• Latest
Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal

Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal

Juni 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal

Redaksiby Redaksi
Juni 18, 2025
Reading Time: 4 mins read
Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Drs. Akaha Taufan Aminudin

Kabar baik datang dari Jawa Timur, di mana Dwianto Setyawan diajukan sebagai penulis besar oleh SATUPENA Jawa Timur. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Romo Sindhunata, menjadi simbol harapan bagi Kota Batu untuk menemukan jati diri sebagai kota sastra dan literasi. Ini bukan sekadar pencapaian individu, tapi tonggak budaya yang meneguhkan identitas daerah lewat karyanya.

SATUPENA: Merajut Kenangan, Merayakan Penulis Besar dari Nusantara

Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi masa kini, SATUPENA hadir sebagai penjaga warisan sastra Indonesia dengan merayakan penulis-penulis besar dari tiap provinsi. Inisiatif ini bukan sekadar mengenang, melainkan juga menghidupkan kembali jiwa budaya yang melekat pada kata-kata mereka. Melalui perayaan, seminar, dan diskusi, SATUPENA membuka ruang dialog antara masa lalu dan masa kini, antara manusia dan kecerdasan buatan, serta mengukuhkan bahwa sastra adalah napas jiwa bangsa yang tak tergantikan.

Jejak Penulis, Sebuah Warisan yang Tak Pernah Pudar

Membayangkan Indonesia tanpa karya-karya besar dari penulis legendaris, seperti Buya Hamka dari Sumatra Barat, atau Ismail Marzuki dari Jakarta, seperti membayangkan sebuah taman tanpa bunga. Mereka bukan hanya sekedar nama—mereka adalah suara raga bangsa, yang suaranya masih bergema, meski sudah berpuluh tahun berlalu.

SATUPENA, sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Denny JA dan kawan-kawan, mengajak kita untuk menelusuri kembali arsip kebudayaan ini dengan cara yang sarat makna: memilih satu penulis besar dari masing-masing provinsi yang dianggap telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam membangun wajah budaya daerahnya.

,Membentang dari Sabang sampai Merauke dengan Kata-kata

Kita bisa membayangkan bagaimana NH Dini di Jawa Tengah menoreh cerita-cerita penuh kehalusan jiwa, sementara Montinggo Busye dari Lampung menulis warisan sastra yang unik dan khas daerah. Begitu juga Joko Pinurbo, dengan puisi jenakanya dari Jawa Barat, yang mampu membuat kita tersenyum sekaligus merenung.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Gerakan ini membuka mata kita bahwa karya sastra Indonesia begitu berwarna dan berlapis, mencerminkan keberagaman dan keragaman budaya negeri ini. Ia bukan hanya tentang tulisan di atas kertas, melainkan juga tentang bagaimana kata-kata menjadi nyawa bagi peradaban.

Menghidupkan Kembali Dalam Era Digital dan AI

“Sekarang pertempuran sastra bukan saja di medan manusia, tapi juga di medan mesin,” ungkap Denny JA, yang menyentuh realitas bahwa kecerdasan buatan semakin mampu mencipta kata-kata. Tapi, seperti napas yang tidak bisa diciptakan oleh algoritma, sastra sejati lahir dari pengalaman manusia—dari gelombang rasa dan pergulatan batin.

Ini adalah pengingat khusus bagi kita—penulis dan pembaca—bahwa sastra bukan sekadar soal kata-kata yang disusun rapi. Ia adalah cerminan jiwa kita, yang harus terus dirayakan dan dilindungi agar tidak lenyap digerus zaman.

Tidak Sekedar Mengenang, Tapi Merayakan dengan Nyata

SATUPENA mengajak tiap provinsi dan komunitas sastra untuk tidak hanya memilih nama penulis, tapi juga mengadakan berbagai acara menarik—seminar, pameran, pembacaan puisi, bahkan webinar global. Kegiatan ini memberikan peluang untuk membuka ruang diskusi, mengenal lebih dalam kehidupan dan karya para penulis, dan menyalakan kembali api inspirasi bagi generasi muda.

Bayangkan, saat Anda menyimak membaca puisi karya Rahman Arge dari Sulawesi Selatan, atau menonton diskusi mendalam tentang karya Suman HS dari Riau, Anda sedang ikut merawat peradaban.

Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal

Kabar baik datang dari Jawa Timur, di mana Dwianto Setyawan diajukan sebagai penulis besar oleh SATUPENA Jawa Timur. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Romo Sindhunata, menjadi simbol harapan bagi Kota Batu untuk menemukan jati diri sebagai kota sastra dan literasi. Ini bukan sekadar pencapaian individu, tapi tonggak budaya yang meneguhkan identitas daerah lewat karyanya.

Menjaga Warisan, Menghadapi Tantangan Masa Depan

Selain program peringatan penulis besar, SATUPENA juga sebelumnya sudah memiliki program 100 buku yang membentuk Indonesia, menyatukan karya-karya yang telah mengukir sejarah pemikiran bangsa. Dengan berbagai kegiatan penghargaan dan talkshow, SATUPENA menjaga agar dunia kepenulisan Indonesia tetap hidup dan berkembang.

Tantangan zaman memang kian berat, tapi gerakan seperti ini memberi harapan bahwa tulisan dan sastra tetap menjadi bahasa universal yang menghubungkan hati manusia lintas generasi.

ADVERTISEMENT

Merayakan penulis besar dari berbagai provinsi bukan sekadar menghormat pada masa lalu, tapi juga merupakan janji kita bersama untuk menjaga api peradaban agar terus menyala. Sebuah pengingat bahwa sastra adalah saksi waktu dan cermin jiwa bangsa.

Sebagaimana kata Denny JA, kata-kata mereka tak akan pernah hilang dalam kabut waktu. Mari bersama-sama kita sebarkan cerita mereka, belajar dari kehidupan mereka, dan terus menyalakan api keindahan sastra di negeri yang kaya ini. Karena pada akhirnya, setiap kata yang lahir dari jiwa adalah warisan manusia yang tak ternilai harganya.

Tulisan ini terinspirasi oleh gerakan SATUPENA dan dedikasi para penulis besar Indonesia dalam menjaga warisan intelektual bangsa.

Kota Batu Wisata Sastra Budaya Jawa Timur Rabu 18 Juni 2025
Drs. Akaha Taufan Aminudin
Koordinator Kreator Era AI KEAI JAWA TIMUR & KETUA UMUM SATUPENA JAWA TIMUR

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com