POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pesawat Seulawah Dakota SumbanganRakyat Aceh untuk Kemerdekaan RI

RedaksiOleh Redaksi
July 11, 2025
Pesawat Seulawah Dakota SumbanganRakyat Aceh untuk Kemerdekaan RI
🔊

Dengarkan Artikel

   Oleh Hamdani Mulya

Guru SMAN 1 Lhokseumawe, Pemerhati Sejarah
dan Pegiat Literasi di Forum Penulis Aceh

Pada akhir tahun 1948, situasi Republik Indonesia berada di titik nadir. Agresi Militer Belanda II yang dilancarkan pada 19 Desember 1948 berhasil menduduki Yogyakarta, ibu kota RI saat itu. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan. Dalam kondisi genting ini, Soekarno sempat memberikan mandat kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera. Salah satu amanat penting lainnya dari Soekarno adalah agar bangsa Indonesia segera memiliki pesawat terbang sendiri untuk menembus blokade udara Belanda, menjaga komunikasi dengan dunia luar, dan mendukung perjuangan.
Seruan ini disambut dengan semangat patriotisme yang luar biasa oleh rakyat Aceh. Wilayah Aceh, yang saat itu relatif aman dari pendudukan Belanda dan menjadi basis penting Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), merasa terpanggil untuk berkontribusi. Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo, Teungku Muhammad Daud Beureueh, bersama para tokoh masyarakat dan saudagar Aceh, segera mengambil inisiatif untuk mengumpulkan dana.
Penggalangan dana dilakukan secara sukarela dan spontan. Para saudagar kaya Aceh, seperti yang tergabung dalam Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (GASIDA) di bawah pimpinan Muhammad Hasan, menyumbangkan sebagian besar hartanya. Namun, yang paling mengharukan dan menjadi simbol keikhlasan adalah partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kaum ibu di Aceh tak ragu menyumbangkan perhiasan emas mereka – gelang, kalung, cincin, bahkan subang – demi tegaknya Republik. Semangat “jihad fisabilillah” berkobar, menganggap sumbangan ini sebagai bagian dari perjuangan suci mempertahankan kemerdekaan.
Dalam waktu yang relatif singkat, dana yang terkumpul mencapai jumlah yang signifikan, yakni sekitar 120.000 dolar Singapura atau setara dengan 20 kg emas murni. Dana ini cukup untuk membeli sebuah pesawat angkut. Pilihan jatuh pada pesawat jenis Douglas DC-3 Dakota. Pesawat ini kemudian dibeli dari seorang pilot berkebangsaan Amerika bernama Keegan di Singapura. Setelah transaksi selesai, pesawat tersebut diterbangkan dari Bangkok, Thailand, dan mendarat dengan selamat di Pangkalan Udara Lhoknga, Aceh Besar (beberapa sumber menyebut Blang Bintang).
Setibanya di Aceh pada akhir tahun 1948, pesawat ini secara resmi menjadi milik Republik Indonesia dan diberi nomor registrasi. Nama yang disematkan padanya adalah “RI-001 Seulawah”, yang berarti “Gunung Emas”. Nama ini tidak hanya merujuk pada salah satu gunung yang megah dan terkenal di Aceh, tetapi juga secara simbolis menggambarkan sumbangan berharga berupa emas dari rakyat Aceh. Seulawah RI-001 menjadi pesawat angkut komersial pertama yang dimiliki bangsa Indonesia dan cikal bakal dari maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesian Airways.
Peran Seulawah RI-001 sangat vital dalam mendukung perjuangan diplomasi dan logistik RI. Pesawat ini berhasil menembus blokade udara ketat yang diberlakukan Belanda. Beberapa misi pentingnya antara lain:

📚 Artikel Terkait

Suara Rakyat Sudah Diamanahkan

Realitas Utang

GURU KREATIF ITU, SEPERTI APA?

Cara AI Tingkatkan Enggagement Karyawan

  1. Membawa misi diplomatik yang dipimpin oleh L.N. Palar ke Burma (kini Myanmar) untuk mencari dukungan internasional dan bantuan.
  2. Mengangkut obat-obatan, logistik, dan bahkan persenjataan untuk para pejuang di berbagai front pertempuran.
  3. Memfasilitasi mobilitas para pejabat PDRI antar wilayah di Sumatera yang sulit dijangkau melalui darat.
  4. Menyebarkan berita dan informasi tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia ke dunia luar, melawan propaganda Belanda.
    Sumbangan pesawat Seulawah RI-001 oleh rakyat Aceh adalah bukti nyata komitmen, pengorbanan, dan loyalitas tanpa pamrih mereka terhadap kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini mengukuhkan julukan Aceh sebagai “Daerah Modal”, karena kontribusinya yang fundamental pada masa-masa paling kritis bagi kelangsungan Republik. Kisah Seulawah adalah epik kepahlawanan kolektif, di mana keikhlasan dan semangat juang rakyat Aceh menjelma menjadi kekuatan nyata yang membantu mempertahankan eksistensi Republik Indonesia, sebuah warisan yang terus dikenang sebagai salah satu pilar penting dalam sejarah perjuangan bangsa.”Aceh Daerah Modal.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00