Dan aku menemui dirimu lagi malam ini. Di tepi pantai, ketika mataku menyapu bintang-bintang di atas sana. Ombak pasang surut menyapa kakiku, lalu seolah ditarik kembali.
Aku bersumpah pada tanah yang ku jadikan alas. Pada langit yang ku kagumi malam ini.
Aku masih mencintaimu seperti bulan yang masih setia berpijar untuk bumi. Seperti bintang-bintang yang masih terus menyala kala malam dan pagi. Dan seperti utuh megahnya gunung-gunung merapi.
Buktinya, hanya pada bagaimana aku sendiri. Sekarang, untukmu.
Nyatanya, hanya pada bagaimana kamu menepi. Sekarang, untukku.
Dan aku, kalah lagi.
Entah olehku, ataupun olehmu.
Dan aku, kalah lagi.
Entah oleh diriku, ataupun oleh dirimu.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.













Discussion about this post