POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba

Luhur SusiloOleh Luhur Susilo
July 25, 2025
Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Luhur Susilo

SMPN 1 Sambong dan Pengurus Satupena Blora

Akhir-akhir ini, kualitas tulisan tangan pelajar kita seakan makin merosot, Para Pendidik yang Budiman. Padahal, dulu kita akrab sekali dengan tulisan latin tegak bersambung, yang kini makin terabaikan. Sistem belajar dan tugas yang lebih banyak mengandalkan LKS atau soal pilihan ganda jadi salah satu penyebabnya.

Padahal, fokus pada tulisan tegak berdiri ini bisa jadi momen berharga. Ini kesempatan untuk mengasah analisis dan membentuk karakter tulisan, sekaligus kepribadian siswa. Tulisan tegak bersambung itu bukan cuma soal gaya, Para Pendidik yang Budiman.

Gaya penulisan ini, di mana huruf-huruf tersambung rapi, membentuk aliran yang indah dan menyatu. Makanya sering juga disebut tulisan kursif atau tulisan tangan. Huruf-hurufnya mengalir tanpa putus, menciptakan tampilan yang kohesif dan elegan.

Sejak SD, kita diajarkan menulis tegak bersambung. Tujuannya jelas, melatih motorik halus, fokus, dan kreativitas. Pembelajaran ini seharusnya terus berlanjut di jenjang pendidikan berikutnya, bukan cuma berhenti di tingkat dasar.

Manfaatnya bukan hanya melatih motorik. Tulisan tegak bersambung juga membantu kita mengenali kata sebagai satu kesatuan. Ini mencegah kesalahan penulisan terbalik, bahkan bisa meningkatkan kecepatan menulis karena tak perlu sering mengangkat pena.

📚 Artikel Terkait

Cut Nyak Dien: Nyala Perjuangan yang Abadi

Perempuan Dan Pengelolaan Sampah

Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman dan Syekh Ahmad Khatib. 

Gunung Seulawah Agam, Acheh

Membimbing tulisan latin tegak bersambung sebaiknya mengacu pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). PUEBI adalah panduan resmi bahasa Indonesia, termasuk kaidah penulisan huruf, kata, dan tanda baca. Prinsip PUEBI tetap relevan, bahkan untuk tulisan tangan.

Meskipun PUEBI tak mengatur detail bentuk tulisan tangan, prinsip ejaan dan tata bahasanya harus tetap kita terapkan. Contohnya, memastikan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, dan tempat sesuai aturan PUEBI. Ini penting banget, Para Pendidik yang Budiman.

Pastikan juga semua huruf kecil ditulis dengan benar dan sesuai kaidah PUEBI. Perhatikan penulisan kata baku, serta terapkan penggunaan tanda baca seperti titik dan koma secara tepat. Konsistensi dalam gaya tulisan dan penerapan PUEBI akan membuat tulisan tangan kita lebih jelas dan mudah dibaca.

Partisipasi luar biasa dari para peserta Lomba Menulis Surat tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Total peserta mencapai 258 siswa, terdiri dari jenjang SD: 66 peserta; SMP: 146 peserta; dan jenjang SMA: 46 peserta. Masa pengiriman peserta lomba sejak 10-20 Juli 2025.

Lomba menulis surat bertajuk “Surat untuk Pak Presiden” diinisiasi oleh Bunda Literasi Blora, Ny. Ainia Shalichah Arief Rochman melibatkan DinsosPA3I, Dindik, DPK Kabupaten Blora dan Satupena Blora. Kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan daya literatif pelajar Blora melalui kecakapan menulis latin tegak berdiri.

Setelah dilakukan proses penjurian mulai Senin-Rabu 21-23 Juli 2025 menunjukkan beberapa hasil analitik yang menarik. Keterampilan menulis latin tegak bersambung perlu dibiasakan melalui kegiatan pembelajaran. Peserta lomba dalam hal ini pelajar secara umum harus dididik dan dilatih cukup waktu serta terbiasa.

Pendidik pun perlu menguasai keterampilan menulis latin tegak berdiri. Urgensi kemampuan dan keterampilan menulis latin tegak berdiri yang mencerminkan kematang kepribadian sangat penting konteks pendidikan.

Kemampuan dan keterampilan menulis latin tegak berdiri harus diciptakan kondisi yang cukup. Pendidik perlu dibekali kemampuan dan keterampilan tersebut.

Ketepatan dalam mengungkapkan ide dan aspirasi penulis surat memerlukan kesungguhan dalam ide dan pemilihan kata yang tepat. Ide aspiratif pelajar peserta lomba menulis sangat beragam dan mewakili kenyataan keseharian di sekolah dan di masyarkat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Luhur Susilo

Luhur Susilo

Luhur Susilo Luhur Susilo adalah seorang penulis kelahiran Blora tahun 1970. Ia merupakan alumnus IKIP N Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta yang mulai menulis sejak kuliah profesi. Antologi puisi Sajak dari Belantara (2020), Blandhong (2021), dan beberapa karya mulai terbit di media online. Luhur mulai aktif di komunitas penulisan, termasuk Satupena. Ia juga menulis di bidang sastra, sosiohistoris, dan humaniora.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00