• Latest
Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

Juli 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

Redaksiby Redaksi
Juli 9, 2025
Reading Time: 1 min read
Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Puisi: Muslimin Lamongan

Maafkan aku, rerumputan,
aku yang melangkah tanpa menyapamu,
meninggalkan jejak kotor di tubuhmu,
menjadikanmu abu dalam nyala yang angkuh.
Gelak tawa dan paving beton
merampas tarianmu di pangkuan bumi.

Namun akarmu bagaikan ibu,
yang menyimpan rindu dalam sabar purba,
menghisap kekuatan dari gelap tanah,
merapal doa dalam diam
hingga hujan memelukmu,
dan pucukmu kembali mendekap cahaya.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Kau seperti perempuan
yang bangkit dari luka,
yang menjahit senyuman
di setiap helai daunmu,
mewarnai bumi
dengan hijau yang tak pernah menyerah.

Ajarkan aku keteguhanmu, rerumputan.
Ajarkan aku menjadi seperti ibu-ibu di ladang,
yang memetik teh dengan tangan penuh harap,
meski lelah menghias langkahnya,
tapi peluh mereka adalah hujan
bagi dapur kecil yang lapar.

ADVERTISEMENT

Aku yang sering gugur di hembus angin,
aku yang kerap lupa menghargai pagi.
Ajarkan aku memeluk badai
dan tetap tumbuh seperti dirimu,
mencintai bumi dengan senyum yang kokoh,
meski diinjak, dibakar, dan dilupakan,
engkau semakit kuat mengakar dan bertahan.

Lamongan, Jatim
25 Desember 2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Plusnya Kuambil, Minusnya Kubuang

Plusnya Kuambil, Minusnya Kubuang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com