POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Menteri Tenaga Kerja yang Mengakui Tidak Terlibat Korupsi Noel

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
August 22, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Wakil menteri, Noel sudah dipamerkan KPK ke publik. Dia dinyatakan tersangksa korupsi. Noel tak sendiri, ada 11 lagi kroninya yang ikut dipajang. Nilai kerugian negara 81 miliar. Korupsi berjamaah di Kemenaker, menterinya ngaku tak terlibat alias bersih. Benarkah demikian? Mari kite ulek-ulek, dan tentu kopi liberika jangan lupa.

Menteri Tenaga Kerja namanya, Yassierli. Ia seorang profesor ergonomi, guru besar Institut Teknologi Bandung, peraih Ph.D. dari Virginia Tech, penerima penghargaan internasional di bidang keselamatan kerja, seorang yang masuk daftar 100 Tokoh K3 Indonesia, dan bahkan pernah jadi Presiden SEANES. Latar belakangnya begitu mulia, begitu ilmiah, begitu akademis. Di tengah sinar putih integritas itu, meledaklah kabar, wakilnya sendiri, Immanuel Ebenezer alias Noel, diciduk KPK.

Kerugian negara, 81 miliar, wak. Bukan recehan yang bisa tercecer di kantong celana, tapi angka yang jika ditukar dengan kursi ergonomis buatan luar negeri bisa bikin seluruh pegawai Kemnaker duduk nyaman sampai kiamat kecil. Rakyat pun mengernyit, bagaimana mungkin seorang menteri tidak mencium aroma busuk uang segar berputar di bawah meja kerjanya?

Namun, Yassierli tampil di hadapan publik dengan suara merdu nan penuh keyakinan. “Saya tidak tahu-menahu, saya mendukung KPK. Ini pukulan berat bagi kami, tapi saya tidak terlibat.” Begitu kalem, begitu percaya diri, seolah ia sedang memaparkan hasil riset ergonomi. Bukan sedang menafikan keterlibatan dalam drama pemerasan yang nilainya bisa membuat mata mahasiswa ITB berkunang-kunang.

Di titik ini, publik mulai mengingat filsafat lama. Semakin keras seseorang berkata “saya tidak tahu,” semakin besar kemungkinan ia sedang duduk di kursi pengetahuan yang sangat empuk. Sejarah birokrasi Indonesia penuh dengan menteri yang “tidak tahu,” dirjen yang “tidak tahu,” pejabat eselon yang “tidak tahu,” tapi entah kenapa rekening mereka tahu cara bertambah dengan sendirinya.

📚 Artikel Terkait

Senerai Puisi Zaleha Mat Ail

KEBODOHAN DAN KERUSAKAN UJIAN NASIONAL

POTRET, MEDIA EDUKASI MASYARAKAT

Pelaku Teror Kepala Babi Harus Diusut Tuntas

Kita boleh mengagumi CV Yassierli yang panjang. Dari dosen tamu di Virginia Tech, aktif di Senat Akademik ITB, Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ergonomi Indonesia, hingga penghargaan internasional pada 2021. Semua terlihat mengilap, seakan integritasnya sekeras baja. Tetapi persoalannya, dunia politik bukan ruang kuliah ergonomi. Di dunia politik, meja rapat bukan untuk merancang kursi, tapi untuk merancang pasal regulasi yang bisa jadi pintu masuk korupsi. Rakyat pun hanya bisa bertanya dalam hati, profesor sehebat ini, apakah benar-benar sepolos malaikat, atau justru setangguh Socrates yang pandai berkilah di hadapan murid-muridnya?

Nilai pemerasan yang dituduhkan pada Noel terlalu fantastis untuk dianggap “aksi pribadi.” Puluhan miliar itu bukan hasil arisan RT, bukan pula dana kas koperasi fakultas. Itu angka yang bergetar di level kementerian. Apakah mungkin hanya satu orang yang tahu? Atau kita sedang menonton panggung opera di mana aktor utama berusaha menyelamatkan diri dengan kalimat sakti,“Saya mendukung KPK, saya tidak terlibat.”

Ironinya, Yassierli baru saja meluncurkan program Pakta Integritas, mewajibkan seluruh pejabat Kemnaker menandatangani janji siap dicopot bila terlibat korupsi. Ia bahkan memamerkan langkah antikorupsi, rotasi pegawai setiap empat tahun, revisi Permenaker 33/2016, 5/2018, 8/2020, hingga harmonisasi Permenaker 4/1987. Semua terdengar gagah, semua terdengar akademis, semua terdengar seperti naskah disertasi yang dijilid rapi. Tetapi rakyat yang lapar keadilan justru semakin curiga. Kalau sistemnya seketat itu, kok masih bisa bocor sebesar itu? Kalau rotasi dijalankan, kenapa uangnya malah berputar makin deras?

Maka lahirlah drama ini, seorang profesor yang masuk kabinet dengan status independen, katanya bukan orang partai, tapi sempat diusulkan oleh PKS. Seorang ilmuwan yang dipuja di ruang kuliah, tapi kini dipaksa menjawab tuduhan di ruang publik. Seorang menteri yang menyebut dirinya tidak tahu-menahu, sementara kantornya sedang dibersihkan KPK dari aroma uang haram.

Akhirnya publik pun berdiri di persimpangan. Apakah harus percaya pada kredibilitas seorang profesor ergonomi yang begitu bersinar, atau justru ragu bahwa semua gelar dan penghargaan hanyalah kursi empuk untuk menyembunyikan kenyataan getir? Apakah Yassierli benar-benar tidak terlibat, atau ini hanya salah satu episode lama yang diulang dengan aktor baru?

Yang jelas, di Indonesia, muslihat korupsi selalu sama. Ketika seorang pejabat berkata “saya tidak terlibat,” rakyat otomatis menyiapkan tisu. Bukan untuk air mata, tapi untuk menutup hidung dari bau busuk uang yang masih beterbangan di udara.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Manisnya Cerita Desa Keutapang Mameh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00