• Latest

Jeju Ala Pohon Ceubrek dan Nimby Syndrom

Juli 10, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Jeju Ala Pohon Ceubrek dan Nimby Syndrom

Feri Irawanby Feri Irawan
Juli 10, 2025
Reading Time: 2 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Feri Irawan, SSi MPd
Kepala SMKN 1 Jeunieb, Aceh

Ada hal yang sangat penting dalam hidup ini, yakni nilai karakter. Inilah yang terjadi di seputaran “Pohon Jeju ala Aceh” atau Pohon Ceubrek dalam bahasa Aceh, di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. Sampah masih menjadi salah satu masalah di sini.

Tak hanya di bawah pohon, bahkan hampir sepanjang bantaran jalan mulai dari puntung rokok, plastik, sedotan, bekas pembungkus makanan, hingga sampah-sampah lainnya berserakan di mana-mana. Padahal ya, hanya perlu sedikit usaha untuk membuang sampah biar tidak berantakan. Kalaupun malas, ada pilihan untuk menyimpan sampah untuk pembuangan nanti.

Coba bayangkan, bagaimana bisa sampah yang berserakan lebih banyak dibandingkan yang ada di tempat sampah. Mungkin aneh. Lagi pula, kebersihan di seputaran pantai akan menambah daya tarik estetikanya agar eye catching.

Sementara, ketika pohon yang sedang bagus bermekaran ini, tiba-tiba ditebang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, warga menumpahkan sumpah serapah atau kekecewaan atas penebangan pohon ‘Jeju’ ala Korea.

Fenomena ini membuktikan masih rendahnya kesadaran wisatawan lokal dalam menjaga kebersihan. Sampah-sampah tersebut seperti sengaja dibiarkan begitu saja dengan berbagai alasan yang terkesan mementingkan diri sendiri sehingga mereka melupakan tanggung jawab menjaga kebersihan menjadi bagian dari ibadah.

Bagi sebagian orang, sampah mungkin dipandang hal biasa dan tidak dipedulikan. Bila diumpamakan suatu penyakit, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini mungkin sudah sampai pada tingkat “stadium” empat.

Tapi ironisnya, ketika mereka melihat banyak sampah yang menumpuk, mereka malah mengeluarkan keluhan dan hujatan dan tudingan-tudingan miring terhadap petugas kebersihan.

Meski langkah kecil, kebersihan itu akan terwujud, setidaknya dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya.

Kebersihan juga menjadi bagian dari ibadah. Agama Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah saw sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan, Islam dibangun atas kebersihan.

Saya pikir, masalah sampah sembarangan ini sudah layak diangkat menjadi isu daerah, terutama Aceh yang notabene-nya menerapkan syariat islam. Sudah selayaknya gubernur dan bupati/walikota beserta jajarannya menuangkannya dalam aturan daerah atau Qanun hingga adanya sanksi moral.

Terima atau tidak, kini sampah menjadi masalah utama dan bersama. Setiap hari kita berjibaku dengan problemantika sampah yang seolah menjadi enigma tak terpecahkan.

Padahal, salah satu akar persoalan sampah ialah sikap ketidakpedulian. Ada syndrom Not In My Backyard (Nimby) yang terjadi saat menghadapi sampah. Nimby berarti sikap boleh buang sampah, asal bukan di rumah atau tanahku.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Syndrom Nimby ini tampak nyata dalam perilaku sebagian dari kita seenaknya membuang sampah sembarangan.

ADVERTISEMENT

Dan “pohon jeju ala Korea” atau pohon ceubrek adalah saksinya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Gelar Meninggi, Moral Menyusut: Apa kabar Pendidikan Kita?8

Gelar Meninggi, Moral Menyusut: Apa kabar Pendidikan Kita?8

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com