POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mungkinkah Aceh Menerapkan Sistem Nomokrasi?

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
June 5, 2025
Mungkinkah Aceh Menerapkan Sistem Nomokrasi?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dr. Al Chaidar Abdülrahman Puteh, M.Si

Ada kemungkinan bagi Aceh untuk menerapkan sistem nomokrasi, meskipun ini akan menjadi perubahan yang signifikan dari sistem demokrasi parlementer yang berlaku saat ini. Gagasan nomokrasi, khususnya nomokrasi Islam, telah menjadi topik diskusi dan penelitian di kalangan akademisi yang mengamati Aceh (Chaidar, 2020; Junaidi & Rodiah, 2023; Sahrasad, et al., 2024a; Aisyah, et al., 2024). Rakyat Aceh yang merasa muak dengan tingkah polah partai politik menunjukkan adanya aspirasi untuk mencari alternatif sistem politik yang lebih baik (Solehudin, et al., 2024).


Meskipun pada MoU Helsinki 2005 Aceh menuntut demokrasi partai lokal, hal ini mungkin mencerminkan upaya pada saat itu untuk mendapatkan otonomi politik yang lebih besar dalam kerangka sistem yang sudah ada. Namun, dengan semakin meningkatnya kekecewaan terhadap partai politik, ide nomokrasi—sebuah sistem politik tanpa partai—menjadi lebih relevan sebagai solusi potensial untuk membajaknya sistem demokrasi saat ini (Sahrasad, et al., 2024b).

Mekanisme “Multistage Representative Election System” dalam Nomokrasi


Dalam sistem nomokrasi, pemilihan pemimpin daerah seperti Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, dan Keuchik (kepala desa) dapat dilakukan melalui mekanisme “Multistage Representative Election System” atau Sistem Pemilihan Perwakilan Bertahap. Mekanisme ini dirancang untuk memilih pemimpin berdasarkan kompetensi, integritas, dan representasi masyarakat, bukan afiliasi partai politik. Berikut adalah usulan tahapan yang mungkin:

1. Pemilihan Keuchik (Kepala Desa):
Tahap Awal (Basis Komunitas): Setiap gampong (desa) atau unit komunitas terkecil memilih perwakilan-perwakilan mereka sendiri melalui musyawarah atau pemilihan langsung yang sederhana dan transparan. Calon Keuchik diusulkan oleh masyarakat berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kemampuan kepemimpinan mereka, tanpa campur tangan partai politik.

📚 Artikel Terkait

Banjir

Kenakalan Remaja Semakin Meresahkan

Selamat Ulang Tahun Majalah POTRET

PERTOLONGAN


Peran Ulama/Tokoh Masyarakat: Ulama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dapat memainkan peran penting dalam menyeleksi dan merekomendasikan calon yang memenuhi syarat, memastikan calon memiliki nilai-nilai moral dan etika yang kuat (Chaidar & Sahrasad, 2013).

2. Pemilihan Camat:
Tahap Perwakilan Desa: Keuchik atau perwakilan-perwakilan desa yang telah terpilih di tingkat gampong akan menjadi pemilih untuk Camat di tingkat kecamatan. Ini memastikan bahwa Camat dipilih oleh perwakilan yang paling dekat dengan masyarakat akar rumput.
Kriteria Kualifikasi: Calon Camat harus memiliki rekam jejak yang bersih, kemampuan manajerial, dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan.

3. Pemilihan Bupati/Walikota:
Tahap Perwakilan Kecamatan: Camat atau perwakilan-perwakilan dari setiap kecamatan akan menjadi pemilih untuk Bupati/Walikota di tingkat kabupaten/kota. Mekanisme ini menciptakan lapisan perwakilan yang menjamin bahwa calon Bupati/Walikota memiliki dukungan dari berbagai wilayah di kabupaten/kota.
Dewan Penilai Independen: Sebuah dewan penilai independen yang terdiri dari akademisi, ulama, profesional, dan tokoh masyarakat dapat dibentuk untuk menyeleksi calon-calon terbaik berdasarkan visi, misi, dan program kerja yang diajukan, serta rekam jejak mereka.

