• Latest
Apakah Sudah Seharusnya Aceh Merdeka?

Apakah Sudah Seharusnya Aceh Merdeka?

Mei 12, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Apakah Sudah Seharusnya Aceh Merdeka?

Redaksiby Redaksi
Mei 12, 2025
Reading Time: 2 mins read
Apakah Sudah Seharusnya Aceh Merdeka?
632
SHARES
3.5k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

•Sekjend Perhimpunan Rakyat Merdeka.

Dari meja kopi siang ini saya bersama rekan rekan himpunan bersilaturahmi sambil berdiskusi kecil kecilan. Banyak hal menarik yang kami diskusikan, seperti bagaimana telur tercipta, cara membangun hotel yang berlabel syariat, kemiskinan di suatu daerah, bahkan kami juga berdiskusi tentang anggaran pengadaan mobil mewah. 

Namun diskusi yang sangat menarik dan penuh tawa itu secara tiba tiba hening ketika salah seorang teman saya bertanya kepada kami semua “apakah Aceh lebih baik merdeka atau tetap seperti ini? “  Hal ini membuat saya terdiam dan reflek saya membakar sebatang rokok lucky strike yang ada di depan saya dan menyeruput kopi hitam tanpa gula. 

Aceh, sebuah wilayah yang terletak di ujung barat Indonesia, mempunyai nilai sejarah yang panjang sebagai bangsa yang merdeka. Bagi sebagian masyarakat umum Aceh, kemerdekaan bukanlah sekadar keinginan emosional, melainkan hak historis, politik, dan ekonomi yang telah lama diperjuangkan.

Aceh dulunya merupakan Kesultanan yang merdeka dan berdaulat. Banyak pendukung kemerdekaan berpendapat bahwa Aceh tidak sepenuhnya pernah setuju untuk menjadi bagian dari Indonesia secara sukarela.

Kami berdiskusi siang ini dengan keadaan Aceh hari ini yang banyak mengalami ketimpangan dari segala sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, pembangunan, dan lain-lain.

Lalu muncul lah pertanyaan apakah kita harus memperjuangkan lagi Aceh untuk merdeka? Atau tetap membiarkan Aceh seperti ini. Kami mulai membedah dari Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah yang seharusnya bisa membuat Aceh mandiri dan makmur tanpa harus bergantung lagi kepada pemerintah pusat. Begitulah dari sudut kaca mata kami berdiskusi sambil ngopi santai. 

Lalu juga dari sektor pembangunan tampak juga tidak merata dan kebijakan pembangunan dari pusat banyak dianggap tidak cocok atau berpihak kepada rakyat dan kebutuhan lokal, dan ditambah dari luka lama bahwa konfik dulu banyak terjadi tragedi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada di Aceh sampai hari ini masih membutuhkan perhatian khusus untuk para korban dan keluarga untuk di selesaikan.  Jelas dari trauma kolektif ini menciptakan ketidak percayaan kami terhadap pemerintah pusat, sambil ketawa kecil.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Ditambah yang perlu kita ingatkan bahwa Aceh juga memiliki emosional yang sanggat kuat dengan beberapa negara. Aceh memiliki hubungan diplomatik langsung dengan negara-negara besar seperti Kesultanan Utsmaniyah, Inggris, dan Belanda. Setelah kolonialisme Belanda berakhir, Aceh tidak secara tegas menyatakan bergabung ke dalam Indonesia melalui perjanjian politik yang sah.

Kemerdekaan Aceh bukanlah wacana yang lahir dari kebencian, melainkan dari rasa keadilan, identitas, dan kedaulatan yang telah lama tertanam. Jika Indonesia dibangun atas dasar kemerdekaan dan keadilan, maka suara rakyat Aceh untuk menentukan masa depannya sendiri juga layak untuk didengar dan dihormati.

Dan diskusi menarik ini diakhiri oleh azan magrib yang mengharus kami meninggalkan meja kopi tersebut untuk melaksanakan ibadah sholat magrib, karena kewajiban kami selaku muslim.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Trauma dan Syair Smong Pengingat Saat Gempa

Trauma dan Syair Smong Pengingat Saat Gempa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com