POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Inspirasi Festival Kitiran Sriharjo 2025: Harmoni Budaya dan Kreativitas Masyarakat

RedaksiOleh Redaksi
August 3, 2025
Inspirasi Festival Kitiran Sriharjo 2025: Harmoni Budaya dan Kreativitas Masyarakat
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Luhur Susilo

Festival Kitiran Sriharjo 2025 bukan sekadar perayaan budaya, melainkan representasi harmoni antara warisan tradisi dan semangat inovasi masyarakat. Ribuan kitiran berwarna-warni yang tersebar di jalur wisata menjadi simbol gerak kolektif warga untuk menjaga dan menghidupkan budaya. Festival ini membuktikan bahwa nilai lokal bisa menjadi sumber daya kreatif yang tak pernah habis.

Kitiran, mainan tradisional sederhana, diubah menjadi medium edukasi, ekspresi seni, sekaligus alat promosi wisata desa. Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, secara visioner menjadikan festival ini sebagai strategi pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi. Pemerintah Kalurahan bersinergi dengan warga dan Dinas Kebudayaan, menyatukan energi demi kemajuan bersama.

Tema “Urip Kudu Obah” memberi makna filosofis bahwa kehidupan harus terus bergerak, seperti kitiran yang berputar ditiup angin. Dalam konteks ini, masyarakat Sriharjo menegaskan bahwa kemajuan budaya hanya mungkin lahir dari pergerakan sosial yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. Mereka tidak menunggu perubahan, tapi menciptakan perubahan itu sendiri.

“Aku memandangi deretan kitiran itu satu per satu, dan hati ini berdesir. Mainan masa kecil yang dulu kutinggalkan, kini kembali dalam wujud lebih indah dan bermakna. Apakah ini tanda bahwa kita memang sedang bergerak menuju arah yang benar—kembali ke akar, lalu melompat ke masa depan?”

Festival ini melibatkan 63 RT dengan kategori kitiran tradisional dan inovatif. Hasil karya warga tidak hanya indah dipandang, tapi juga sarat nilai, makna, dan kecerdasan lokal. Kitiran gejog lesung, misalnya, menyatukan unsur mekanis, seni, dan kenangan kolektif dalam satu bentuk permainan yang hidup.

📚 Artikel Terkait

KAMPUS INDONESIA JAGO KANDANG DAN KANIBAL

Air Mata Seorang Pendekar

Hati Yang Lelah

Penerapan Disiplin Positif Melalui Segitiga Restitusi di Sekolah

Apresiasi menjadi pengakuan bahwa Sriharjo punya SDM unggul yang mampu memadukan pelestarian budaya dengan inovasi kreatif. Gotong royong masyarakat menjadi fondasi keberhasilan acara ini. Semangat itu terpancar dalam antusiasme warga yang bergotong royong menghias jalur desa dengan karya-karya terbaik mereka.

Festival Kitiran tidak hanya memutar baling-baling mainan, tetapi juga memutar roda ekonomi masyarakat. UMKM lokal dilibatkan aktif, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga pentas seni budaya. Semua mendapat ruang tumbuh, semua diberi panggung untuk menunjukkan potensi.

Workshop kitiran dan pertunjukan tari kreasi “Tari Kitiran” menjadi bukti bahwa festival ini mendidik sekaligus menghibur. Anak-anak dan generasi muda diajak mengenal warisan budaya dengan cara yang menyenangkan dan membangkitkan rasa memiliki. Ini bukan nostalgia pasif, tetapi regenerasi nilai yang aktif.

“Di tengah dunia yang makin sibuk dengan layar dan algoritma, ada sebentuk harapan yang berputar dalam tiupan angin Sriharjo. Kitiran itu tak hanya menghibur mata, tetapi menuntun jiwa untuk kembali menyadari: akar budaya adalah cahaya yang tak boleh padam.”

Sriharjo berhasil menjadikan budaya bukan sekadar warisan, tapi juga masa depan. Festival ini menanamkan gagasan bahwa kedaulatan budaya bisa menjadi pondasi ekonomi dan identitas desa. Ketika masyarakat bergerak dengan kesadaran dan kreativitas, maka desa bukan lagi pinggiran, tapi pusat inspirasi.

Keberhasilan Festival Kitiran Sriharjo 2025 memberi pelajaran penting bagi daerah lain. Keteladanan warga Sriharjo mengajarkan bahwa transformasi sosial dimulai dari akar rumput, dari gotong royong, dan dari keberanian merayakan kebudayaan sendiri. Di tengah arus globalisasi, Sriharjo membuktikan bahwa lokalitas yang diolah dengan cinta dan cerdas bisa bersaing di panggung nasional, bahkan dunia.

Mari belajar dari Sriharjo: bahwa hidup yang bergerak bukan hanya hidup yang bertahan, tetapi juga hidup yang memberdayakan, menginspirasi, dan menumbuhkan. Seperti kitiran, kita terus berputar—tidak diam, tidak menyerah, dan selalu mengarah pada cahaya harapan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ada KKN Kolaborasi 2025 di sanggar Wahana Puspa Budaya, Hosnatun: "Ilmu Akan Saya Berikan Sebelum Saya Mati"‎

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00