompi orange. Mari simak narasinya sambil seruput lemon tea tanpa gula, wak!

Ada hari-hari ketika demokrasi kita terasa seperti sinetron stripping jam sembilan malam, dramatis, penuh air mata, dan selalu ada tokoh utama yang tiba-tiba mengenakan kostum baru. Kali ini, kostum itu bukan jas safari pejabat, bukan pula seragam ASN warna krem. Kostumnya lebih sakral, rompi oranye bertuliskan “Tahanan KPK” dengan nomor 71 di punggung.

Aktornya? Tak lain, tak bukan, Immanuel Ebenezer alias Noel, Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang beberapa bulan lalu masih sibuk berorasi tentang kesejahteraan buruh, tapi kini digiring ke panggung publik dengan tangan diborgol, wajah berlinang air mata, mencoba memainkan peran klasik, “Pejabat terdzalimi mencari simpati.”

Rompi oranye itu bukan sembarang kain. Teksturnya tipis, warnanya menyala lebih terang dari traffic light di simpang Gatsu, dan ukurannya selalu agak longgar, seakan-akan sengaja dibuat supaya setiap tubuh yang memakainya terlihat kecil, kerdil, tak berdaya. Logo KPK di dada kiri seolah berkata, “Selamat datang di panggung keadilan, Pak Tersangka.” Sedang nomor di punggung, angka 71, bukan sekadar nomor antrean, tapi simbol bahwa korupsi di negeri ini punya klub eksklusif dengan anggota yang terus bertambah.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Ekspresi Noel ketika pertama kali muncul di publik sungguh epik dan teatrikal. Matanya sembab, wajahnya tertunduk, tangannya yang terborgol digenggam erat seperti Bujang Nadi kehilangan Dara Nandong. Sesekali ia menyeka air mata, entah air mata penyesalan, air mata kepanikan, atau sekadar air mata alergi debu di ruang konferensi pers. Namun kamera jurnalis tetap menyorotinya, menjadikan tangisannya bahan headline, “Wamenaker Noel Menangis di KPK”. Dramatis sekali, nyaris seperti adegan puncak film Bollywood.

Tapi mari kita jangan lupa esensi kisah ini. OTT 20 Agustus 2025 adalah panggung besar. KPK mengamankan 14 orang, termasuk Noel, serta 22 kendaraan mewah, yakni Nissan GTR, BMW, Hyundai Palisade, Pajero Sport, Jeep, Ducati, bahkan Vespa. Ya, Vespa! Karena apa arti hidup pejabat kalau tidak diiringi deru knalpot Eropa? Ironinya, semua kendaraan itu kini terparkir di halaman KPK sebagai bukti, bukan lagi di garasi pribadi sebagai simbol status.

Noel berdiri di barisan depan, rompi oranye berkibar di bawah sorotan lampu kamera. Di belakangnya, 13 orang lain yang juga mengenakan kostum serupa, meski wajah mereka masih disembunyikan dari publik. Mereka seperti figuran dalam drama kolosal. Sementara Noel lah pemeran utama yang harus meneteskan air mata, agar penonton ikut bimbang, apakah dia pelaku atau korban?

Namun publik tak mudah terkecoh. Tangisan itu hanyalah dekorasi, seindah pun ia meneteskan air mata, catatan kasus tetaplah kering dan dingin, dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 sejak 2019. Bayangkan, sertifikat yang seharusnya menjadi pelindung nyawa buruh, justru dijadikan mesin pungli. Dari janji setinggi gunung Everest untuk membela pekerja, hingga praktik kotor sedalam Lisa, eh salah, Palung Mariana yang menghancurkan harapan.

Di luar gedung KPK, patung manekin berompi oranye yang dipajang Kemnaker beberapa bulan lalu kini terasa seperti lelucon kosmik. Seolah Tuhan sedang bercanda, manekin hanya simbol, tetapi pejabatnya sendiri kini benar-benar mengenakan rompi yang sama. Karma, ternyata, punya selera humor.

Lalu, apakah air mata Noel akan jadi obat? Sejarah mengajarkan, tidak. Air mata pejabat tersangka hanyalah air garam yang cepat kering di bawah sorot kamera. Publik menunggu lebih dari sekadar drama, mereka menunggu pertanggungjawaban, menunggu babak final di pengadilan.

Maka, wahai rompi oranye, teruslah bersinar. Engkaulah busana paling jujur di republik ini, busana yang tak bisa dibeli dengan uang negara, tapi justru datang sebagai penagih hutang moral. Wahai Noel, tak ada lagi membantu. Prabowo sebagai bos mu sudah tak sudi melindungi. Jangan berharap simpati lewat tangisan. Karena publik sudah terlalu sering disuguhi opera sabun air mata pejabat. Kini yang ditunggu hanya satu, apakah keadilan benar-benar akan turun panggung, atau hanya jadi episode lanjutan dari sinetron korupsi yang tak pernah tamat.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Mengenal Menteri Tenaga Kerja yang Mengakui Tidak Terlibat Korupsi Noel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com