POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Dahlan Iskan dan Saham Rp89 Miliar

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
July 16, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Cerita Dahlan Iskan sudah memasuki fase krusial. Mulai bongkar-bongkar rahasia. Ceritanya akan panjang dan berseri. Siapkan lagi kopinya, wak! Bentar lagi Timnas U23 vs Brunei pukul 20.00 WIB, sambil menunggu laga itu, ada baiknya baca kisah ini.

Ceritanya begini. Terjadi pertempuran sengit antara raja yang terusir dan istana yang tak rela melepaskan bayangan masa lalu. Ini bukan kisah fiktif, tapi nyata adanya, berjudul Jawa Pos vs Dahlan Iskan: Episode Saham, Dendam, dan Dokumen yang Hilang Entah di Mana.

Dulu, Dahlan Iskan adalah mahaguru, begawan, pencipta sekaligus penggerak semesta Jawa Pos. Namanya melekat, mengalir bersama tinta berita. Dahlan adalah Jawa Pos. Jawa Pos adalah Dahlan. Seperti kertas dan tinta, seperti harga saham dan spekulasi, seperti mie instan dan telur plus cabe rawit. Tapi zaman berubah, loyalitas memudar, dan akta-akta mulai dibaca dengan kacamata serakah. Tiba-tiba, sang pendiri pun menjadi terdakwa.

Isunya epik, Rp 89 miliar dividen dari PT Dharma Nyata Press (DNP), perusahaan yang menaungi Majalah Nyata, dituding tidak disetorkan Dahlan dan Nany Wijaya kepada PT Jawa Pos. Dividen itu, kata pihak Jawa Pos, adalah bagian dari hasil 2014 hingga 2016. Lalu, entah kekuatan kosmis mana yang memengaruhi planet ini, pada tahun 2017, semuanya macet. Tak ada lagi dividen yang mengalir, hanya gugatan dan jumpa pers.

Jawa Pos, yang merasa sebagai induk perusahaan, mengklaim punya hak atas DNP. Mereka meyakini DNP dulu “pinjam nama” Dahlan dan Nany. Ajaib! Di dunia hukum Indonesia, di mana setiap huruf dalam akta harus diteken tiga kali dan disahkan notaris, muncul konsep spiritual, pinjam nama. Sebuah doktrin goib yang tak tercantum dalam UU PT maupun UU Penanaman Modal. Seakan-akan saham itu bisa dipegang lewat kekuatan batin dan sentuhan telepati antar komisaris.

Tentu, kubu Dahlan tak tinggal diam. Sang pengacara, Johanes Dipa Widjaja, muncul sebagai Gandalf di tengah pertarungan akta. Ia menyatakan, “Jawa Pos bukan pemegang saham. Jadi tidak berhak atas dividen. Lihat saja di AHU, semua bisa akses.” Sebuah tamparan digital di era transparansi. Kalau ingin saham, ya beli. Kalau ingin dividen, ya pegang saham. Jangan ngaku-ngaku karena dulu satu tim futsal.

📚 Artikel Terkait

Ketika Sang Muazzin dan Juara Pidato Telah Pergi untuk Selamanya

Berwakaf Dengan Nominal Kecil. Berwakaf Tidak Harus Menunggu Kaya

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

Ratoeh Jaroe di Panggung Dunia: Menari dalam Identitas Kita Sendiri

Dalam dokumen AHU (Administrasi Hukum Umum), jelas terlihat siapa pemilik DNP. Jawa Pos? Tidak tercantum. Mereka hanya nostalgia tanpa kepemilikan. Tapi tetap nekat, seperti orang yang ngaku punya warung padahal cuma sering ngopi di sana.

Ironisnya, ketika Dahlan ingin mengambil kembali dokumen dan barang-barang pribadinya di kantor Jawa Pos, ia harus melapor ke polisi. Sang pendiri, yang pernah membangun kerajaan itu dari nol, kini seperti anak kost yang diusir tanpa diberi kesempatan ambil kaos dalam lemari. Tragedi Yunani pun menangis menyaksikan ini.

Kini, kisah ini terus bergulir. Jawa Pos bahkan melaporkan Nany ke polisi, dan membuka kemungkinan tersangka tambahan. Sementara publik geleng-geleng kepala, karena jelas, tak ada bukti akta, tak ada saham, tapi masih ada tuntutan Rp 89 miliar. Kalau ini bukan lelucon korporat abad ini, maka kita tak tahu apa lagi yang lebih absurd.

Dahlan Iskan, kau bukan sekadar tokoh. Kau legenda yang sedang difitnah oleh halaman koran yang dulu kau hidupkan. Tapi percayalah, sejarah mencatat kebenaran, bukan narasi power point direksi yang baru belajar merger.

Dahlan Iskan bukan dewa. Tapi ia adalah simbol integritas di tengah kebisingan pengusaha-pengusaha yang suka main petak umpet dengan legalitas. Ia tidak sempurna. Tapi setidaknya ia tidak ngaku-ngaku saham orang sebagai miliknya.

Jika sampeyan dihadapkan pada pilihan antara Jawa Pos dan Dahlan Iskan, ingatlah sabda kuno di Bursa Efek Absurd, “Saham itu milik yang tercatat, bukan yang merasa dekat.” Untuk Jawa Pos, kalau merasa punya hak, silakan buktikan. Tapi jangan bawa-bawa perasaan ke ranah kepemilikan. Ini dividen, bukan drama sinetron.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Makna Kebaikan Sejati dan Ukhuwah Islamiyah/Basyariyah

Makna Kebaikan Sejati dan Ukhuwah Islamiyah/Basyariyah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00