POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Idul Adha sebagai Dekonstruksi Kepemilikan dan Pembangunan Loyalitas Transendental

Hanif ArsyadOleh Hanif Arsyad
June 7, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh:  Hanif Arsyad

Dosen Universitas Malikussaleh 

Pernyataan yang menggambarkan “setiap kita adalah manifestasi Nabi Ibrahim” dan “Ismail kita” sebagai harta, jabatan, ego, atau hal duniawi yang kita cintai, menawarkan lensa psikologis-spiritual yang mendalam untuk merefleksikan esensi Hari Raya Idul Adha. Pendekatan ini bukan sekadar alegori, melainkan sebuah kerangka filosofis untuk memahami transformasi diri yang dituntut oleh ritual kurban. 

Idul Adha dan Psikologi Pelepasan (Detachment)

Metafora Kurban sebagai Proses Psikologis: Perintah Allah kepada Ibrahim untuk “mengurbankan” Ismail (QS. As-Saffat: 102) dapat ditafsirkan secara psikologis sebagai ujian pelepasan (detachment) tertinggi. 

Yang diuji bukan nyawa fisik Ismail, melainkan ikatan emosional dan rasa kepemilikan absolut Ibrahim terhadap apa yang paling berharga baginya.

“Ismail” Modern dan Keterikatan (Attachment):Dalam konteks sekarang ini, “Ismail” kita mewujud dalam berbagai bentuk: ambisi karier, kekayaan materi, status sosial, pengakuan, bahkan identitas ego dan keyakinan dogmatis. 

Momentum Idul Adha mengajak kita untuk melakukan “dekonstruksi psikologis” terhadap keterikatan berlebihan ini. Perintah berqurban ini bukan cuma ritual menyembelih hewan kurban menjadi simbol fisik dari penyembelihan metaforis atas rasa kepemilikan mutlak kita terhadap hal-hal duniawi.

Kepemilikan sebagai Amanah (Trusteeship): Pandangan bahwa segala sesuatu pada hakikatnya milik Allah dan dititipkan kepada manusia (QS. Al-Hadid: 7) merupakan dasar filosofis Islam tentang kepemilikan. 

Idul Adha memperkuat kesadaran ini. Mengurbankan hewan (aset bernilai) adalah latihan konkret melepaskan sesuatu yang kita “miliki” secara fisik demi kepatuhan yang lebih tinggi, menginternalisasi konsep amanah.

Dwi Teladan: Loyalitas Transendental dan Ikhlas tanpa Harap

Nabi Ibrahim: Arketipe Loyalitas Transendental (Transcendent Loyalty): Loyalitas nabi Ibrahim ini bukanlah ketaatan buta, melainkan hasil dari hubungan transendental yang mendalam, kepatuahan dan keimanan yang haqqul yakin dengan Allah, dibangun melalui pencarian intelektual-spiritual (QS. Al-An’am: 74-79). 

📚 Artikel Terkait

Mengapa Mahasiswa Wajib Magang?

Guru Multitalenta Katalisator Pendidikan Kini dan Esok

BrainScience Academy Malaysia dan UMMAH Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

Bahaya Perundungan  Bagi Para Siswa di Sekolah

Loyalitasnya yang melampaui batas-batas rasionalitas manusiawi dan ikatan duniawi paling kuat (keluarga). Idul Adha mengajak kita meneladani loyalitas yang memprioritaskan nilai-nilai Ilahiah dan universal (keadilan, kebenaran, pengorbanan untuk kebaikan bersama) di atas kepentingan pribadi atau kelompok. 

Sementara teladan dari Nabi Ismail As : Model Ikhlas Radikal (Radical Acceptance):Respon nabi Ismail, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu…” (QS. As-Saffat: 102), menunjukkan tingkat keikhlasan dan penyerahan diri (tawakkal) yang luar biasa. Ia melepaskan hak atas hidupnya sendiri dengan penuh kesadaran dan penerimaan. 

Dalam konteks “Ismail” metaforis kita, keikhlasan Ismail mengajarkan penerimaan tanpa syarat terhadap proses pelepasan yang mungkin menyakitkan (kehilangan jabatan, harta, pengakuan ego), percaya bahwa ada hikmah dan rencana yang lebih besar di baliknya. 

