• Latest
Empat Pulau yang Dikhianati

Empat Pulau yang Dikhianati

Juni 12, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Empat Pulau yang Dikhianati

Redaksiby Redaksi
Juni 12, 2025
Reading Time: 3 mins read
Empat Pulau yang Dikhianati
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ini tulisan saya yang kedua tentang empat pulau yang berpindah tangan. Semula milik Aceh, lalu dikawinkan paksa dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Respons netizen luar biasa, rame. Pemerintah lewat Mendagri bukannya melunak, seperti ingin menantang rakyat Aceh. Kisah empat pulau ini semakin seru, dan siapkan kopi tanpa gulanya agar otak selalu encer dan waras.

Darwis, seorang nelayan renta yang biasa menyapa ombak dengan senyum dan doa. Kini duduk termenung di pinggir perahunya yang rapuh. Ia menatap Pulau Panjang, Mangkir Gadang, Lipan, dan Mangkir Ketek. Empat sahabatnya sejak bocah, empat pulau yang kini bukan lagi bagian dari Aceh. Bukan karena erosi, bukan karena gempa, tapi karena keputusan administratif selembar kertas, Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025. Begitulah caranya pulau bisa dipindah, seperti kursi di ruang rapat, tanpa perasaan.

Secara logika dan geografi, yang selama ini dipercaya oleh rakyat kecil tapi tidak oleh kekuasaan, empat pulau ini berjarak hanya 4,7 kilometer dari daratan Aceh. Tapi kini mereka diceraikan secara paksa dan dijodohkan dengan Sumatera Utara yang jauhnya 22 kilometer. Dalihnya, tata batas yang katanya disepakati entah oleh siapa. Peta bisa berubah, garis bisa ditarik ulang, sejarah bisa dihapus, semua tergantung siapa yang pegang spidol dan siapa yang duduk di belakang meja.

Saat rakyat Aceh masih menggigil marah, datanglah parade proyek dan kepentingan. Deposit fosfat Rp 2,3 triliun di Mangkir Gadang, menurut ESDM (2024). Terumbu karang dengan 287 spesies ikan hias (LIPI, 2023). Sumber air tawar di Pulau Panjang. Penyu belimbing yang dilindungi dunia, tapi tidak oleh negara. Belum lagi proyek resor mewah Rp 800 miliar di Mangkir Ketek, dermaga misterius di Pulau Panjang, serta desas-desus cadangan migas yang lebih harum dari aroma kopi Gayo. Semua itu kini berpindah tangan. Siapa di balik semua ini? Silakan tanya Gubernur Sumut Bobby Nasution, menantu presiden yang tampaknya punya akses khusus ke Google Maps versi elite.

Namun drama ini mencapai klimaks baru saat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, bertemu langsung dengan Bobby Nasution di Banda Aceh. Pertemuan yang mestinya jadi forum diplomasi, berubah jadi konten TikTok. Mualem, dengan gayanya yang tenang tapi tajam, terekam meninggalkan Bobby yang baru saja mendarat, seperti karakter utama film gangster yang menolak ajakan damai mafia rival. Publik Aceh? Meledak tepuk tangan virtual. Banyak yang memuji sikap Mualem. “Itu baru pemimpin Aceh! Bukan pemimpin yang jual pulau seperti jual pulsa!” seru seorang warganet. Di tengah krisis legitimasi dan pengkhianatan administratif, TikTok mendadak menjadi platform diplomatik paling jujur di republik ini.

Di Jakarta? Tito Karnavian, sang Mendagri, memberikan solusi pamungkas. Silakan gugat ke PTUN. Seolah-olah rakyat Aceh punya waktu, duit, dan tim kuasa hukum layaknya perusahaan tambang. Seolah nelayan seperti Darwis bisa menyusun gugatan sambil menjahit jaring dan mengusir ombak. Seolah pengadilan administratif adalah tempat rakyat mencari keadilan, bukan tempat keadilan dikompromikan oleh waktu dan tumpukan perkara.

Sementara itu, Presiden Prabowo masih diam. Mungkin menunggu pulau-pulau itu benar-benar pindah sendiri. Atau mungkin menunggu laut mendidih, rakyat menggila, dan sejarah menulis ulang dirinya sebagai penonton paling tenang di tengah badai. Karena di negeri ini, menjadi diam adalah strategi. Menjadi netral adalah seni. Membiarkan rakyat kehilangan hak atas nama “administrasi” adalah kebijakan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kini, empat pulau itu masih ada. Masih bisa dilihat. Tapi tidak lagi bisa diakui. Seperti sahabat lama yang diambil orang, lalu dibilang, “Kamu terlambat. Kami sudah sah di mata hukum.” Tapi rakyat Aceh tidak lupa. Sejarah tidak akan diam. Karena laut bisa tenang, tapi dendam geografis… bisa jadi gelombang yang tak terpetakan.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com