4. Pemilihan Gubernur:
Tahap Perwakilan Kabupaten/Kota: Bupati/Walikota atau perwakilan dari setiap kabupaten/kota akan menjadi pemilih untuk Gubernur di tingkat provinsi. Ini akan memastikan bahwa Gubernur memiliki legitimasi yang kuat dari seluruh wilayah Aceh.
Musyawarah Besar Aceh: Sebuah musyawarah besar yang melibatkan seluruh perwakilan terpilih dari berbagai tingkatan (Keuchik, Camat, Bupati/Walikota) dapat diadakan untuk membahas dan memilih calon Gubernur terbaik. Proses ini akan mengedepankan konsensus dan musyawarah mufakat, sesuai dengan nilai-nilai adat dan keagamaan Aceh.

Prinsip-prinsip Penting dalam Sistem Nomokrasi Aceh:
Aturan Hukum (Nomos): Sistem ini akan sangat menekankan supremasi hukum, di mana semua keputusan dan tindakan pemerintah harus berdasarkan pada aturan hukum yang jelas dan adil, termasuk hukum syariah yang berlaku di Aceh (Junaidi & Rodiah, 2023).
Partisipasi Masyarakat Sipil: Ruang publik bagi masyarakat sipil harus tetap terbuka dan kuat, memungkinkan pengawasan terhadap pemerintah dan partisipasi aktif dalam perumusan kebijakan (Junaidi & Rodiah, 2023).
Transparansi dan Akuntabilitas: Setiap tahapan pemilihan dan kinerja pejabat harus transparan dan akuntabel kepada publik.
Kompetensi dan Meritokrasi: Penekanan utama adalah pada pemilihan pemimpin berdasarkan kompetensi, keahlian, dan rekam jejak, bukan popularitas atau afiliasi politik.
Dewan Ulama dan Adat: Peran ulama dan tokoh adat akan menjadi sangat penting dalam menjaga moralitas dan etika kepemimpinan, serta memastikan bahwa nilai-nilai Islam dan adat tetap dihormati dalam sistem pemerintahan (Sahrasad, et al., 2024b).
Penerapan sistem nomokrasi di Aceh akan menjadi tantangan besar, tetapi juga menawarkan potensi untuk menciptakan pemerintahan yang lebih bersih, efektif, dan bertanggung jawab kepada rakyat, tanpa intervensi partai politik yang merusak (Solehudin, et al., 2024).

Bibliografi
Aisyah, Ti, et al. “Nomocracy and Good Governance in Aceh, Indonesia: A Preliminary Study.” Proceedings of International Conference on Social Science, Political Science, and Humanities (ICoSPOLHUM). Vol. 4. 2024.
Chaidar, Al. “Nomokrasi Islam Untuk Indonesia.” Aceh Anthropological Journal 4.1 (2020): 1-34.
Chaidar, Al, and Herdi Sahrasad. “Negara, Islam, dan nasionalisme sebuah perspektif.” Jurnal Kawistara 3.1 (2013).

Junaidi, Junaidi, and Ita Rodiah. “Praktik Sistem Nomokrasi Islam: Potret Kebebasan Ruang Publik Masyarakat Sipil Aceh.” Politica: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam 10.2 (2023): 138-152.
Sahrasad, Herdi, Al Chaidar, and T. Alfiady. “An Interpretation on Sharia, Islamic Nomocracy and the Muslim World: The Case of Aceh Special Region.” Proceedings of International Conference on Social Science, Political Science, and Humanities (ICoSPOLHUM). Vol. 4. 2024a.
Sahrasad, Herdi, et al. “Nomocracy as Alternative for Democratic System: A Preliminary Concepts for Aceh’s Public Administration System.” PETITA 9 (2024b): 816.
Solehudin, Rd Heri, Rifma Ghulam Dzaljad, and Erna Budiarti. “Considering Nomocracy as a Formula for a Clean Government System in Indonesia.” Family, Youth, Wellbeing, and the Path to Social Transformation: 99.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Senja Merah

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00