• Latest

Berkelola Komunitas

Juli 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Berkelola Komunitas

Redaksiby Redaksi
Juli 18, 2025
Reading Time: 2 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 Oleh Ihwal Benz Satriadji

Berkelola Komunitas. Seringkali kita mendengar istilah  “mengawali lebih mudah daripada merawat”. Membuat komunitas baru itu mudah tapi menjalankan dan mempertahankannya tidak semudah saat membuatnya.


Prinsip hidup yang beraneka ragam warna dalam sebuah komunitas menjadi bagian interaksi yang dinamis sesama manusia walaupun seringkali berbenturan, akan tetapi kedewasaan dan kebijaksanaan menunjukan kualitasnya.
Perkembangan komunitas yang pesat sangat baik untuk perkembangan kemajuan diberbagai aspek masyarakat. Ekosistem yang sehat harus lebih dikemas apik khususnya ruang literasi sastra yang mempunyai peran penting guna membangun peradaban masa depan bangsa.


Kolektifitas sumberdaya yang solid menjadi salah satu penguat keberhasilan visi kelompok, tentunya didukung dengan kecakapan individu dalam menjalankan perannya.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026


Idealisme yang beraneka menjadi sangat menarik saat menyatukan suatu gagasan kreatif mewujudkan pencapaian hasil, dalam berorganisasi apapun tata kelola atau management yang baik harus diterapkan dan menjadi perhatian utama yang serius, karena seringkali hal sepele atau receh dapat menjadi racun atau toxic didalam kelompok.


Di tengah percepatan dan digitalisasi interaksi langsung sesama manusia sangat memprihatinkan, karena itu kita harus tanggap dan bisa menyikapi hal tersebut salah satunya dengan meningkatkan fasilitas literasi di masyarakat, optimalisasi RPTRA, Ruang Edukasi Terbuka, Rumah Ibadah, wadah komunitas dan lain sebagainya.


Pengelolaan yang akuntabel dan kredibel akan berdampak efektif bagi keberlangsungan komunitas. penerapan standar manajemen mulai dari Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (organizing), Pelaksanaan (executing), Pengendalian (controlling) dan Evaluasi tidak boleh dilakukan tanpa aturan karena dapat menyebabkan kekacauan dalam komunitas.


Selanjutnya adalah menjaga keberlangsungan ekosistem berkelanjutan, bukan hanya interaksi bahasa yang menurut data statistik Oktober 2024 Indonesia mempunyai lebih dari 720 bahasa yang seringkali kita temukan bahasa yang sama tapi arti yang berbeda, untuk itu hubungan atau connecting antar komunitas harus terus terjalin dan diciptakan.
Indikator kesuksesan komunitas sastra berpegang teguh pada visi dan misi yang dijalankan optimal dan berkualitas dalam komunitas sastra sebuah karya tentunya melahirkan karya-karya yang berkualitas dan berefek untuk kemaslahatan.


Bertahap proses kreatif yang perlu dilakukan untuk menjaga dan menumbuh kembangkan ekosistem sastra di antaranya,
1. Ilmu pengetahuan dan wawasan, dengan mencari dan memiliki ilmu seseorang tentu akan memiliki kompas atau panduan arah, giat membaca dan menulis, mempelajari kaidah penulisan, memaknai, memahami dan dapat mengambil intisari ilmu yang dipelajarinya.
2. Mengimplementasikan ilmu, tidak akan bermanfaat ilmu yang dimiliki jika tidak dapat digunakan atau dipraktekkan untuk kemaslahatan, dengan mengimplementasikan ilmu artinya kita berkontribusi pada keberlangsungan kehidupan.
3. Intensitas dan ketekunan dalam menjalankan misi adalah bagian yang penting karena daya atau spirit yang kuat dapat membantu mewujudkan visi disini juga diperlukan dukungan finansial
4. Pergaulan / Silaturahim, Tak kenal maka tak sayang begitulah kata pepatah hal ini menjadi urat nadi, hubungan, interaksi, sinergitas yang harus terjaga dan terjalin.
5. Kepatuhan, disiplin menjalankan apa yang menjadi terget pencapaian dengan kesadaran dan loyalitas yang tinggi.


Tak luput peranan sejarah dalam peradaban saat ini adalah bagian dari proses kreatif para pendahulu yang juga harus ditelaah dengan bijak dan cerdas.
Perkembangan teknologi, sosial, budaya dan lainnya menjadi menu dalam berproses kreatif tak lepas dari peran penting adanya kurator atau mereka yang cakap dan apik memperkuat karya-karya yang dihasilkan.


Penulis,
Ihwal Benz Satriadji, Ketua Komunitas Sastra Jakarta Timur, Penggerak Literasi TBM Aksara Timur.
Refrensi,
Tony Bendell, Louise Boulter & John Kelly, Benchmark.
Rissa Curia, Meretas Pemikiran Riri Satria.
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir(Perubahan Sosial).

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
MPLS Inovatif: Gagas Deklarasi Sekolah Anti Kekerasan dan Perundungan

Unimal Serius Membangun Mutu PPG Sebagai Pilar Kualitas Pendidikan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com