Timur Menyeru Damai, Barat Mengejar Ambisi: Seruan Islam Global untuk Mencegah Perang Dunia Ketiga

Timur Menyeru Damai, Barat Mengejar Ambisi: Seruan Islam Global untuk Mencegah Perang Dunia Ketiga - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Timur Menyeru Damai, Barat Mengejar Ambisi: Seruan Islam Global untuk Mencegah Perang Dunia Ketiga
WA FB X

Oleh Dayan Abdurrahman


🌍 Pendahuluan: Dunia di Ujung Tanduk

Umat manusia hari ini hidup dalam zaman penuh kecemasan. Di satu sisi, teknologi maju pesat, namun di sisi lain, ketegangan geopolitik membesar seperti bara dalam sekam. Perang Rusia-Ukraina belum reda, api di Gaza dan Palestina terus membara, dan ancaman konflik global seperti Perang Dunia Ketiga mulai dibicarakan oleh para pemimpin dunia.

Sebagai umat Islam, kita tidak boleh buta terhadap realitas ini. Kita diajarkan untuk tafakkur atas keadaan zaman, tadabbur atas tanda-tanda kerusakan, dan tafa’ul atas harapan yang masih mungkin ditegakkan.


🕌 Islam sebagai Rahmat bagi Semesta

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)

Islam datang bukan untuk satu bangsa atau satu waktu, tetapi untuk semesta—termasuk bumi yang kini terancam oleh ambisi segelintir negara yang mengedepankan senjata dan kekuasaan dibandingkan keadilan dan kasih sayang.

Maka dari itu, peran dunia Islam sangat sentral untuk menjadi penengah, penyeru damai, dan penjaga kehidupan. Menyerukan kedamaian adalah dakwah, dan mencegah perang adalah amar ma’ruf nahi munkar yang paling global.


🕊️ Mengapa Perang Dunia Ketiga Harus Dicegah?

Sebagian orang berkata: “Bukankah perang bagian dari takdir?” Benar, tetapi manusia diberikan akal, nurani, dan wahyu agar tidak menyerah pada kebinasaan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Janganlah kalian mengharapkan bertemu dengan musuh. Tapi bila kalian terpaksa bertemu, maka teguhkan hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Islam tidak mengagung-agungkan perang. Perang adalah pilihan terakhir, bahkan sebisa mungkin dihindari. Maka dalam konteks dunia saat ini, mencegah perang global adalah bentuk jihad akbar—perjuangan besar demi keselamatan umat manusia.

Baca Juga


🌏 Dunia Timur: Cahaya Peradaban Alternatif

Sementara dunia Barat semakin larut dalam ambisi kekuasaan global, dunia Timur memiliki potensi menjadi pusat peradaban alternatif yang lebih seimbang dan humanis. Di sinilah letak pentingnya peran Islam.

Dari Asia Tenggara, suara damai dari para ulama dan ormas Islam menyerukan keadilan dan hak asasi global.

Di Timur Tengah, meski dilanda konflik, suara para mujahid perdamaian tak pernah padam.

Di Afrika Utara dan Asia Selatan, Islam hidup berdampingan dengan budaya dan menyuarakan solusi lokal atas krisis global.


🤲 Kampanye Doa dan Dakwah Global untuk Perdamaian

Sebagai umat Islam, kita memiliki senjata spiritual yang tidak dimiliki kekuatan militer mana pun: doa, keikhlasan, dan dakwah kebenaran.

  1. Doa untuk keselamatan umat manusia dan bumi
    “Ya Allah, jauhkan kami dari fitnah akhir zaman. Lindungi dunia dari perang besar. Beri petunjuk kepada pemimpin dunia agar memilih jalan damai.”
  2. Kampanye dakwah damai lintas media
    Gunakan media sosial untuk menyuarakan perdamaian, jangan hanya menyebar kemarahan. Ubah algoritma dunia maya menjadi saluran rahmat.
  3. Ajakan diplomasi lintas iman dan bangsa
    Islam mengakui perbedaan dan mengajak kepada perdamaian. Firman Allah:

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.”
(QS. Al-Anfal: 61)


🕌 Amar Ma’ruf Global: Mencegah Hancurnya Peradabane

Mencegah Perang Dunia Ketiga bukan hanya tugas para pemimpin, tapi tugas kolektif umat manusia. Umat Islam harus memelopori gerakan ini, bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama dakwah kemanusiaan.

Tegakkan amar ma’ruf nahi munkar:

Melalui khutbah Jumat bertema perdamaian

Majelis taklim yang membahas konflik global

Video dakwah pendek di TikTok, YouTube, dan Instagram


🌿 Dunia Timur dan Akhirat: Harmoni yang Dibutuhkan Dunia

Barat sering kali mengagungkan dunia secara berlebihan (materialisme, sekularisme). Timur membawa suara keseimbangan: dunia dan akhirat.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia…”
(QS. Al-Qashash: 77)

Inilah mengapa dunia Timur, dan Islam secara khusus, harus menjadi penengah sejarah. Kita tidak anti-teknologi, tetapi kita menolak teknologi yang menciptakan kehancuran.


🕯️ Penutup: Dakwah Damai sebagai Warisan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ď·ş adalah pemimpin negara, panglima perang, dan pendidik. Tapi yang paling agung dari beliau adalah bahwa beliau datang membawa rahmat, bukan laknat. Maka warisan Rasulullah adalah dakwah yang mencegah kehancuran, bukan dakwah yang membakar dunia.

ADVERTISEMENT

Jika dunia Barat tidak mampu mengendalikan ambisinya, maka dunia Timur—dengan Islam di dalamnya—harus tampil memimpin.

Dan kita semua adalah bagian dari seruan itu.


“Ya Allah, jadikanlah kami jalan-jalan damai di bumi-Mu. Jika dunia ini di ambang kehancuran, jadikanlah kami penolaknya. Dan jika fitnah zaman datang, kuatkanlah kami sebagai umat yang menyelamatkan, bukan yang merusak.”

Aamiin.

🕊️
Dayan Abdurrahman
Pemerhati Geopolitik dan Budaya Islam Global

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Dayan Abdurrahman
Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.