POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Merdeka adalah Merdeka, Menurut Kacamata Agama

RedaksiOleh Redaksi
August 10, 2025
Semakin Islamiyahkah Kita atau Semakin Jahiliyahkah?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Zulkifli, S.Pd.I, M.Pd (Joel Buloh)

(Guru MTsN 6 Aceh Utara)

Di dalam Kamus KBBI, merdeka mempunyai beberapa makna, yaitu bebas (dari perhambaan, penjajahan), berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak tergantung kepada orang atau pihak tertentu, leluasa, bebas merdeka (dapat berbuat sekehendak hatinya).

Ibnu ‘Asyur memaknai merdeka dengan dua makna, yaitu kemerdekaan yang bermakna lawan dari perbudakan dan kemerdekaan yang bermakna kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dan urusannya sesuka hatinya tanpa ada tekanan, (Maqasid al syari’ah al Islamiyah).

Namun, Ibnu ‘Asyur mengelompokkan merdeka dalam beberapa kelompok, yaitu kebebasan untuk berkeyakinan, kebebasan berpendapat dan bersuara, kebebasan untuk mengajar dan belajar, serta kebebasan dalam berwirausaha.

Merdeka yang melekat pada diri orang Islam tentunya berbeda dengan merdeka yang melekat pada diri non muslim, karena merdeka dalam diri orang Islam adalah merdeka yang tidak bersifat mutlak, namun berada dalam balutan syariat, syariatlah yang memerdekakan seorang muslim. 

Sedangkan merdeka yang melakat pada non muslim, mereka senantiasa mengartikan dengan kebebasan bersifat mutlak, tanpa berada dalam aturan, selama jiwanya mau melakukan maka ia bebas untuk melakukannya.

Di dalam Islam, seorang muslim yang terbalut dalam syariat, bukan berarti ia dipaksa, dijajah atau dibudakkan secara dhalim, namun lebih kepada makna bahwa ia diatur agar lebih mulia dan itu bersifat fitrah bagi setiap muslim.

Ketika seekor binatang peliharaan dilepas begitu saja, memang seolah ia sedang menikmati kemerdekaannya, namun pada hakikatnya ia sedang berada dalam risiko yang sangat besar, yaitu keselamatannya yang disebabkan oleh dirinya sendiri atau ancaman dari manusia yang merasa dirugikan oleh binatang tersebut. Namun ketika seekor biatang diikat atau dikurung di dalam kendang, hakikatnya ia sedang menikmati kenikmatan yang datang kepada dirinya, makanan tidak perlu ia cari sendiri, bahkan ia dijaga dengan baik.

Begitulah merdekanya seorang mukmin dalam balutan syariat, ia sedang dijaga marwahnya, keturunannya dan bangsanya, sehingga semua kedhaliman yang terjadi pada dirinya, keluarganya, hartanya dan orang lain mesti ia tinggalkan dan menjadi muslim yang taat.

“Dia (Allah) menyuruh mereka pada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka”, (Q. S Al A’raf: 157).

Fakhruddin Ar Razi di dalam kitabnya Tafsir al Kabir menyatakan bahwa: “Islam datang dengan kemudahan dan keringanan, Islam mengangkat segala ikatan yang menghalangi manusia dari kebebasan berfikir dan berkeyakinan. Karena itu, sesungguhnya Rasulullah Saw disebut sebagai Rahmat yang membebaskan akal dari kebodohan”.

Lahirnya Kemerdekaan Dalam Diri Seseorang

📚 Artikel Terkait

Rumus yang Tak Pernah Selesai

 Teungku Chik Lampaloh

HABA Si PATok

Air yang Membersihkan Dosa

Makna merdeka dalam Islam tidak bersifat absolut, tatapi tetap di dalam norma-norma agama, maka untuk lahirnya kemerdekaan pada diri seseorang itu tidak terlepas dari ilmu. Ilmu untuk mengenal diri seseorang sebagai makhluk ciptaan Allah Swt, ilmu untuk mengenal Allah sebagai Khaliqnya, ilmu untuk mengetahui tata cara beribadah, tata cara bermasyarakat, tata cara amar ma’ruf dan nahi munkar, serta ilmu untukmengetahui hakikat dirinya diciptakan oleh Allah Swt.

Hal yang sangat mustahil ketika seseorang mengatakan bahwa dirinya sebagai makhluk yang merdeka, namun ia tidak pernah menuntut ilmu agama. Bagaimana ia tahu bahwa dirinya begitu sempurna Allah ciptakan, sedangkan ia tidak mengenal dirinya dan tidak mengenal tuhannya. Yang ada dalam dirinya adalah rasa kekurangan dan ketidak adilan atas apa yang sedang ia alami sekarang.

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya“. (Q. S at Tin: 4).

Untuk melahirkan kemerdekaan pada diri seseorang, ia mesti menutut ilmu fardhu ‘ain, yaitu ilmu tauhid untuk mengenal Allah dan membersihkan imannya dari keruh keraguan, ilmu fiqih agar ia tahu bagaimana beribadah dengan baik, tahu bagaimana menjadi hamba yang taat dan tau batas-batas yang tidak boleh ia lewati, serta ilmu tasawuf untuk menjaga kualitas amalannya dalam setiap ibadahnya.

Dengan tidak memiliki ilmu agama, seseorang tidak akan tahu bahwa ia seorang yang merdeka yang diciptakan oleh Allah untuk menikmati kemerdekaan itu suatu saat. Yang ada dalam fikirannya adalah ia sedang dikekang di dunia ini. 

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”, (Q. S al Isra: 70).

Hakikat dari Merdeka adalah Merdeka

Sebagai manusia yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka selayaknya kita mempersiapkan diri di dunia ini untuk mendapatkan kemerdekaan yang hakiki kelak, yaitu merdeka dari apa neraka.

Merdeka dari api neraka merupakan bagian dari sa’adah (husnulkhatimah) ketika kembali kepada Allah, dan ini merupakan impian setiap orang yang beriman atau bahkan pelaku maksiat sekali pun.

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah dan janganlah engkau akhiri hidup kami dengan su’ul khatimah”.

Meninggal dalam keadaan husnul khatimah merupakan impiandan asa setiap manusia, karena dengan demikian akan mendapatkan nikmat yang abadi di dalam surga.

Surga merupakan suatu tempat yang penuh kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang mukmin yang bertaqwa kepada Allah. Taqwa adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjau hilarangan Nya.

Orang-orang yang beramal shaleh dan meninggalkan kemaksiatan merupakan bagian dari ketaqwaan. Ini merupakan nilai tertinggi dalam keimanan seseorang, karena iman itu adakalanya naik dan ada kalanya turun.

“Perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga adalah Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik”, (Hadits)’.

Inilah merdeka adalah merdeka yang sebenarnya, ketika kita termasuk dalam orang yang beramal shalih di dunia, mati dalam keadaan husnul khatimah, terlepas dari fitnah dan azab kubur, mengambil buku amalan catatan dengan tangan kanan ketika dibangkitkan dan dimasukkan ke dalam surga.

#bulanmerdeka #potretonline #lombamenulisagustus

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Merayakan Kemerdekaan Daripada yang Mana Daripada Siapa Nyang Merdeka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00