Zab Bransah, Pemuisi Negeri Aceh-Malaysia

Zab Bransah, Pemuisi Negeri Aceh-Malaysia - 2025 08 03 09 52 18 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Zab Bransah, Pemuisi Negeri Aceh-Malaysia
WA FB X


Oleh Mustiar Ar

Di tepi renung dan samudra aksara
Zab Bransah berdiri—laksana menara puisi Yang teguh dalam terpaan zaman. Langkahnya melintasi batas dari Langsa ke Melaka

Baca Juga

Mengusung sunyi, luka, dan cinta Sebagai persembahan bagi sejarah.
Dari bumi Rencong yang lirih dan bersahaja
Ia tenun aksara menjadi pelita Melayang ke negeri jiran Mekar di taman nusantara

Zab bukan sekadar penyair, Ia adalah jembatan rasa dan jiwa
Dua bangsa yang dipisahkan samudra. Bahasanya lembut namun tajam, Menorehkan makna di tanah gersang Dengan keteduhan yang menyapa nurani.

Ia tak mengejar gemerlap panggung, Namun membuka ruang hening
Bagi suara-suara yang kerap terpinggir. Puisinya adalah gema doa dari kampung Yang pelan-pelan dilupakan waktu

Adalah suara peluh dari lorong-lorong kota
Yang tak memiliki nama dalam peta.
Dalam bait-baitnya, Aceh dan Melayu

Malaysia bersatu dalam syair
Mendekap mesra dalam gurindam dan pantun
Zab, pemuisi dua tanah—satu nurani.
Dan bila waktu menutup lembar hidupnya

Namanya tetap hidup dalam getar puisi Menjadi nisan kata bagi jiwa yang merdeka lahir dalam sepi

Ia dalam pena yang bersinar

Aceh, 28 Juli 2025

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.