POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Mediasi Deadlock, Jokowi Siap Hadir di Pengadilan

RedaksiOleh Redaksi
May 8, 2025
Mediasi Deadlock, Jokowi Siap Hadir di Pengadilan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Cerita purnawiran jenderal sudah tutup buku. Berakhir damai. Tersisa satu isu yang sulit sekali mau “case closed” Ada sampai bilang, bosan. Namun, tetap ramai ingin ending-nya. Sad ending or happy ending. Cerita terbarunya, Jokowi menyatakan siap hadir di pengadilan. Siapkan kopi lagi wak agar otak selalu encer dan waras.

Setelah mediasi pertama gagal dan mediasi kedua deadlock, para pihak resmi saling tatap dalam ruang pengadilan yang hening namun penuh ketegangan. Ini seolah-olah gladi resik kiamat hukum. Tanggal 7 Mei 2025, menjadi saksi bahwa perkara ini bukan lagi soal legalitas akademik, tapi duel hidup dan mati antara logika waras dan teori konspirasi gaya gotik.

Mantan Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara. Dengan ketenangan bak pendekar silat pensiun, beliau menyatakan siap hadir di pengadilan. “Kalau diperlukan, saya datang. Kalau ijazah asli diminta, saya bawa semua: SD, SMP, SMA, Universitas,” katanya, seperti sedang bersiap mengikuti ujian TOEFL, bukan persidangan.

Bayangkan, wak! Jokowi saat jadi Presiden telah melewati ribuan jam rapat, puluhan pidato kenegaraan, dan tiga kali pemilu, masih harus membuktikan bahwa dirinya benar-benar pernah duduk di bangku sekolah. Kita tunggu saja, siapa tahu nanti akan ada gugatan tentang apakah beliau dulu benar-benar pernah ikut pramuka atau tidak.

Sementara itu, sang kuasa hukum Jokowi, Irpan, tampil seperti pahlawan legalistik yang menolak tunduk pada panggung konspirasi. “Kami tidak akan memenuhi permintaan penggugat untuk memperlihatkan ijazah asli secara terbuka,” tegasnya.

Ini bukan soal hukum semata. Ini sudah masuk ke wilayah spiritualitas dokumen. Ijazah telah naik derajat menjadi benda suci, hanya bisa dilihat di ruang sidang, di bawah cahaya neon dan tatapan hakim. Luar biasa. Bahkan manuskrip kuno Dead Sea Scrolls saja sudah dipamerkan di museum, tapi ijazah mantan Presiden kita? Silakan jawab sendiri.

📚 Artikel Terkait

SDIT Muhamadiyah Manggeng Bagi Rapor Bersama Keluarga di Pantai Ujong Manggeng

Life Begins at 50

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Hening, Diam dan Sunyi

Roy Suryo, mantan Menpora dan self-proclaimed dewa telematika, tetap lantang mengklaim bahwa analisisnya berbasis ilmu dan teknologi. Seperti biasa, dengan modal ahli telematikanya, ia melawan negara. Dokter Tifa pun ikut dalam parade nalar ini, menyatakan siap “menagih janji Jokowi” untuk menunjukkan ijazah di pengadilan. Seolah-olah ini akad nikah yang belum lunas. Rismon Sianipar, sang ahli digital forensik, juga ikut. Katanya siap dipanggil polisi, sambil tersenyum seolah-olah sedang dipanggil MC untuk naik panggung di acara pensi SMA.

Sementara kita, rakyat biasa, jadi penonton utama dari pertunjukan ini. Sidang belum dimulai, tapi drama sudah menggelegar. Persidangan ini bukan tentang hukum semata, tapi tentang bagaimana bangsa ini memperlakukan ijazah lebih sakral dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Negeri ini bukan negara hukum. Bukan juga negara filsuf. Kita ini negara file Excel, di mana gelar, sertifikat, dan stempel lebih menentukan kebenaran dari rekam jejak dan integritas.

Akhirnya, kita pun bertanya, apakah semua ini benar-benar soal ijazah? Atau kita hanya sedang menonton teater absurditas demokrasi, di mana truth hanya sah jika dicetak di kertas HVS, legalisir basah, dan difotokopi tiga rangkap?

Entahlah. Tapi satu yang pasti, ini adalah episode terbaik dari Indonesia Raya Seasion 78. Rakyat menunggu, apakah ijazah akan ditunjukkan? Atau tetap menjadi kitab rahasia yang hanya boleh dibaca oleh Majelis Hakim dan malaikat pencatat amal?

Seandainya pihak yang berpekara itu hadir di resepsi pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier di Como Shambala Estate, Bali, akan lain ceritanya. Sebab, mereka bisa makan bareng satu meja, dan damai. Kayak para jenderal purnawirawan itu. Sudahlah, wak! Cerita ijazah ini satu-satunya drama nusantara sulit dituntaskan oleh siapapun.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Tumbuh Bersama Dongeng Walt Disney

Tumbuh Bersama Dongeng Walt Disney

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00