POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kain Batik Panjang, Beragam Fungsi dan Nilainya dalam Budaya Indonesia

RedaksiOleh Redaksi
July 26, 2025
Kain Batik Panjang, Beragam Fungsi dan Nilainya dalam Budaya Indonesia
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti Hajar

Kain batik panjang, memang menjadi salah satu benda paling ikonik dan multifungsi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hampir setiap rumah menyimpannya, entah satu lembar atau berlembar-lembar, dan tidak jarang diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun terlihat sederhana, selembar kain batik panjang menyimpan makna, sejarah, dan fungsi yang sangat dalam.

Dari segi fungsi, kain batik panjang adalah sahabat hidup orang Indonesia sejak lahir hingga akhir hayat. Saat seorang bayi lahir, ia disambut dengan hangat dalam balutan kain batik, entah sebagai pembungkus tubuh mungilnya, gendongan di pelukan ibu, atau alas tidur bayi. 

Kain batik menjadi penghangat pertama yang menyentuh kulit kehidupan. Saat ibu melahirkan di rumah atau rumah sakit, kain batik panjang biasanya dibawa sebagai pelapis atau penutup tubuh saat proses persalinan, seolah menjadi saksi bisu perjuangan lahirnya kehidupan baru.

Dalam keseharian, kain batik panjang juga digunakan sebagai jarik untuk menggendong anak, mengikat barang, menutupi tubuh saat salat. Ibu-ibu petani di kampong tidak jarang menggunakan kain batik panjang sebagai mukena. 

Kain batik panjang juga digunakan sebagai pelapis kasur atau bantal kecil. Di banyak rumah pedesaan, kain batik panjang dijadikan sprei atau alas tidur karena bahannya yang nyaman dan sejuk. Bahkan saat bepergian, kain batik sering dijadikan alas duduk atau selimut ringan. Ia begitu fleksibel, mudah dibawa, dan selalu terasa seperti di rumah.

📚 Artikel Terkait

Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas Melalui Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Berdiferensiasi

Nyalanesia Lakukan Webinar Sekolah Aktif Literasi Nasional

FADLI IMMAMMUDIN : ATLET SEPEDA YANG INSPIRATIF

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Namun, fungsi paling sakral dari kain batik panjang adalah saatia menemani seseorang menuju liang lahat. Ketika seseorang meninggal, tubuhnya dibungkus dengan kain batik panjang sebelum dikafani secara penuh atau sebagai lapis luar kain kafan. Ada rasa haru dan hormat dalam setiap lipatan batik itu—karena ia telah menemani hidup dari awal hingga akhir.

Di luar fungsi fisiknya, kain batik panjang juga menjadi bagian dari identitas budaya. Motif-motifnya bukan sekadar hiasan, tetapi mengandung filosofi dan harapan. Setiap daerah di Indonesia memiliki corak khas—Parang dari Jawa, Mega Mendung dari Cirebon, Kawung, Sogan, hingga motif batik Papua—semuanya mencerminkan nilai, sejarah, dan kebijaksanaan lokal.

Meskipun batik lebih dikenal sebagai warisan budaya dari wilayah Jawa, Aceh juga memiliki kekayaan motif khas yang tak kalah menarik, dan salah satunya adalah motif Pinto Aceh. Motif ini merupakan representasi dari keindahan ukiran pintu dalam arsitektur tradisional Aceh yang biasanya terdapat pada meunasah, rumah adat, atau bangunan penting lainnya. Pinto dalam bahasa Aceh berarti pintu—dan pintu ini bukan sekadar akses keluar-masuk, melainkan simbol gerbang menuju pengetahuan, spiritualitas, dan kehidupan yang lebih tinggi.

Motif Pinto Aceh mencerminkan perpaduan antara nilai estetika, religiusitas, dan filosofi hidup masyarakat Aceh. Bentuknya yang menyerupai gerbang dengan ragam hias rumit dan simetris menyimpan makna keseimbangan dan keteraturan dalam hidup. Ketika motif ini dituangkan dalam kain batik panjang, ia membawa nuansa kemegahan khas Aceh yang sarat nilai dan makna budaya.

Meskipun tidak semua masyarakat Aceh mengenakan batik dalam keseharian—karena lebih akrab dengan tenunan seperti songket atau bordiran khas Aceh—kehadiran batik dengan motif Pinto Aceh menjadi jembatan antara tradisi lokal dan warisan nasional. Beberapa pengrajin kain di Aceh bahkan telahmengembangkan batik khas Aceh dengan motif-motif lain seperti rencong, pucuk rebung, motif gunungan, dan flora-fauna endemik Aceh.

Selembar kain batik panjang mungkin tampak sederhana—lembaran katun dengan motif-motif yang berulang. Namun di balik tiap pola, tersimpan napas peradaban. Ia bukan hanya membalut tubuh, melainkan juga membungkus kenangan, melilit nilai-nilai, dan menjahitkan hubungan antargenerasi. Dari ruang bersalin hingga liang lahat, dari upacara adat hingga hari-hari biasa, kain batik panjang selalu hadir tanpa banyak bicara—namun keberadaannya terasa dalam.

Di tengah modernitas yang terus bergerak, keberadaan kain batik panjang mengingatkan kita akan akar budaya yang perlu dijaga. Ia tak sekadar warisan, tapi juga pengingat: bahwa dalam setiap helai kain, ada jati diri bangsa yang dijalin dengan rasa cinta, ketekunan, dan kehormatan. Maka, merawat dan mengenakannya bukan sekadar soal estetika, melainkan bentuk penghormatan pada sejarah, keluarga, dan tanah air. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Ekonomi Digital dan Kesenjangan Sosial: Mampukah Transformasi Teknologi Mewujudkan Kesejahteraan Merata?

Ekonomi Digital dan Kesenjangan Sosial: Mampukah Transformasi Teknologi Mewujudkan Kesejahteraan Merata?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00