POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Alhamdulillah, Bukan Nomor Satu

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 23, 2025
Alhamdulillah, Bukan Nomor Satu
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Lama tak bahas korupsi. Saya kan pakarnya, sombong amat! Ups..Sambil menikmati gudeg di Jalan Wahidin, saya nak cerita kisah terbaru soal korupsi di negeri ini. Simak ya wak sambil seruput kopi.

Di negeri ini, korupsi bukan lagi sekadar tindakan tercela. Ia telah menjelma menjadi filsafat kehidupan. Sebuah jalan ninja. Gaya hidup. Misi suci yang diwariskan turun-temurun seperti resep opor ayam dari nenek. Dalam kitab suci pembangunan negeri, tertulis dengan tinta tak kasatmata, “Sesungguhnya, siapa yang menguasai anggaran, maka dialah penguasa dunia.”

Betapa tidak? Di lembaga pendidikan (tidak semua), tempat anak-anak bangsa belajar menulis cita-cita di atas kertas folio bergaris, korupsi diam-diam ikut mengajar. Ia hadir lewat pena tanda tangan fiktif, absensi palsu, dan pengadaan printer seharga satu sepeda motor. Anak-anak tak sadar mereka sedang hidup di dalam lab eksperimen etika, karena setiap kegiatan sekolah, ada biaya tak tercantum yang harus disetujui oleh “yang tahu aturan main”.

Di kantor-kantor, korupsi berdansa di antara lembar-lembar proposal. Ia tidak jahat. Ia hanya ingin ikut merasakan anggaran. Seperti kata pepatah kontemporer, “Kalau tidak bisa mengambil proyek, ya ambillah fee-nya.” Proyek-proyek itu pun bagai drama epik, pengadaan bibit mangga yang tidak pernah berbuah, pengaspalan jalan yang hilang tertelan hujan, dan pelatihan daring dengan peserta fiktif yang tetap dapat sertifikat. Inilah realisme magis versi APBN.

Lalu kita membuka mata dan melihat ke panggung dunia. Menurut survei U.S. News tahun 2025, Rusia kembali meraih gelar negara paling korup sejagat untuk ketiga kalinya. Selamat, Rusia! Sebuah pencapaian yang layak dirayakan dengan vodka dan nota palsu. Disusul Iran di peringkat kedua, Kolombia ketiga, lalu Meksiko, Zimbabwe, Myanmar, El Salvador, Ghana, Kamboja, dan Bangladesh. Mereka adalah para maestro, para seniman gelap yang membingkai kehancuran dengan rapih. Negeri saya, negeri ente, dan negeri kita Indonesia? Tenang, kita tidak terlalu buruk. Kita hanya di peringkat 37. Sebuah posisi yang cukup aman untuk tetap mencuri tanpa dicurigai, namun cukup rendah untuk tetap bisa menunjuk negara lain sambil berkata, “Lihat tuh, mereka lebih parah.”

📚 Artikel Terkait

Gercep Sita Aset Rakyat

Gelar Meninggi, Moral Menyusut: Apa kabar Pendidikan Kita?

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Keberhasilan dan Kegagalan

Survei US News ini bukan sembarang survei warung kopi. Ia melibatkan hampir 17.000 orang dewasa dari 36 negara yang diminta memilih negara mana yang paling mereka asosiasikan dengan kata “korup.” Tentu ini bukan survei soal kebenaran, tapi persepsi. Seperti yang kita tahu, persepsi adalah kenyataan yang lebih nyaman. Apalagi kalau kenyataannya harus masuk KPK.

Sementara itu, Transparency International, organisasi pengamat korupsi kelas dunia, merilis CPI (Corruption Perceptions Index) tahun 2024. Sudan Selatan memimpin dari dasar dengan skor menyedihkan, 8. Diikuti Somalia (9), Venezuela (10), dan Suriah (12). Di antara reruntuhan moral itu, Indonesia berdiri tegak di urutan ke-68 dari 180 negara dengan skor CPI 37. Sungguh angka yang cukup untuk lolos remedial, namun tidak cukup untuk dapat beasiswa integritas.

Kita bisa saja bilang, “Yah, minimal kita bukan Sudan Selatan.” Tapi bukankah itu seperti membanggakan diri karena tak separah maling kambing padahal baru saja nyolong sapi?

Indonesia, negeri kita tercinta. Di sinilah korupsi bukanlah musuh, melainkan mitra strategis dalam pembangunan. Ia tidak membunuh. Ia hanya memeluk terlalu erat. Dalam dekapan itulah kita hidup, tersenyum, dan berharap suatu hari nanti… bisa naik ke peringkat 20 besar. Karena seperti pepatah baru, makin tinggi peringkat korupsi, makin besar peluang masuk berita.

Apa kabar Liga Korupsi Indonesia? Kasus Pertamina, diam toh. Kantor Kejaksaan dijaga tentara. KPK asyik memburu curut saja, sang big bos aman sentosa. Semua aman dalam balutan korupsi. Ente bila terancam KPK atau Jaksa, segera masuk partai, dijamin ngeper tu APH. Sekali lagi inilah negeri saya, negeri ente, negeri kita, di mana korupsi sudah menjadi budaya, local wisdom.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

The Rise of IIUM as a Leading Choice for Indonesian Students

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00