• Latest
Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba

Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba

Juli 25, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba

Luhur Susiloby Luhur Susilo
Juli 25, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Luhur Susilo

SMPN 1 Sambong dan Pengurus Satupena Blora

Akhir-akhir ini, kualitas tulisan tangan pelajar kita seakan makin merosot, Para Pendidik yang Budiman. Padahal, dulu kita akrab sekali dengan tulisan latin tegak bersambung, yang kini makin terabaikan. Sistem belajar dan tugas yang lebih banyak mengandalkan LKS atau soal pilihan ganda jadi salah satu penyebabnya.

Padahal, fokus pada tulisan tegak berdiri ini bisa jadi momen berharga. Ini kesempatan untuk mengasah analisis dan membentuk karakter tulisan, sekaligus kepribadian siswa. Tulisan tegak bersambung itu bukan cuma soal gaya, Para Pendidik yang Budiman.

Gaya penulisan ini, di mana huruf-huruf tersambung rapi, membentuk aliran yang indah dan menyatu. Makanya sering juga disebut tulisan kursif atau tulisan tangan. Huruf-hurufnya mengalir tanpa putus, menciptakan tampilan yang kohesif dan elegan.

Sejak SD, kita diajarkan menulis tegak bersambung. Tujuannya jelas, melatih motorik halus, fokus, dan kreativitas. Pembelajaran ini seharusnya terus berlanjut di jenjang pendidikan berikutnya, bukan cuma berhenti di tingkat dasar.

Manfaatnya bukan hanya melatih motorik. Tulisan tegak bersambung juga membantu kita mengenali kata sebagai satu kesatuan. Ini mencegah kesalahan penulisan terbalik, bahkan bisa meningkatkan kecepatan menulis karena tak perlu sering mengangkat pena.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Membimbing tulisan latin tegak bersambung sebaiknya mengacu pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). PUEBI adalah panduan resmi bahasa Indonesia, termasuk kaidah penulisan huruf, kata, dan tanda baca. Prinsip PUEBI tetap relevan, bahkan untuk tulisan tangan.

Meskipun PUEBI tak mengatur detail bentuk tulisan tangan, prinsip ejaan dan tata bahasanya harus tetap kita terapkan. Contohnya, memastikan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, dan tempat sesuai aturan PUEBI. Ini penting banget, Para Pendidik yang Budiman.

Pastikan juga semua huruf kecil ditulis dengan benar dan sesuai kaidah PUEBI. Perhatikan penulisan kata baku, serta terapkan penggunaan tanda baca seperti titik dan koma secara tepat. Konsistensi dalam gaya tulisan dan penerapan PUEBI akan membuat tulisan tangan kita lebih jelas dan mudah dibaca.

Partisipasi luar biasa dari para peserta Lomba Menulis Surat tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Total peserta mencapai 258 siswa, terdiri dari jenjang SD: 66 peserta; SMP: 146 peserta; dan jenjang SMA: 46 peserta. Masa pengiriman peserta lomba sejak 10-20 Juli 2025.

Lomba menulis surat bertajuk “Surat untuk Pak Presiden” diinisiasi oleh Bunda Literasi Blora, Ny. Ainia Shalichah Arief Rochman melibatkan DinsosPA3I, Dindik, DPK Kabupaten Blora dan Satupena Blora. Kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan daya literatif pelajar Blora melalui kecakapan menulis latin tegak berdiri.

Setelah dilakukan proses penjurian mulai Senin-Rabu 21-23 Juli 2025 menunjukkan beberapa hasil analitik yang menarik. Keterampilan menulis latin tegak bersambung perlu dibiasakan melalui kegiatan pembelajaran. Peserta lomba dalam hal ini pelajar secara umum harus dididik dan dilatih cukup waktu serta terbiasa.

Pendidik pun perlu menguasai keterampilan menulis latin tegak berdiri. Urgensi kemampuan dan keterampilan menulis latin tegak berdiri yang mencerminkan kematang kepribadian sangat penting konteks pendidikan.

Kemampuan dan keterampilan menulis latin tegak berdiri harus diciptakan kondisi yang cukup. Pendidik perlu dibekali kemampuan dan keterampilan tersebut.

ADVERTISEMENT

Ketepatan dalam mengungkapkan ide dan aspirasi penulis surat memerlukan kesungguhan dalam ide dan pemilihan kata yang tepat. Ide aspiratif pelajar peserta lomba menulis sangat beragam dan mewakili kenyataan keseharian di sekolah dan di masyarkat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com