POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Mengenal Budi Arie Setiadi yang Dilaporkan PDIP ke Polisi

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 28, 2025
Mengenal Budi Arie Setiadi yang Dilaporkan PDIP ke Polisi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Penguasa lawan rakyat kecil, sudah terlalu sering kita saksikan. Namun, jarang kita dengar penguasa melawan partai politik besar. Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi dilaporkan PDIP ke polisi. Sang menteri tidak minta maaf, tanda kasus ini lanjut ke ranah hukum. Siapa sebenarnya Budi Arie yang tak takut dengan serudukan banteng moncong putih? Yok, kita kenalan, wak!

Budi Arie Setiadi lahir di Jakarta pada 20 April 1969. Ia adalah produk otentik dari Universitas Indonesia. Ia bukan jebolan WhatsApp University atau alumni TikTok Fakultas, tetapi sarjana dan magister ilmu komunikasi dan komunikasi politik UI yang nyata. Otaknya penuh diksi, lidahnya penuh retorika. Sejak memimpin Suara Mahasiswa UI dan menjabat sebagai Ketua BEM Fisip, ia sudah terlihat, ini bukan mahasiswa biasa. Ini calon pemimpin peradaban, atau setidaknya, menteri penuh sensasi.

Di masa reformasi 1998, ketika banyak orang masih sibuk menabung ketakutan, Budi justru mendirikan surat kabar “Bergerak”. Bukan sekadar nama, tapi seruan revolusioner. Dalam dunia pers yang dibekap Orde Baru, Bergerak adalah semacam zikir politik bagi anak muda yang mendambakan demokrasi. Di situlah Budi tidak hanya menulis berita, tapi menulis takdir bangsa.

Karier politiknya ibarat drama Netflix berdurasi panjang, penuh plot twist dan montase montok. Dari Ketua Balitbang PDIP Jakarta, Wakil Ketua PDIP Jakarta, Ketua Umum Projo (sayap relawan Jokowi yang militan bagai pasukan elit Jedi), hingga Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2023, sebuah jabatan di mana ia harus mengurusi hoaks, sinyal hilang, dan tentunya judi online, sang hantu digital yang kerap disebut-sebut, termasuk oleh Budi Arie sendiri. Ironi? Lebih dari itu, ini adalah drama ontologis tentang kekuasaan dan kata-kata.

📚 Artikel Terkait

PERAN GENDER PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI ACEH

Jambo Politek Aneuk Nanggroe

Definisi Partai

Ilusi “Ekonomi Hijau” pada Kelapa Sawit

Namun, sejarah sering kali kejam pada pemilik mulut beracun. Pada 27 Mei 2025, para kader PDIP, partai yang dulu menaungi langkah awal politik Budi, malah menyeretnya ke Bareskrim Polri. Sebabnya? Budi diduga menyebut PDIP sebagai “mitra judi online (judol).” Sebuah pernyataan yang, jika benar, mengandung daya ledak moral setara bom Hiroshima di tengah kongres partai. Para kader tersinggung, marah, dan melapor atas dasar Pasal 310 dan 311 KUHP tentang fitnah dan penghinaan. Bukti? Ada video, ada suara. Bahkan konon, CCTV dari lubuk hati yang tersakiti pun merekamnya.

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, turun tangan. Ia tidak menabuh genderang perang, tapi mengharapkan klarifikasi. Namun Budi, dengan gaya filsuf jalanan, memilih diam seribu kata. Tidak ada permintaan maaf, tidak ada konferensi pers dengan air mata buaya atau lagu sendu di latar. Hanya keheningan yang menggelegar, seperti jeda dramatis sebelum adegan penentu dalam sinetron politik nasional.

Yang lebih menarik, Budi Arie bukan tokoh sembarangan. Berdasarkan LHKPN Maret 2024, total kekayaannya mencapai Rp102 miliar. Dengan tanah dan bangunan di Jakarta, Tangsel, Bekasi, hingga Padang, mobil senilai Rp830 juta, surat berharga Rp24,5 miliar, serta kas Rp11,6 miliar, ia lebih layak disebut entrepreneur of governance dari sekadar menteri. Kekayaannya bukan sekadar angka, tapi simbol dari keberhasilan kapitalisme dalam tubuh birokrasi, versi halal, tentu saja.

Kini, Budi menjabat sebagai Menteri Koperasi. Orang yang berada di Ring 1 kekuasaan. Ia sedang berhadapan dengan PDIP secara hukum. Apapun hasil hukumnya nanti, satu hal jelas, Budi Arie Setiadi bukan manusia biasa. Ia adalah contoh konkret dari paradoks politik, idealis yang pragmatis, komunikator yang terjebak komunikasi, pahlawan yang kini dibidik panah dari bekas kawan. Ia adalah dramawan dalam tragedi Yunani yang sedang dipentaskan di Cikini dan ditonton seantero Indonesia.

Sementara kita? Kita adalah penonton yang bingung. harus kagum, tertawa, atau menangis. Yang jelas kopi tanpa gula pahit tapi nikmat.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

A Soul’s Journey Back to Allah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00