Aplikasi dalam Kehidupan Modern: Dari Ritual ke Transformasi Sosial.

Dalam kontek berkehidupan sosial ada beberapa hal yang perlu kita cermati bersama yaitu: Berkurban atas nama “Ego”: Aplikasi paling relevan adalah “mengurbankan” ego – keangkuhan, keserakahan, prasangka, dan kebutuhan untuk selalu benar. Ini berarti mengembangkan kerendahan hati (humility), empati, dan kesediaan untuk berkompromi demi kebaikan bersama.

Dan berkurban atas Materialisme: Dalam masyarakat konsumeristik, Idul Adha mengajak evaluasi hubungan dengan harta. Berkurban hewan (dan mendistribusikannya) adalah tindakan nyata melawan materialisme, mengalihkan fokus dari akumulasi ke berbagi dan keadilan sosial (QS. Al-Hajj: 28, 36). 

Nilai kurban terletak pada niat pelepasan dan kedermawanan, bukan pada nilai nominal hewannya. Serta yang terakhir berkurban atas Ambisi Buta:Jabatan dan pangkat adalah amanah. 

Idul Adha mengingatkan bahwa loyalitas tertinggi harus pada etika dan nilai-nilai kemanusiaan universal, bukan pada atasan atau sistem yang korup. Keikhlasan berarti menjalankan amanah dengan integritas, meskipun tidak populer atau menghambat promosi.

Dari momentum sakral ini  dapat diharapkan terbangun kesadaran pribadi sehingga terbentuk Komunitas Berbasis Kesalehan dan Keikhlasan: 

Semangat Idul Adha, jika diinternalisasi secara kolektif, dapat membentuk masyarakat yang lebih adil dan peduli. 

Loyalitas pada kebenaran dan keikhlasan dalam berbagi sumber daya menjadi fondasi sosial yang kokoh, melampaui loyalitas kesukuan, golongan, atau kepentingan ekonomi sempit.

Sebagai renungan kita bersama dari akhir tulisan Refleksi Idul Adha melalui metafora “Setiap kita adalah Ibrahim” dan “Ismail kita adalah…” bukan sekadar renungan spiritual, melainkan kerangka kerja untuk transformasi diri dan sosial yang mendalam. Esensinya terletak pada dekonstruksi psikologis terhadap rasa kepemilikan absolut dan pembangunan loyalitas transendental (kepada Allah dan nilai-nilai universal kebaikan) serta keikhlasan  dalam melepaskan keterikatan duniawi.

Ritual kurban menjadi simbol dan katalis untuk proses internal ini. Panggilan Idul Adha adalah panggilan untuk menjadi “Ibrahim modern” – yang berani menguji loyalitas tertingginya, dan “Ismail kontemporer” – yang ikhlas melepaskan “dirinya” (ego, harta, jabatan) demi nilai yang lebih luhur. 

Dengan menginternalisasi kesalehan Ibrahim dan keikhlasan Ismail, Idul Adha menjadi momentum untuk membangun kehidupan individual dan kolektif yang lebih bermakna, adil, dan berorientasi pada nilai-nilai transenden, jauh melampaui sekadar ritual tahunan. Semoga anugerah kesalehan dan keikhlasan itu benar-benar menyinari jalan hidup kita.dalam keseharian.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Hanif Arsyad

Hanif Arsyad

Hanif Arsyad adalah lulusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK, berpengalaman sebagai dosen, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya aktif menulis di bidang pendidikan karakter, pengembangan SDM, serta kajian kebahasaan dan sosial. Saat ini, saya mengajar di Universitas Malikussaleh dan Hanna English School sebagai owner yang berlokasi di Aceh Utara. Saya juga menjabat sebagai Koordinator Yayasan Askar Ramadhan di Aceh yang bergerak di bidang sosial, serta dipercaya sebagai Kepala Sekolah Akademi Berbagi untuk klaster Aceh Utara dan Lhokseumawe. Keahlian saya mencakup penulisan ilmiah, editing, dan pendampingan riset.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
What is Scholasticide?

What is Scholasticide?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00