• Latest
Bertutur, Merawat Budaya Baca Sejak Dini

Bertutur, Merawat Budaya Baca Sejak Dini

Mei 7, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bertutur, Merawat Budaya Baca Sejak Dini

Gunawan Trihantoroby Gunawan Trihantoro
Mei 7, 2025
Reading Time: 3 mins read
Bertutur, Merawat Budaya Baca Sejak Dini
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
(Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

Di era digital yang serba instan, kegiatan bertutur tampak seperti artefak masa lalu yang mulai terpinggirkan. Namun, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora membalikkan asumsi itu melalui “Lomba Bertutur” yang digelar 6–7 Mei 2025 baru-baru ini.

Acara yang diikuti oleh siswa-siswa SD/MI ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wahana penting membangun budaya literasi dan karakter generasi penerus bangsa. Sebuah inisiatif yang layak diapresiasi tinggi karena merawat tradisi lisan sekaligus memperkuat kebiasaan membaca.

Kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan anak-anak dengan kekayaan cerita rakyat, legenda, dan nilai-nilai moral luhur yang diwariskan turun-temurun. Dalam narasi yang mereka sampaikan, tersimpan kearifan lokal yang mengakar dan memberi identitas.

Bertutur bukan hanya soal berbicara di depan umum, tetapi juga proses internalisasi nilai, penanaman empati, dan penguatan kepercayaan diri. Anak-anak diajak bukan hanya menjadi pembaca, tetapi juga pencerita yang memahami isi dan pesan bacaan.

DPK Blora melalui event ini membuktikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi juga ruang hidup yang membentuk manusia berpengetahuan dan berbudaya. Inilah makna baru dari literasi: menghidupkan cerita dalam jiwa anak-anak.

Dengan dekorasi panggung yang semarak, ornamen balon warna-warni, dan mobil-mobilan edukatif, atmosfer kegiatan ini dibuat menyenangkan dan bersahabat bagi anak. Pendekatan psikologis ini patut dipuji karena menempatkan anak sebagai subjek, bukan sekadar peserta.

Ada rasa bangga saat menyaksikan para siswa tampil percaya diri membawakan cerita pilihan mereka. Mereka tak sekadar membaca ulang, tetapi menginterpretasi cerita itu dengan ekspresi, intonasi, dan bahasa tubuh yang menggugah.

Upaya DPK Blora ini selaras dengan semangat Gerakan Literasi Nasional. Sebab, bertutur adalah cara paling alami dan menyenangkan untuk menanamkan minat baca sejak dini. Di dalamnya terkandung strategi literasi yang humanis dan kontekstual.

Ketika anak berlatih bertutur, mereka sejatinya juga berlatih berpikir kritis, menyusun alur logika, memilih diksi yang tepat, dan mengolah emosi. Ini adalah soft skill yang akan sangat bermanfaat dalam kehidupan mereka kelak, baik di sekolah maupun masyarakat.

Lomba Bertutur ini juga menjadi momen membentuk memori positif anak terhadap perpustakaan. Anak tidak akan menganggap perpustakaan sebagai tempat yang membosankan, tapi sebagai ruang kreatif yang menyenangkan.

Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi antara pendidikan formal dan lembaga literasi daerah sangat mungkin diwujudkan. DPK Blora membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan komunitas.

Kegiatan ini memberi inspirasi bahwa kemajuan literasi tidak harus bergantung pada teknologi tinggi. Cukup dengan cerita, panggung sederhana, dan semangat kebersamaan, literasi bisa tumbuh dengan kuat dari akar.

Refleksi mendalam dari kegiatan ini ialah bahwa membaca dan menceritakan kembali bukan kegiatan elitis. Ia dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak, terutama jika diberi ruang, bimbingan, dan penghargaan.

Anak-anak yang bertutur di panggung bukan hanya sedang mengikuti lomba. Mereka sedang menjadi duta-duta kecil literasi, penjaga cerita, sekaligus pemelihara nilai-nilai luhur yang mulai tergerus zaman.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

DPK Blora telah memberi contoh baik bagaimana program daerah bisa memiliki dampak luas jika dilakukan dengan hati dan strategi. Bukan hanya prestasi yang diraih, tetapi juga proses edukatif yang penuh makna.

ADVERTISEMENT

Mari kita doakan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut, bahkan lebih berkembang, menjangkau lebih banyak sekolah dan anak-anak. Sebab dari cerita-cerita yang mereka sampaikan hari ini, akan lahir pemimpin-pemimpin bijak esok hari.

Di tengah derasnya arus informasi yang acapkali menyesatkan, anak-anak yang pandai bertutur akan menjadi pembaca yang cerdas, komunikator yang tangguh, dan pewaris budaya yang berdaya. Itulah esensi dari pendidikan sejati. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
GEBRAKAN BAPA AING DAN PROBLEM REMAJA URAKAN

GEBRAKAN BAPA AING DAN PROBLEM REMAJA URAKAN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com