POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

31 Juta Rekening Diblokir, Sebuah Tragedi Transaksional

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
July 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Bukan main hebohnya soal pemblokiran rekening dormant. Seperti sebuah tragedi besar. Memang iya, sih. Saya tak bisa membayangkan, pemilik rekening yang duitnya 11 triliun, tiba-tiba diblokir. Kalau tak semaput, ya selap, kata orang Pontianak. Mari kita ungkap soal tragedi transaksional digital ini sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Di sebuah negeri dengan ribuan pulau dan berjuta-juta ATM yang sering kehabisan struk, tiba-tiba datang sebuah kabar duka yang mengguncang sendi-sendi keuangan rakyat jelata. PPATK, lembaga maha sakti yang bisa mencium aroma uang haram dari balik firewall bank, dengan penuh wibawa memutuskan, 31 juta rekening dormant dibekukan (mistar.id). Seketika itu pula, jutaan nasabah yang hidup damai tanpa transaksi berubah status jadi krisis eksistensial finansial.

“Rekening gue nganggur doang, bro. Salahnya di mana?” jerit Olie, sambil mengecek saldo yang tidak bisa diakses, lalu menangis tersedu di depan mesin ATM seperti Bujang Nadi yang ditinggal Dare Nandong, yang ternyata kabur ke rekening aktif lainnya.

Blokir ini bukan blokiran biasa. Ini adalah bentuk filsafat kontemporer. Jika uangmu diam, negara akan bergerak. Keuangan adalah energi kinetik, wak. Kalau saldo cuma duduk manis tanpa transfer, tarik tunai, atau sekadar ditepuk dari aplikasi mobile banking, maka ia adalah ancaman nasional setara teroris digital.

“Saldo nganggur itu seperti cinta lama yang tak dibalas. Lama-lama bisa disalahgunakan orang lain,” kata seorang filsuf keuangan (bukan benar-benar filsuf, cuma nasabah kecewa yang terlalu sering nonton podcast).

Lebih dari Rp6 triliun mendadak jadi batu es di freezer negara. Ada yang dari rekening bansos, ada dari rekening dinas pemerintah, bahkan ada yang usianya lebih tua dari akun Friendster kita. Lucunya, 140 ribu rekening tidak aktif selama lebih dari 10 tahun, itu artinya mereka sudah pensiun dari perputaran ekonomi sejak era Blackberry masih berjaya.

📚 Artikel Terkait

HABA Si PATok

GEMURUH SAJAK DI LANGIT PERSADA

Burung Balam Kami

PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG

Di sisi lain, kepala PPATK dengan gagah menyatakan, “Saldo tetap aman.” Tapi rakyat yang mendadak tidak bisa belanja pulsa, bayar parkir digital, atau order bakso via QRIS justru merasa aman itu hanya ilusi, seperti cinta dari mantan yang ghosting tapi masih simpan foto kita di galeri HP-nya.

Pemerintah? Langsung bereaksi seperti drama Korea. Presiden Prabowo memanggil para kepala lembaga keuangan, bukan untuk makan siang, tapi untuk membedah krisis nasional, Dormant-gate. Bahkan Menko Polhukam ikut bicara, seperti sedang mengomentari kasus spionase, bukan rekening emak-emak yang nganggur tiga bulan.

DPR? Tentu saja seperti biasa, setengah mendukung, setengah galau, dan setengah lagi pura-pura tidak tahu karena masih nyari token m-banking.

Sementara itu, bank-bank besar seperti BCA dan Mandiri menanggapi dengan wajah diplomatis penuh senyum, seperti kasir minimarket yang bilang “maaf, saldo tidak cukup” dengan penuh empati dan penghinaan halus.

Tapi yang paling menderita tentu para nasabah. Ada yang ingin tarik tabungan nikah tapi diblokir. Ada yang baru ingat punya rekening waktu viral. Bahkan ada yang langsung mengisi Formulir Hensem dengan air mata sambil bertanya dalam hati, “Hensem itu apa? Kenapa nasib keuangan saya bergantung pada bit.ly yang terdengar seperti promosi skincare murahan?”

Begitulah, wak! Di negeri ini, nuan bisa lupa password, lupa tanggal lahir, bahkan lupa pacar lama. Tapi jangan pernah lupa menggerakkan rekeningmu, atau kau akan diblokir dengan penuh cinta dan alasan hukum. Karena di dunia keuangan modern, saldo yang tidak bergerak adalah potensi makar.

Akhirnya, kita pun belajar satu hal penting. “Kalau cinta harus diperjuangkan, maka saldo juga harus digerakkan.” Selamat bertransaksi. Sebelum ente jadi bagian dari statistik rekening terblokir yang disimpan dalam lemari besi berlabel “Kami Lindungi Hakmu, Tapi Maaf, Akses Ditutup Sementara.”

Sepertinya satu norek saya kena deh. Soalnya dibuat era Covid19 lalu, lupa. Esok mau cek. Kecil sih harapanya. Ngopi lagi, yok!

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Definisi Tentang Depresi dan Stres

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00