• Latest
Ketika PHK Semakin Brutal: Sarjana pun Bertahan di Jalanan

Ketika PHK Semakin Brutal: Sarjana pun Bertahan di Jalanan

Juni 3, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika PHK Semakin Brutal: Sarjana pun Bertahan di Jalanan

Redaksiby Redaksi
Juni 3, 2025
Reading Time: 2 mins read
Ketika PHK Semakin Brutal: Sarjana pun Bertahan di Jalanan
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Ririe Aiko

Di tengah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang semakin brutal di berbagai sektor, masyarakat Indonesia dihadapkan pada kenyataan pahit: bukan hanya mereka yang tidak menempuh pendidikan tinggi yang terdampak, melainkan juga para lulusan perguruan tinggi, bahkan hingga tingkat magister. Fenomena ini memperlihatkan betapa rapuhnya ekosistem ketenagakerjaan kita, bahkan bagi mereka yang selama ini digadang-gadang sebagai “calon pemimpin masa depan” melalui jalur pendidikan formal.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kini, tidak asing lagi kita temukan sarjana S1 dan S2 yang beralih profesi menjadi driver ojek online, penjual makanan via daring, hingga tukang parkir di pinggiran kota. Mereka yang sebelumnya bekerja di perusahaan besar, berkarier di sektor formal, dan duduk di balik meja kantor, kini terpaksa turun ke jalan demi menghidupi keluarga. Ini bukan tentang rendahnya profesi-profesi tersebut—semua pekerjaan adalah mulia—tetapi tentang betapa sistem telah gagal menjamin keberlanjutan hidup bagi mereka yang telah menempuh jalan pendidikan panjang dan mahal.

Ironisnya, di tengah suara-suara lesu dari para pekerja yang kehilangan harapan, ruang publik kita justru ramai dengan kabar korupsi dari elite penguasa. Dari kepala daerah, pejabat kementerian, hingga oknum legislatif—berita korupsi seolah menjadi headline harian yang sudah tidak lagi mengejutkan. Ketika rakyat menjerit kehilangan pekerjaan, para elit justru sibuk mempertahankan kekuasaan dan memperkaya diri. Ketimpangan ini semakin memperuncing jurang antara penguasa dan rakyat, antara janji kesejahteraan dan realita penderitaan.

Pemerintah boleh saja mengklaim bahwa telah hadir berbagai program pelatihan ulang (reskilling) atau bantuan sosial bagi korban PHK. Namun, dampaknya masih sangat minim, tidak menyentuh akar persoalan. Realitas di lapangan berbicara lebih keras: semakin banyak warga berpendidikan tinggi yang merasa “terbuang”, dan semakin sedikit peluang kerja yang sesuai dengan latar belakang dan kemampuan mereka.

Kondisi ini menandakan lebih dari sekadar krisis ekonomi. Ini adalah krisis harapan. Ketika rakyat sudah lelah—amat sangat lelah—dengan janji-janji kosong dan solusi yang tambal sulam, maka yang tersisa hanyalah daya bertahan hidup. Kita sedang menyaksikan transisi besar di mana “kemuliaan ijazah” tidak lagi menjamin apa-apa selain utang biaya kuliah.

Sudah saatnya negara hadir secara nyata. Bukan hanya dengan menggulirkan bantuan sesaat, tapi dengan membangun ekosistem kerja yang berkelanjutan, memberantas korupsi secara sistemik, dan mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap institusi. Ketika masyarakat harus berjuang sendirian untuk bertahan hidup sementara para koruptor bebas melenggang dengan kemewahan, maka kita harus berani mengatakan: ini bukan sekadar krisis ekonomi, ini krisis keadilan sosial.

Jika situasi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya angkatan kerja yang tergerus, tapi juga masa depan bangsa yang sedang dikikis perlahan. Dan ketika harapan kolektif mulai padam, kita tidak sedang menghadapi resesi semata—kita sedang menghadapi kehilangan arah sebagai sebuah bangsa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Puisi-Puisi Dewis Pramanas

Puisi-Puisi Dewis Pramanas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com