POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Joao Angelo Layak Dinobatkan “Bapak Mundur Indonesia”

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
August 13, 2025
Joao Angelo Layak Dinobatkan “Bapak Mundur Indonesia”
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tulisan saya sebelumnya tentang aksi pengunduran diri Joao Angelo sudah dibaca 147,5K lebih. Sambutan netizen, luar biasa. Hampir semua mendukung sikap Joao. Tak ada salahnya bila beliau dinobatkan “Bapak Mundur Indonesia.” Harapannya, mundur sendiri karena merasa gagal menjadi tradisi. Simak narasinya sambil menikmati Bubur Nenek di tepian Sungai Jawi Pontianak.

Di negeri kita, mundur itu bukan sekadar jarang, ia nyaris fiksi. Banyak pejabat kita, ketika semua indikator kegagalan sudah merah, tetap duduk tegak di kursinya. Ini seperti kapten kapal yang tetap memegang kemudi meski kapalnya sudah separuh tenggelam, sambil berkata, “Tenang, semua ini masih terkendali.” Rakyat di bawah sudah basah kuyup, tapi kaptennya masih sibuk selfie di dek. Maka, ketika Joao Angelo De Sousa Mota layak disematkan sebagai Bapak Mundur Indonesia. Itu setelah ia mengumumkan pengunduran diri pada 11 Agustus 2025 dari Dirut Agrinas Pangan Nusantara. Ini seperti melihat komet melintas di siang bolong. Jarang, indah, dan membuat kita bertanya-tanya, “Kenapa yang lain tidak bisa begitu?”

Pak Joao mundur bukan karena dipaksa. Bukan karena ada video skandal. Bukan karena KPK mengetuk pintu. Ia mundur karena sadar. Tanpa dukungan maksimal, tanpa anggaran memadai, dan tanpa birokrasi yang bergerak seirama, visi kedaulatan pangan hanya akan jadi brosur berdebu di laci meja. Ia memilih pergi agar kursi itu diisi oleh yang lebih kompeten. Bayangkan, di sini, logika seperti itu sering dianggap kelemahan. Padahal, di negara-negara yang lebih sehat demokrasinya, itu adalah standar minimal kehormatan seorang pejabat.

Mari kita bandingkan. Di Jepang, seorang menteri bisa mundur hanya karena terlambat lima menit atau karena kebijakan yang ia rancang gagal mendapat dukungan publik. Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pernah mundur di 2007 hanya karena merasa pemerintahannya “tidak maksimal.” Sementara di Inggris, pada 2022, lebih dari 50 anggota pemerintahan Boris Johnson mundur beramai-ramai karena pemimpinnya dinilai kehilangan integritas, bukan karena takut dipenjara, tapi karena malu. Di Korea Selatan, tragedi Halloween Itaewon pada 2022 membuat pejabat senior berlomba mengajukan pengunduran diri, bahkan jika mereka tidak langsung bersalah, demi menjaga kepercayaan publik.

📚 Artikel Terkait

Pengembara

IMPIAN YANG KUTUNDA

Bingung

EAA Kembali Coaching Calon Penerima Beasiswa S-2

Coba kita tarik ke Indonesia. Di sini, tragedi besar biasanya direspons dengan membentuk tim investigasi, lalu menggelar konferensi pers dengan wajah muram, dan tiga bulan kemudian… semua kembali seperti semula. Mundur? Tidak ada di kamus. Justru kalau program gagal, pejabat bisa memohon perpanjangan masa jabatan dengan alasan “butuh waktu tambahan untuk memperbaiki keadaan.”

Itulah kenapa Pak Joao berbeda. Ia menolak menjadi simbol kegagalan yang duduk manis di kursi empuk. Ia memilih melangkah pergi sebelum menjadi bagian dari lingkaran “pejabat menyusahkan rakyat.” Ia paham, kursi jabatan bukan hak milik pribadi yang bisa diwariskan, tapi amanah sementara yang bisa dipulangkan jika tidak mampu. Di situ letak keagungan mundurnya. Ia sadar kapan harus berhenti, sesuatu yang di negeri ini setara dengan menemukan macan di kawasan ASEAN.

Sebutan Bapak Mundur Indonesia bukan sekadar candaan. Tapi, gelar terhormat untuk seseorang yang berani melakukan hal yang nyaris mustahil di republik ini. Kalau semua pejabat punya setengah saja keberanian seperti beliau, mungkin birokrasi kita akan lebih ringan. Program akan lebih tepat sasaran. Rakyat akan lebih sering tersenyum bukan karena menonton komedi, tapi karena pemerintahnya waras. Saya yakin Pak Joao akan tetap jadi satu bab unik di buku sejarah. Sementara tradisi mundur di negeri ini akan kembali membeku di lemari arsip, menunggu ada lagi orang nekat yang mau membukanya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Sepenggal Kenangan Di Bulan September

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00