POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
August 9, 2025
What is Scholasticide?
🔊

Dengarkan Artikel

Yang Terhormat Bapak Presiden,

Dengan penuh hormat dan harapan, kami menulis surat ini dari Aceh—tanah yang Bapak kenal sebagai Serambi Mekkah, tanah yang telah dua kali mempercayakan suara kepada Bapak, dan kini menanti keadilan dari pemimpin yang kami yakini masih memegang teguh janji dan nurani.

Bapak Presiden, kami ingin menyampaikan kegelisahan yang mendalam atas penangkapan dua anak Aceh: Mirza dan Zainal. Mereka adalah ASN Kementerian Agama, aktivis sosial, dan relawan fanatik Gerakan Akar Rumput Dukung Prabowo (Gardu) di Banda Aceh. Mereka bukan sekadar pendukung politik. Mereka adalah pejuang ideologis yang percaya bahwa Bapak adalah satu-satunya pemimpin yang bisa mengembalikan martabat Aceh dalam bingkai NKRI.

Namun kini, mereka disangka terlibat dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII) faksi MYT—sebuah tuduhan yang sangat berat dan menyakitkan, terutama bagi mereka yang selama ini justru menjadi jembatan antara nasionalisme Aceh dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Bapak.

Kami ingin mengingatkan Bapak akan sejarah Gardu Prabowo di Aceh, yang berdiri sejak 2014 menjelang Pemilu Presiden. Di Banda Aceh, Gardu dipimpin oleh Roesly Moehammad Saman, seorang aktivis sosial dan tokoh lokal yang dikenal karena pendekatannya yang inklusif dan lintas etnis. Gerakan ini mendapat restu langsung dari Muzakir Manaf (Mualem), Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) saat itu, yang mewakili eks kombatan GAM. Dukungan Mualem menjadi simbol penting bahwa sebagian besar eks kombatan dan simpatisan GAM mulai membuka diri terhadap politik nasional, khususnya kepada figur Bapak yang dianggap tegas dan memahami dinamika Aceh.

Sekretariat Gardu Prabowo Aceh berpusat di kawasan Batoh, Banda Aceh, yang menjadi titik strategis untuk konsolidasi relawan dan simpatisan. Di sinilah berbagai kegiatan dilakukan: diskusi politik, pelatihan relawan, penggalangan massa, dan kampanye akar rumput yang menyentuh langsung masyarakat. Pada Pilpres 2019, Gardu kembali aktif dengan intensitas tinggi. Mirza dan Zainal menjadi motor penggerak utama, menyebarkan visi dan misi Bapak ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesantren dan kampus.

Bapak Presiden, kami juga ingin menyebut nama Ustadz Maimun Al Abrar, seorang ulama kharismatik yang selama ini menjadi penyejuk di tengah gejolak ideologi. Beliau bukan hanya pemimpin spiritual, tapi juga penjaga moderasi di Aceh. Bersama tokoh seperti Roesly Moehammad Saman, yang memimpin gerakan multi-etnik dan relawan lintas agama, mereka telah membuktikan bahwa Aceh bisa menjadi contoh keberagaman yang tetap setia pada Republik.

📚 Artikel Terkait

Panggung, Penjegalan, dan Ketakutan Terhadap Pikiran

PENANGANAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DI ACEH BELUM OPTIMAL

Membaca adalah Karakter Kenabian

Demokrasi Terbelenggu Feodalisme

Beberapa bulan lalu, masyarakat Aceh dikejutkan oleh penangkapan Ustadz Maimun Al Abrar di Kota Langsa. Beliau dikenal sebagai tokoh agama yang aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, serta pernah bekerja di lembaga-lembaga strategis seperti Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) dan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), yang berperan penting dalam pemulihan Aceh pasca-tsunami dan konflik.

Penangkapan beliau menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena rekam jejaknya dalam membina masyarakat dan kontribusinya terhadap pembangunan spiritual dan sosial. Kami tidak bermaksud mencampuri proses hukum, namun kami berharap ada pendekatan yang lebih bijak dan berkeadilan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang pengabdian seperti beliau.

Kami tahu Bapak bukan pemimpin yang mudah dipengaruhi oleh tekanan politik atau opini sesaat. Kami tahu Bapak memahami bahwa Aceh adalah wilayah yang punya sejarah panjang, luka yang belum sembuh, dan harapan yang belum padam. Maka kami mohon, jangan biarkan harapan itu berubah menjadi trauma baru.

Kami tidak meminta pengampunan. Kami meminta keadilan. Kami tidak menuntut pembebasan tanpa proses hukum. Kami menuntut agar proses itu dijalankan dengan hati nurani, dengan proporsionalitas, dan dengan pemahaman bahwa nasionalisme Aceh bukan ancaman, melainkan aset.

Bapak Presiden, kami percaya pada Bapak. Kami percaya bahwa Bapak akan melihat lebih dalam dari sekadar laporan intelijen. Kami percaya bahwa Bapak akan mendengar suara rakyat Aceh yang selama ini berdiri di belakang Bapak, bahkan ketika yang lain menjauh.

Demikian surat ini kami sampaikan dengan penuh harap dan cinta terhadap negeri ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada Bapak dalam memimpin bangsa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh  

Warga Aceh, dosen antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Selayaknya Kita Tahu Linux : Sistem Operasi yang Open-Source, Kuat, dan Fleksibel

Selayaknya Kita Tahu Linux : Sistem Operasi yang Open-Source, Kuat, dan Fleksibel

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00